
Patrick sedang menikmati keindahan bunga-bunga miliknya yang ada di taman belakang ketika bel pintu utama berbunyi. Ia tidak menggubris suara bel itu karena sudah pasti akan ada pelayan yang membukakannya. Hanya saja siapa yang bertamu siang bolong begini?
Karena penasaran, Patrick memutuskan masuk ke dalam mansion dan melihat siapa yang datang bertamu.
“Siapa yang datang?” Patrick menatap datar pelayan yang membukakan pintu.
“Oh, seorang wartawan wanita, sir. Ia ingin bertemu dengan Nyonya.” ucap pelayan itu sopan.
“Dan kau mengijinkan masuk?” suara Patrick berubah tajam. Seingatnya ia sudah sering memberitahukan pada setiap pelayan yang ada di mansion ini bahwa tidak boleh mempersilahkan orang asing masuk ke dalam mansion.
“Wartawan itu sudah mendapat ijin dari Tuan Lucas, sir.” pelayan itu menunduk gugup.
Patrick mengernyit. Kenapa ia tidak tahu kalau akan ada seorang wartawan yang datang menemui Nyonya nya? Patrick berjalan ke arah ruang tamu dan cukup terkejut melihat siapa wartawan yang di maksud oleh pelayan tadi.
Ia cukup ingat siapa wanita itu. Patrick berjalan menghampiri wanita itu dan berbincang-bincang.
______________________________
Lindsey membolak-balikkan lembar majalah yang saat ini sedang ia pegang. Lucas memiliki banyak sekali majalah bisnis. Ya, semua majalah bisnis itu pasti memuat berita tentang Lucas. Beberapa majalah yang didapat Lindsey bahkan bukan majalah bisnis melainkan majalah gossip. Ralat, bukan beberapa tapi sangat banyak.
Apa Lucas menyukai gosip ya? Tapi jika dilihat lagi, semua majalah gosip itu memiliki headline yang sama dengan majalah lainnya, yakni ‘fakta’ bahwa Lucas adalah seorang gay.
Untuk apa Lucas mengoleksi semua majalah tidak penting ini? Bahkan isi setiap berita itu nyaris sama semua. Lindsey yakin siapapun yang membaca semua majalah ini pasti akan percaya bahwa Lucas adalah seorang gay. Seperti dirinya dulu.
Dan lagi yang membuat Lindsey bingung adalah majalah-majalah ini bukan hanya yang terbit di daratan Amerika saja, tapi juga daratan Eropa dan Australia. Lucas pastilah orang yang sangat-sangat kaya dan terkenal.
Pantas saja saat ia menikah dengan Lucas dulu sempat menjadi trending topik dunia. Ternyata Lucas memang sangat terkenal, Lindsey yakin kalau Lucas bahkan lebih terkenal darinya sekalipun ia adalah model dengan bayaran termahal dan memiliki predikat sebagai model terseksi.
Tetap saja yang membuat Lindsey merasa aneh adalah kenapa Lucas mengoleksi seluruh majalah ini? Apa Lucas memang seorang yang sangat suka dengan majalah? Setahu Lindsey, lelaki tidak akan membeli majalah hanya demi melihat dirinya di majalah itu. Apalagi membeli seluruh majalah yang memiliki isi yang sama. Jika dibandingkan lagi, tanggal terbit setiap majalah ini hampir bersamaan. Hanya berbeda beberapa hari saja. Cukup aneh sih, tapi masa bodo juga dengan terbitnya majalah.
Ah, Lindsey ingat lagi, mamanya bahkan punya beberapa majalah ini di ruangannya. Ia sempat melihatnya dulu.
Lindsey membaca salah satu majalah bisnis dengan wajah tampan suaminya itu menghiasi cover majalah tersebut.
Ia cukup takjub saat membaca bahwa suaminya sudah memulai bekerja sejak berusia lima belas tahun. Pantas saja di usianya yang masih terbilang muda, Lucas sudah membeli sebuah pulau, bahkan kekayaan Lucas sepertinya bisa dipakai untuk memberi makan penduduk Afrika yang di pedalaman.
“Ada apa?” tanya Lindsey saat mendapati seorang pelayan berdiri di depan pintu kamarnya dengan menunduk.
“Ada tamu untuk Anda, Nyonya.”
“Siapa?”
“Seorang wartawan.”
Wartawan? Sudah cukup lama ia tidak berhadapan dengan wartawan. Ini pertama kalinya ia berhadapan lagi dengan wartawan sejak seminggu sebelum pernikahannya dengan Lucas dulu.
“Ah, akan turun.” pelayan itu mengangguk dan meninggalkan kamar Lindsey. Lindsey kemudian bersiap-siap untuk turun, mengganti pakaiannya dengan yang lebih rapi dan sopan.
Suara ponselnya tiba-tiba berbunyi saat Lindsey akan membuka pintu kamarnya. Ia meraih ponsel itu dan melihat nama Lucas di sana.
“Ya, Lucas?”
“Baby, Evelyn akan datang untuk mewawancarai mu. Sepertinya ia sudah di perjalanan sekarang, bersiap-siaplah.”
“Evelyn?” tanya Lindsey ragu.
“Yes baby, she’s a journalist.”
“Kau mengenalnya?”
“Tentu saja, dia beberapa kali ditugaskan untuk mewawancarai ku.”
Seorang jurnalis perempuan yang sudah beberapa kali mewawancarai Lucas. Terdengar biasa tapi Lindsey merasa sedikit cemburu.
Ya, sebelum bersamanya juga sudah pasti Lucas pernah bersama perempuan lain. Perempuan yang mungkin lebih cantik dan lebih seksi darinya.
Ya ampun rasanya hati Lindsey seperti diremas. Ia merasa sakit hati hanya dengan memikirkannya saja.