
Ruangan dipenuhi dengan rasa bahagia yang begitu besar saat menantu termuda keluarga Haiyan akhirnya melahirkan anak pertamanya.
Pasangan Bima dan Reina akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan seperti papanya.
"Na, selamat ya. Aduh anak lo ganteng banget, gemes gue." Celetuk Alara seraya memberikan gerakan mencubit pada keponakan nya.
Reina terkekeh. "Bentar lagi juga kan ada princess yang datang ke keluarga kita." Sahut Reina.
Alara tersenyum manis, ia menundukkan kepalanya sambil mengusap perutnya yang sudah besar, bahkan sudah mau menginjak usia ke 9 bulan.
Alara dan suaminya memang sudah melakukan USG, dan dokter mengatakan bahwa Alara mengandung bayi perempuan.
Hal itu tentu saja membuat Alara senang. Akhirnya keluarga mereka akan dikaruniai anak perempuan, usai terlahir cucu lelaki dua-duanya.
"Iya, Ra. Mama jadi nggak sabar juga nunggu anak kamu lahir," tambah Mama Mira ikut mengusap perut menantunya.
"Sudah-sudah, sebentar lagi kok Alara lahir. Kita doakan saja semoga Alara dan bayinya sehat, begitu juga dengan Reina dan cucuku yang tampan ini." Timpal Papa Aden ikut menyahuti.
Sementara Alderio tidak ada disana, pria itu sedang mengajak putranya ke kantin rumah sakit untuk membeli Snack. Sejak tadi bocah 2 tahun itu terus saja menangis.
"Rio, kan sudah mau punya adik. Jangan rewel lagi ya, Nak?" rayu Alderio sambil mengusap wajah tampan putranya.
Rio tidak menyahut dan hanya fokus menyantap Snack ditangannya.
Alderio pun mengajak anaknya untuk kembali ke kamar rawat Reina, dimana ada istrinya disana.
Saat masuk, tampak tawa semuanya terdengar. Alderio menurunkan putranya dari gendongan, lalu mendekati Alara.
"Duduk, Sayang. Perut udah besar gitu bukannya duduk," tegur Alderio memaksa istrinya duduk.
"Huuu … mulai deh posesif nya." Ledek Bima terkekeh.
Alderio melirik adiknya dengan sinis. Ia mendekati Bima lalu menepuk bahu pria itu beberapa kali.
"Jangan tertawa saja kerajaanmu, sekarang pikirkan apa yang akan menjadi spot mu selama puasa dua bulan." Celetuk Alderio mengingatkan masa nifas Reina.
Bima melotot, namun beberapa saat kemudian ia tertawa mendengarnya.
"Bukankah kau juga sama, Al. Sebentar lagi kak Alara akan melahirkan." Sahut Bima lagi-lagi membuat Alderio bungkam.
"Kurang ajar kau jadi adik!" geram Alderio memukul kepala adiknya.
Semua yang ada di sana tentu saja tertawa melihat interaksi antara kakak beradik itu. Setelah puas berdebat, Alderio lalu mendekati keponakan nya yang baru lahir.
"Gantengnya, siapa nama baby ini?" tanya Alderio sambil mengusap lembut wajah putranya Bima.
"Arkana Bimatra Haiyan." Jawab Bima dengan bangga.
Alderio tersenyum mendengar nama keponakannya yang begitu indah.
"Bagus namanya, wajahnya juga tampan. Semoga sifatnya tidak kurang ajar seperti papanya," ucap Alderio menyindir.
"Al!" tegur Mama Mira geleng-geleng kepala dengan tingkah kedua anaknya.
Hari pun semakin sore, Alderio dan Alara memutuskan untuk pulang, karena Alara yang juga sedang hamil besar, dilarang untuk terlalu lelah.
Selama perjalanan, Alara tidak henti mengusap perutnya yang sudah besar. Tidak sabar menantikan anak keduanya lahir.
"Nggak kerasa banget, Mas. Sebentar lagi putri kita lahir," ucap Alara tiba-tiba.
Alderio menoleh sesaat ke arah sang istri. Ia mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh istrinya.
Alderio memang tidak sadar bahwa waktu telah berjalan begitu cepat. Baru kemarin Alara nangis-nangis karena khawatir pada Rio apabila punya adik lagi, dan sekarang istrinya itu sudah mau melahirkan saja.
