Not Yet Yours

Not Yet Yours
Chapter 31



"Sayang? " tanya Lucas yang masih berada di seberang telepon.


“Beberapa kali? Sepertinya kalian cukup akrab.” ucap Lindsey ketus. Entahlah ia merasa tidak suka saat Lucas menyebutkan nama wanita lain padanya. Apalagi wanita yang sudah beberapa kali lebih dulu bertemu dengan Lucas dibndingkan dengannya.


“Ah, not really. She's just doing her job, what's going on?”


“Ah tidak, Evelyn sudah sampai.” ucap Lindsey sedikit kesal.


“Benarkah, dia gerak cepat ternyata. Jangan cemburu, Evelyn milik Jonathan, calon ibu untuk anak-anaknya katanya.”


Lindsey bisa menangkap nada menggoda dari suara Lucas dari seberang sana. Ia bahkan yakin kalau saat ini Lucas tengah menahan diri untuk tidak tertawa.


Rasa lega sekaligus malu menghampiri Lindsey. Dasar bodoh, padahal tadi malam Lucas mengatakan padanya kalau Jonathan itu sepupunya yang tergila-gila pada anak kuliahan. Kenapa ia bisa lupa? Betapa malunya dia.


“Ak-aku tidak cemburu.”


“Iya sayang kau tidak cemburu, hanya kesal saja.” Lucas terkekeh kecil dan bisa di dengar oleh Lindsey.


“Jangan menggodaku!” Lindsey mulai merajuk namun dengan nada merengek.


“Jangan merajuk! Aku sedang tidak bersamamu sekarang! Aku akan segera pulang setelah pekerjaanku selesai.”


Lucas langsung mematikan ponselnya membuat Lindsey tertawa pelan. Ia meletakkan ponselnya di nakas lalu bergerak keluar kamar karena Evelyn sudah menunggunya.


Ah Lucas memang selalu berhasil mengalihkan pikirannya, dasar suami menyebalkan, pikirnya. Ia langsung buru-buru turun ke ruang tamu dan menemui Evelyn.


“Oh maafkan aku membuatmu menunggu lama.” ucap Lindsey sambil berjalan cepat menyusuri tangga.


“Melangkah dengan pelan-pelan Nyonya, saya tidak mau kena amukan Tuan jika Anda sampai terjatuh.” Patrick memperingatkannya agar yang berjalan menuruni tangga dengan langkah cepat. Lindsey menatap Patrick kesal.


Tapi Lindsey juga sedikit bersyukur karena Evelyn tidak sendirian, ada Patrick yang menemaninya. Ah, lega rasanya karena Evelyn punya teman bicara selagi ia bersiap-siap tadi.


Tapi kenapa raut wajah Evelyn terlihat syok? Apa yang sudah dikatakan Patrick padanya?


Lindsey menghampiri Evelyn namun wanita itu tersentak kaget membuat Lindsey bingung.


“Ada apa?” tanya Lindsey mendekati Evelyn.


“Eh, sa-saya tidak apa-apa, Nyonya.” ucap Evelyn kaku.


“Lindsey, cukup panggil aku Lindsey. Kau kekasihnya Jonathan kan?”


“Eh, eum, sa-ya emm. Nyonya Lindsey bisa kita undur wawancaranya? Tiba-tiba kepala saya sakit.”


“Sudah kubilang panggil Lindsey saja, dan aku akan mengantarmu ke rumah sakit, tunggu sebentar aku akan menyiapkan supir sebentar.”


“Eh, eum tidak perlu aku akan pulang saja untuk beristirahat.” ucap Evelyn lalu pamit meninggalkan Lindsey. Lindsey jadi ikut khawatir melihat Evelyn seperti itu.


“Supir akan mengantarmu pulang, jangan menolak, kau sedang sakit.” tegas Lindsey. Evelyn hanya mengangguk pasrah. Tak lama kemudian sebuah mobil menghampiri mereka dan Lindsey mengantar Evelyn masuk ke dalam mobil itu.


Lindsey mengamati mobil itu menjauh. Ia tahu, Evelyn tidak sakit. Patrick pasti mengatakan sesuatu pada Evelyn tadi, raut wajah wanita itu syok saat ia menyapanya tadi.


Lindsey hendak masuk dan mendatangi Patrick untuk bertanya, tapi suara deru mobil yang mendekat membuat Lindsey mengurungkan niatnya. Ia menoleh dan melihat sebuah mobil melaju ke arahnya lalu berhenti tepat di depan teras.


Seorang wanita cantik dan seksi kemudian turun dari mobil itu, menatapnya lalu tersenyum padanya. Lindsey tidak mengenal wanita itu tapi ia membalas senyum wanita itu sebagai bentuk kesopanan.


“Hai Lindsey, kebetulan sekali kau ada, aku jadi tidak perlu masuk.” Sapa wanita itu dengan nada akrab.


“Apa aku mengenalmu?” tanya Lindsey heran, namun suara wanita itu terdengar tidak asing di telinga Lindsey.


Wanita itu mengulurkan tangannya “Kenalkan aku Keyla.”


Lindsey meraih tangan wanita itu dan menjabatnya sebelum akhirnya ia syok dengan apa yang selanjutnya dikatakan oleh wanita bernama Keyla tersebut.


“Aku wanita Lucas.” ucap Keyla dengan senyum manis.