My Is Love

My Is Love
bab 22



Hari ini aku pergi ke kampus dan cafe sendiri. Dion sedang sakit di rumah. Setelah selesai dengan pekerjaanku lalu pulang ke rumah.


Aku memutuskan untuk menjenguk dion sambil membawa sup ayam dan susu sapi murni yang aku minta dari peternakan ayah tadi siang.


"permisi..." teriakku di depan rumah dion sambil mengetuk pintu


"eh, non sisil !" ucap bi minah saat melihatku di balik pintu


"dion gimana bi ?


udah sembuh ?" tanyaku


"belum non, den dion masih flu dan demam


yuk bibi anter ke kamarnya !" ucapnya


Aku mengikuti bi minah menuju kamar dion


"bi, mama kemana ?" tanyaku sambil celingukkan saat melewati ruang tamu


"nyonya pergi arisan non !"


"dion udah makan bi ?"


"dia tidak mau non !"


"maaf merepotkan bibi boleh sisil minta mangkuk, nasi dan panasin susu ini?" pintaku


"baik non !" ucapnya sambil mengambil nampan di dalam lemari


Aku membawa makanan itu ke kamar dion


"dion ?" panggilku di balik pintu


"sisil ?" tanyanya dari dalam


"iyah, aku boleh masuk ngg ?"


"masuk aja !"


Aku pun masuk bersama bi minah yang membawakan nampan makanan.


Lalu aku duduk di sebelah dion yang sedang berbaring.


"kamu sakit ?" tanyaku


"dikit, cuman flu aja sama demam !" ucapnya sambil bangun dan menyandarkan tubuhnya ke sisi atas ranjang


Aku menyentuh dahi dion yang agak panas


"non, den kalau begitu bibi pamit ke bawah dulu ya ?" ucapnya


Aku mengambil obat penurun panas lalu menempelkannya di dahi dion.


"ini apa ?" tanyanya


"buat nurunin panas !" ucapku sambil mengambil piring


"sekarang anak mama sisil makan ya sayang !" ucapku menggodanya


"aku ngg mau mama !" ucapnya menolak


"astaga dion, kamu itu setiap sakit pasti manja dan aku juga yang repot !" ucapku kesal


Memang dari kami remaja jika dion sakit pasti dia akan bersikap manja. Dan hanya aku yang bisa meluluhkannya supaya dia mau makan dan minum obat.


"ayolah, dion makan dulu ya !


aku janji jika kamu nurut aku akan memenuhi permintaanmu !" ucapku


"bener ya ? apa pun itu ?" ucapnya


Setelah itu dion mau menurut padaku dia menghabiskan makanan dan susunya. Lalu aku pun memberinya obat flu


"kasihan dion, dari tadi dia tidak berhenti batuk dan bersin !" batinku


"sil, sekarang aku tagih janji kamu !" ucapnya


"kamu mau apa ?" tanyaku


"aku mau tidur di paha kamu dan kamu mengusap rambutku !" ucapnya


"tuh, kan pasti dia minta itu sama seperti dulu" fikirku


"iya, tapi di sofa di luar aja jangan di sini !


gimana pun aku udah jadi anak gadis yang dewasa !" ucapku sambil berdiri dan menarik selimut dion


Dion pun menurut, dengan susah payah aku membantu mengangkat dion ke ruang tv yang ada di luar kamar dion.


Setelah sampai aku menyelimutinya dan aku mengangkat kepala dion ke pahaku. Lalu mengusapnya hingga dia tertidur


Aku pun memainkan ponselku sambil sebelah tanganku masih mengusap kepala dion yang sudah tertidur lelap.


Semenjak tadi hendry mengabariku jika dia sedang makan bersama bosnya di restoran yang bertema saung di tengah sawah.


Dia terus saja mengirimku banyak chat dan fhoto saat dirinya di sana.


Aku pun membalas pesannya seolah-olah aku ingin sekali ikut dengannya. Dia pun tertawa dan berjanji akan mengajakku jalan-jalan bersamanya.