
Malam tiba acara syukuran pun sebentar lagi akan dimulai. ayah dan sammy sudah datang ke sini bersama dengan saudara dan keluarga besar ayah.
Sungguh aku tidak nyaman berada di sana karena aku tidak kenal dengan keluarga ayah.
Karena ayah anak tiri kakek jadi keluargaku tidak begitu dekat keluarga kakek.
Flashback on
Nenek winda sebenarnya asli orang cisarua dan mempunyai suami bernama kakek dahlan orang centeng.
Saat mengandung ayah nenek sangat membenci kakek dahlan.
Beliau di usir oleh nenek winda. Karena, sama-sama egois dan labil kakek dahlan pun pergi meninggalkan nenek winda.
Saat ayah lahir nenek winda memberikan ayah kepada nenek dan kakek buyutku . Sedangkan dirinya entah kemana. Setelah kejadian itu ayah tinggal bersama nenek dan kakek buyut di cisarua yang serba kekurangan.
Dari beliau lahir sampai dewasa dia tidak pernah merasakan asi dan kasih sayang dari seorang ibu.
Itulah penyebab ayah membuka perusahaan peternakan sapi. Dirinya tidak ingin melihat anak orang lain merasakan apa yang ia rasakan. Beliau ingin anak-anak bisa tumbuh sehat dengan meminum susu sapi. Karena, dirinya tidak pernah tahu bagaimana rasa susu.
Saat ayah dewasa kakek dahlan datang membawa warisan dari tanah dan pabrik. Tapi ayah memilih untuk memberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Walau dirinya serba kekurangan beliau ingin mempunyai semua itu dengan kerja kerasnya sendiri.
Setelah ayah sukses kakek dan nenek buyut meninggal dan kabar itu sampai ke telinga nenek.
Nenek winda datang meminta maaf bersama suami barunya dan membawa anak-anak mereka yaitu tante widya dan om deden.
Tentu saja ayah menolak karena ayah sudah menikah dengan ibu. Dan semenjak kejadian itu nenek marah pada ayah tidak pernah datang ke sini lagi. Tapi, ayah selalu mengirimi nenek uang.
Dan saat aku berumur 7 tahun kakek dan nenek kembali datang dan meminta maaf. Semenjak itu mereka baik kepada keluargaku. Tapi, tidak untuk ibu. Nenek begitu membenci ibu.
Flashback off
Aku tahu dari kemarin ibu diperlakukan seperti pembantu di rumah ini. Dan saat ayah datang
aku meminta ayah untuk membawaku pulang bersama ibu setelah acara selesai.
Saat aku turun ke bawah untuk mandi aku tidak sengaja mendengar ibu dimarahi nenek. Sungguh hatiku sakit karena ibu yang aku sayangi diperlakukan seperti pembantu oleh nenek dan tante widya.
Ibu tidak pernah bilang kepadaku tapi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri mereka mennyuruh ibu melakukan ini dan itu. Tapi, saat aku datang menghampiri mereka.
Mereka berpura-pura baik dihadapanku.
Selesai acara aku dan ibu membereskan semua baju kami dan membawa tas ke dalam bagasi mobil. Keluarga besar ayah meminta untuk lebih lama di sini. Tapi, aku dan ibu memberi alasan jika ibu barus mengerjakan sesuatu yang penting di rumah.
Karena, kelelahan aku langsung tidur dan lupa memberi kabar pada anji. Padahal dirinya mengirimku pesan untuk meminta ijin main futsal bersama teman-temannya. Sebelum aku membalas pesan. Aku sudah tertidur duluan.
Ponsel pun sengaja aku aktifkan ke mode hening. Agar tidak ada yang bisa mengganggu tidurku.