Not Yet Yours

Not Yet Yours
Chapter 28



Lucas berjalan dengan lesu memasuki gedung kantornya. Pembicaraan dengan Lindsey tadi malam benar-benar membuatnya shock. Tidak mengira sama sekali kalau istrinya itu mengalami hal yang berat, terutama perlakuan kedua orangtuanya.


Beban yang ditanggung istrinya itu ternyata sangat berat, membuat ia bersyukur karena akhirnya membawa Lindsey pergi jauh dari mertuanya serta lelaki yang tidak jelas itu.


Ah, Lucas ingin sekali membunuh lelaki sialan itu. Lelaki yang membuat ia emosi sepanjang malam. Tapi, sayangnya lelaki itu pernah menyelamatkan Lindsey-nya dulu.


Kesal sekali rasanya saat mengetahui kalau Lindsey pernah berhubungan  dengan lelaki selain dirinya. Arrrgghhh! Sial.


Entahlah, Lucas tidak pernah merasa semarah ini sebelumnya kala mengetahui kalau wanita-wanitanya pernah memiliki kekasih. Tapi entah kenapa ia benar-benar marah saat tahu Lindsey juga pernah memiliki lelaki lain selain dirinya .


Seharusnya itu tidak menjadi masalah karena pekerjaan Lindsey sebelumnya adalah model. Sudah pasti kalau istrinya selalu bertemu lawan jenis untuk foto bersama. Tapi kenyataannya Istrinya itu tidak pernah mengambil job untuk berpasang-pasangan. Dalam artian yang ia selalu tampil solo saat photoshoot. Yah, dalam hal ini Lucas merasa perlu berterima kasih pada mama mertuanya.


Kembali ke topik utama. Saat ini Lucas benar-benar sedang kesal yang bercampur marah. Mengetahui kalau lelaki di masa lalu Lindsey menginginkan istrinya itu kembali. Sialan!


“Sir, seseorang menunggu Anda.” suara Hana membuat Lucas terkejut. Ia mengedarkan pandangannya dan ternyata ia sudah di depan ruangannya.


“Sir?”


Lucas menoleh, mendapati Hana sedang menatapnya bingung.


“Apa?”


“Seseorang menunggu Anda di dalam.”


“Siapa?”


“Saya tidak kenal, sir.”


“Lalu kenapa kau membiarkannya masuk?” amarah Lucas kembali menyapa. Kenapa Hana bisa sebodoh itu membiarkan seseorang masuk ke ruangannya?


“Tapi wanita itu mengaku mengenal Anda.” Hana menundukkan kepalanya karena merasa takut sekaligus bersalah.


“Seluruh dunia juga mengenalku, Hana.” ucap Lucas sarkas. Tapi selang berapa detik ia menutup matanya mencoba untuk meredakan emosinya. Lagipula, kenapa ia bisa se-kesal ini sih? Membuat ia menjadi tidak profesional. Sialan.


“Wanita itu menunjukkan bukti foto ketika anda sedang berciuman dengannya, sir.” cicit Hana pelan. Takut-takut kalo seandainya ia salah bicara.


Lucas tidak menanggapi Hana lagi dan memilih masuk ke dalam ruangannya. Ia membuka pintu dan melihat seorang wanita berada di kursi kebesarannya duduk sambil berputar-putar dengan kursinya. Kurang ajar.


“Ekhem!” Lucas berdehem membuat wanita itu berhenti lalu menatap Lucas dengan senyum lebar.


Sayangnya Lucas langsung mengumpat kasar begitu melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.


“Shit!” maki Lucas begitu melihat siapa yang sednag duduk di kursi kebanggaan nya.


“Hai sayang.” sapa wanita itu lembut sambil berdiri lalu berjalan pada Lucas dengan senyum yang merekah.


“Aku merindukanmu.” ucapnya pelan.


Lucas menatap wanita itu muak. “Sedang apa kau di sini?” tanyanya jijik.


“Menemuimu.” wanita itu sudah berdiri di hadapan Lucas dengan senyumnya yang mengembang. Manis.


Lucas menghela napasnya kasar “Pergilah Key.”


Wanita yang memiliki nama Keyla itu malah melangkah dan memeluk Lucas penuh rindu.


“Aku merindukanmu Lucas.”


Dengan cepat Lucas menjauhkan tubuh Keyla darinya. “Berhenti Key, aku sudah menikah.” ucapnya sambil berjalan ke arah kursi kebesarannya. “Jika kau tidak ada urusan lagi, kau bisa pergi, pintunya sama dengan saat kau masuk tadi.”


Senyum miring dan sinis terbentuk di wajah manis Keyla. “Baiklah, sepertinya kau memang sedang sibuk.” ia mengambil tasnya lalu berjalan menuju pintu, tapi sebelum itu ia berhenti dan menatap Lucas yang sudah sibuk pada berkas-berkas.


“Kau tidak keberatan kan jika aku membawa salah satu pena milikmu?” tanya Keyla manis.


“Bawa saja.” Lucas tidak melirik sedikitpun ke arah Keyla. Ia tetap fokus pada pekerjaannya.


“Kalau begitu aku pergi dulu.” Pamit Keyla meninggalkan ruangan Lucas dengan senyum penuh kemenangan.


Kau milikku Lucas, selamanya akan begitu. Melepas mu sebentar tidak menjadi masalah karena setelah itu aku akan memilikimu selamanya. Batin Keyla senang.