
Saat aku ke dalam rumah ibu. Kulihat ibu sedang mengobrol dengan sammy.
"ada apa bu ?" tanyaku to the point pada ibu
"duduk dulu sayang !" ucapnya menepuk-nepuk sofa kosong di sebelahnya
Aku pun duduk si sebelah ibu dan menatap wajahnya seperti ada hal serius yang akan beliau bicarakan.
"ibu tadi dapet kabar dari keluarga paman kamu paman usep jika dia akan menikahkan adik sepupu kamu a'kiki di jawa !" ucapnya
"terus ?" tanyaku bingung
"ibu mau ikut ke jawa kak !" ucap dion
"lalu kakak harus gimana ?" semakin tidak mengerti
"ibu mau tanya kamu mau ikut atau di sini ?
kalo ikut nanti ibu kabari paman kamu tapi jika kamu tidak mau ibu mau meminta tolong !" ucap ibu menjelaskan
Aku hanya diam mendengarkan penjelasan ibu.
"ibu minta tolong buat kamu mengurus adik dan ayah kamu ?
apa kamu mau ?" tambahnya
"ouh, gitu aku ngg keberatan kok bu !
aku ngg ikut" ucapku sambil tersenyum
"kalo aku ikut kasihan dion dia tidak bisa memasak apalagi bi asih kan ngg ada !" tambahku
"baiklah kalau begitu, besok ibu berangkat diantar sammy ke rumah paman kamu
dan ibu pergi ke jawa selama seminggu !" ucap ibu lagi
"sam kamu ngg ikut ke sana ?" tanyaku melihat ke arah sammy yang sedang asyik dengan ponselnya
"ngg kak, sam malas pasti di sana sammy di jodohin ama ibu !" ucapnya sebal
"Sepertinya kakak ketinggalan berita nih !" ucapku menggodanya
"mau kakak bantu bu ?" tanyaku
"ayo jika kamu mau bantu ibu ?" jawabnya menoleh ke arahku
Aku pun mengekori ibu masuk ke dalam kamarnya. Ibu mengeluar kopernya dan aku membantu ibu memilih pakaian untuk ibu kenakan selama berada di sana.
Sungguh, saat-saat seperti ini membuatku teringat akan masa lalu. Saat aku belum menikah dengan dion kemana-mana aku selalu berdua bersama ibu. Ibu selalu mengajariku cara memasak dan membuat makanan khas sunda sampai aku bisa seperti ibu yang pintar memasak. Dia selalu memanjakanku apa yang aku pinta selalu dikabulkannya.
Sungguh aku beruntung mempunyai seorang ibu sepertinya. Selesai mengemas baju ibu ke dalam koper yanh di selingi canda tawa bersamanya. Aku pun keluar kamar ibu untuk mencari sammy.
"sam, kamu dimana ?" teriakku di ruang tv
"sam dibelakang kak !" teriaknya dari arah taman belakang
"kamu sedang apa di sini ?" tanyaku sambil menghampirinya
"sedang main game di sini !" ucapnya sambil masih sibuk dengan gadgetnya
"sam kakak mau tanya maksud kamu apa kamu mau dijodohin ibu ?" tanyaku sambil duduk di sebelahnya
Sammy pun menyimpan ponselnya dan langsung menatapku dengan serius.
"kakak tahu setelah kakak menikah ibu selalu bilang begini sama tetangga dan sanak saudara !" ucapnya sambil menirukan suara ibu
"liat aku punya anak bujang belum menikah belum punya pacar siapa tahu kalian punya anak perawan untuk si bungsuku ini !
gitu katanya kan sebel kak !"
"setiap ketemu sama orang ibu selalu menanyakan punya anak gadis ntukku
kan aku tidak mau kak seperti barang aja !
di tawarin sana dan sini !" ucapnya sebal
Aku hanya tertawa terpingkal-pingkal sampai mengeluarkan air mata dengan cerita sammy barusan. Sedangkan dia masih memanyunkan bibirnya mirip donald bebek.
Sungguh aku tak kuasa menahan tawaku mendengar ceritanya itu.