"Nggak nyangka bisa punya dua anak dari Mama Ara, padahal dulu nolak banget diajak nikah." Celetuk Alderio tiba-tiba mengungkit masa lalu.
Alara mendengus. "Gimana nggak nolak, kamu aja melecehkan aku." Sahut Alara tidak terima.
***
Seminggu setelah Reina melahirkan, kini giliran Alara yang masuk ke rumah sakit karena air ketubannya pecah.
Semua kejadian itu terjadi di tengah malam, sehingga Alderio tidak mempersiapkan apapun karena panik, alhasil ia meminta bantuan kepada mertuanya untuk mengurus barang-barang Alara.
Kini Alderio sedang menemani istrinya berjuang melahirkan anak kedua mereka. Ia yang hanya melihat saja ikut merasa sakit, apalagi istrinya.
"Ayo, Bu. Dorong, sedikit lagi!" ucap dokter memberi instruksi.
Alara menarik nafas, ia lalu mengejan sekuat-kuatnya dengan pegangan di tangan suaminya yang semakin erat.
"Sayang, aku yakin kamu bisa." Bisik Alderio memberi semangat.
Alara mengejan lagi, kepalanya sampai terangkat dengan nafas terengah-engah. Akhirnya perjuangan ibu itu berbuah manis.
Suara tangis bayi terdengar di seluruh ruangan. Putri Alara dan Alderio telah lahir ke dunia yang penuh keindahan ini.
"Hiks … sayang, terima kasih." Ucap Alderio terisak karena terlalu bahagia.
Alara membalasnya dengan senyuman, ia mengusap wajah suaminya pelan dengan penuh kasih sayang.
Alara di pindahkan ke kamar rawat untuk menjalani perawatan selama kurang lebih satu hari.
Semua keluarga berkumpul. Benar-benar dunia yang indah. Baru seminggu yang lalu keluarga Haiyan diberikan cucu, dan hari ini sudah dikaruniai lagi cucu perempuan yang cantik.
"Siapa namanya, Al?" tanya Mama Dania.
"Arshilla Dwika Haiyan." Jawab Alderio sambil menatap putrinya yang baru selesai ia azani.
Alara tersenyum mendengar nama putrinya disebut. Nama depan merupakan pilihan Alderio, sementara nama tengahnya Alara yang memilih, dan berakhir nama belakang adalah nama keluarga Haiyan.
"Cantiknya, mirip sama Mama Ara." Puji Papa Wahyu.
Alara benar-benar masih tidak menyangka, terkadang ia berpikir bahwa jodoh memang tidak ada yang tahu. Mau bertemu di jalan, sekolah, tempat kerja, atau bahkan club sekalipun.
Alara yang dulu sangat menolak pernikahan mereka, justru kini merasa sangat bersyukur memiliki suami seperti Alderio.
Penyayang, pekerja keras, suami dan ayah yang baik, serta selalu mencurahkan banyak cinta kepadanya.
"Aku mencintaimu, Mas." Batin Alara dengan tatapan terus tertuju pada suaminya.
"Abang, sini lihat adik." Panggil Al kemudian menunjukkan baby Shilla kepada Rio.
Alara mengusap lengan suaminya, membuat Alderio menatapnya dengan hangat lalu memberinya kecupan di kening dengan lama.
END
PENGUMUMAN NOVEL BARU DI NT!!!
HALLO GUYS, KARENA CERITA INI SUDAH TAMAT, AKU BUAT CERITA BARU LAGI LHOOOO ....
YANG PASTI CERITANYA NGGAK KALAH SERU DARI CERITA AKU YANG LAIN, JADI KALIAN WAJIB BANGET MAMPIR, HEHEHE. MODE MAKSA AKU YA😂
JUDUL : DINIKAHI CALON KAKAK IPAR (Ranjang balas dendam)
Authornya udah pasti aku : Alfiana🌹
MULAI UPDATE JAM 7 MALAM NANTI YAWW
KALIAN BISA SEARCH, ATAU LANGSUNG KLIK PROFIL AKU UNTUK TENGOK CERITANYA!!!
Ditunggu kedatangan kalian ya, see you love🖤