My Sweet Lecturer

My Sweet Lecturer
Mama Ara galak



Alara kembali diajak suaminya untuk menebar kebahagiaan. Usai makan siang di restoran tadi, kini Alara diajak suaminya ke pantai yang sudah disiapkan kejutan lain untuk dirinya.


Sambil bergandengan tangan, Alderio tak henti mengucapkan banyak kata-kata manis dan pujian yang terlontar untuk istrinya seorang.


"Sayang, angin mungkin menyejukkan. Tapi bagiku, tawamu yang lebih menyejukkan." Ucap Alderio membuat Alara terkekeh.


"Pasir pantai yang terasa lembut, namun tidak bisa mengalahkan kelembutan hati dan tutur katamu." Lanjut Alderio.


"Dan deburan ombak yang menciptakan ketenangan, tidak lebih dari pelukanmu yang bisa menciptakan kehangatan." Alderio menghentikan langkahnya lalu memegang kedua tangan istrinya.


"Sayang, mungkin pertemuan kita dulu bukan dengan cara yang benar, tapi aku mau mengingat pertemuan itu selamanya," ujar Alderio lalu mencium kedua tangan istrinya.


Alara tersenyum manis, ia balas mencium tangan suaminya. "Dan aku juga tidak akan pernah melupakan bagaimana cara suamiku ini berjuang mendapatkan cintaku." Sahut Alara.


Alderio menarik tangan istrinya hingga tidak ada jarak diantara mereka, ia mengusap pipi istrinya lalu memiringkan kepalanya dan menyatukan kedua belah bibir mereka.


Alara memejamkan mata, meresapi kehangatan dari setiap gerakan bibir Alderio di bibirnya. Kelembutan, kehangatan, perhatian dan kasih sayang yang hanya ditunjukkan oleh dirinya. 


Alderio melepaskan pagutan bibir mereka, ia lalu menyatukan kening mereka dengan senyuman yang tidak hilang dari wajah masing-masing.


"Aku cinta banget sama kamu, Mas." Ungkap Alara jujur.


Alderio tersenyum manis, ia mencium hidung mancung istrinya lalu menggigitnya pelan.


"Aku jauh lebih mencintai kamu, Sayang. Lebih dari apapun bahkan hidupku sendiri," balas Alderio.


Alderio menarik Alara ke dalam pelukannya, ia memeluk dengan sangat erat seakan Alara bisa pergi jika tidak ia peluk. Alara membalas pelukan suaminya, ia usap punggung Alderio lalu diciumnya bahu sang suami.


"Mas, mau makan jagung bakar." Bisik Alara yang tanpa sengaja melihat orang makan jagung.


Alderio terkekeh, ia melepas pelukannya lalu berlutut di depan perut istrinya yang perlahan sudah mulai terlihat.


"Anak Papa mau jagung 'ya." Celetuk Alderio mengusap lembut perut Alara.


Alderio lalu mencium perut itu dengan penuh kehangatan, ia mendongak menatap Alara yang tersenyum sambil mengusap rambutnya.


"Dedek mau apa lagi?" tawar Alderio lalu berdiri.


Alara menyeringai, ia mendekatkan bibirnya ke telinga sang suami.


"Mau dijenguk Papa." Bisik Alara lalu meniup telinga suaminya.


Alderio menoleh dengan tatapan nakal, ia hendak memegang tangan istrinya, namun Alara dengan cepat berlari meninggalkan nya.


"Sayang, jangan lari!!!" tegur Alderio berteriak.


Alara menghentikan langkahnya, ia takut terjatuh dan berakibat fatal, namun ia tetap berusaha menghindar dari suaminya yang sudah menatapnya dengan tajam.


"Mas, malu diliatin orang!" tegur Alara berusaha melepaskan rangkulan suaminya.


"Kenapa harus malu, kan kita suami istri." Balas Alderio santai.


Alara berdecak, namun tak ayal ia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Alderio tersenyum, ia mengusap wajah istrinya lalu mencium kepala Alara.


"Mas, dedeknya mau sesuatu lagi." Celetuk Alara tanpa menatap suaminya.


Alderio mengerutkan keningnya, ia memegang sebelah wajah istrinya lalu mengangkatnya hingga mereka saling bertatapan.


"Mau apa?" tanya Alderio lembut.


"Mau … mau minta peluk sama cowok itu." Jawab Alara menunjuk seorang pria yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


Alderio melototkan matanya, ia menatap istrinya dengan tajam. "Nggak usah aneh-aneh!" tegur Alderio.


"Kok aneh-aneh, kan dedeknya yang mau." Ujar Alara menekuk wajahnya.


"Aku nggak rela kamu pelukan sama cowok lain." Ketus Alderio ngambek.


"Cowok lain, termasuk papaku?" tanya Alara semakin gencar menggoda suaminya.


"Ya nggak gitu, Sayang. Kamu …" Alderio menggantung ucapannya.


Alara terkekeh, ia mengusap rahang suaminya lalu mencium pipi pria itu.


"Bercanda aja, Mas. Aku juga nggak akan rela tubuhku disentuh pria selain kamu," celetuk Alara.


Alderio memicingkan matanya, ia mencubit gemas pipi istrinya yang mana semakin membuat Alara tertawa. Bisa gila ia jika melihat Alara disentuh pria lain.


"Mas, kamu mau genit ke cewek lain nggak?" tanya Alara.


"Nggak, buat apa." Jawab Al dengan cepat.


"Bagus, kalo seandainya iya. Bukan cuma ceweknya yang habis sama aku, tapi kamu juga!" ujar Alara dengan penuh ancaman.


Alderio bergidik, ia menduselkan wajahnya ke leher sang istri. "Mama Ara mengerikan." Bisik Alderio membuat Alara terkekeh.


MAMA ARA GALAK YA🙈😂


GIMANA LEBARAN HARI PERTAMANYA GUYS?? KALIAN MUDIK NGGAK??


To be continued