My Is Love

My Is Love
bab 31



Hubunganku dengan herdy semakin sekat setiap seminggu 2-3 kali pasti dia datang ke rumah untuk menemuiku.


"sayang tahun baru kamu mau ke mana ?" tanyanya saat kami sedang menonton di ruang tv


"di rumah aja, keluarga aku pasti ngumpul di sini !" jawabku sambil memeluknya


"aku ingin menghabiskan malam tahun baru sama kamu sayang ?" ucapnya mencium pucuk kepalaku


"ya udah kamu di sini aja !" ucapku sambil melepas pelukkanku dan menatap matanya


"aku mencintaimu sayang !" ucapnya mencium bibirku


Entah mengapa aku malah jatuh cinta pada herdy. Padahal aku ini salah telah merebut herdy dari anggit. Aku selalu sadar diri jika aku hanya selingkuhannya jadi aku tidak pernah mau menuntut apa pun dari herdy.


Perhatian, kasih sayang dan apa adanya dia membuatku jatuh hati padanya.


Dan saat-saat kebersamaan kami diganggu oleh mami dan tante imas yang datang ke rumah.


"mami, tante !" sapaku menghampiri mereka


"oh, itu pacar kamu sil ?" ucap mami sinis dan tatapan tente yang seperti memandang rendah herdy


"iya, kenalin ini pacar sisil !" ucapku memperkenalkan


"saya herdy tante !" memberi salam


Mereka malah menarikku ke luar rumah menjauh dari herdy.


"jadi ini pacar kamu yang kamu banggakan ?


sampai kamu menolak hendry yang mapan ?" ucap mami sedikit emosi


"tante ngg habis fikir kenapa kamu mau sama orang itu padahal hendry lebih segala-galanya dari dia ?" ucap tante tak kalah sinis


"kalo sisil udah terlanjur cinta gimana mami tante ?" ucapku


"keluarga besar kami kecewa terutama tante linda dia itu sangat menyayangi kamu dan juga anak angkatnya kalo kalian bersatu pasti keluarga juga ikut senang !


"jika mami dan tante mau mencari ibu, ibu tidak ada sedang membantu ayah di pertenakan. Jika mami dan tante hanya mau menghina pacar sisil silahkan pergi dari sini


maaf sisil sibuk !" ucapku sambil masuk ke dalam rumah


Aku pun kembali ke dalam rumah,


"apakah herdy mendengar obrolanku dengan mami dan tante ngg ya ?" batinku


"maaf sayang, tadi itu kakak dan adik ibu aku datang mencari ibu !" ucapku berbohong


"kenapa ngg nunggu aja sayang ?" tanyanya sambil mengusap rambutku dan mengecup keningku


"Mereka sibuk sayang jadi langsung pergi !" ucapku berbohong lagi


"sayang aku boleh bertanya sesuatu ?" tanyaku


"apa sayang ?" sambil memegang bahuku


"apakah kamu memperlakukanku sama dengan anggit ?" tanyaku menatap matanya


"iya, aku juga suka mencium dan memeluknya !" jawabnya


"apa kamu marah ? bagaimana pun jika aku berubah pasti dia akan curiga !" tambahnnya


"ngg aku cuman pengen tahu aja !" ucapku sambil tersenyum


"tapi, aku jarang bertemu dengannya karena rumah anggit jauh di cihampelas sana !" ucapnya


"sedangkan kamu cuman beda komplek aja jadi aku bisa sering ketemu kamu !" tambahnya lagi sambil mengusap pipiku.


Setiap herdy datang ke rumah aku selalu bermanja-manja dengannya. Dia selalu bisa membuatku nyaman saat bersamanya. Dan dia pun terlihat bahagia jika bersamaku.


Andai saja anji tidak meninggalkanku pasti aku akan seperti ini menghabiskan waktu dengannya. Sungguh bersama herdy membuatku seperti mengingat masa-masa indahku bersama anji.


Karena hari semakin sore herdy pun pamit untuk pulang. Tidak lupa dia mencium bibirku katanya untuk mengisi energi karena besok dia harus bekerja. Aku hanya tersenyum padanya.