
"kenapa kamu tidak bilang jika kamu bertemu dengan vini ?" tanyanya saat masih memelukku
"aku fikir itu tidak penting jadi aku tidak memberi tahumu !" ucapku di dalam pelukkannya
"iya, memang tidak penting tapi perlakuaannya membuatku muak seperti merendahkan kamu sayang !" ucapnya sambil melepas pelukkannya dan memegang kedua bahuku dan menatap ke arahku
"kenapa dia membenciku padahal aku tidak mengenalnya sama sekali dion ?" tanyaku penasaran
"kamu tahu dia sepupu herdy !" ucapnya
"apa ?" ucapku tak percaya
"Saat itu herdy memintaku untuk datang ke rumahnya dan ternyata sebenarnya herdy ingin mencomblangkanku dengan sepupunya itu ! beberapa kali dia berusaha mendekatkanku dengan vini tapi, aku tidak mau dan saat dia menyatakan cintanya aku menolaknya mentah-mentah !" ucapnya menjelaskan
"pantas saja dia melihatku seperti tadi, pasti dia berfikir apa bagusnya diriku sampai dion mau menikah denganku. Aku tidak cantik tidak memiliki badan bagus pantat dan dan dadaku saja standar seperti orang asia kebanyakan tidak besar seperti kim kadarshian !" ucapku dalam hati
"sayang kenapa kamu melamun ?" tanyanya membuyarkan lamunanku
"ah, tidak dion..
aku hanya sedang berfikir saja apa dia tahu masalahku dengan herdy dulu ?" tanyaku bingung
"Entahlah " ucapnya tidak peduli
"kamu tahu dion, saat aku bertemu dengan teman-temanmu terkadang aku berfikir apa aku pantas berada di sisimu ?
Saat kita masih sekolah pun aku selalu menunggu saat sepi tiba jika aku berangkat atau pulang bersamu karena aku takut jika semua orang tahu kita dekat !
aku takut hanya jadi benalu jika dekat dirimu !" ucapku tidak percaya diri
"apa yang kamu katakan sayang ?
kamu tahu aku mencintai kekurangan dan kelebihanmu !" ucapnya meyakinkanku
"yang terpenting aku dan kamu bukan meraka ! apa kamu paham ?" tanyanya
Dan aku hanya menganggukkan kepalaku
"aku kira kamu sudah bosan padaku !
dan aku kira kamu tidak mencintaiku lagi sayang karena kamu tidak cemburu saat aku dekat dengan wanita lain dan malah bersikap acuh seperti tadi di supermarket !" ucapnya sambil menunduk
"maafkan aku sayang, aku hanya tidak mau orang berfikir aku terlalu mengekang dan menekanmu sampai aku melarang kamu mengobrol dengan temanmu !" ucapku mengangkat dagunya
"aku mencintaimu sayang !" ucapku sambil mengecup mesra bibirnya
Dion menekan tengkuk leherku untuk memperdalam ciumanya. Dan segera menyalurkan kehangatannya kepadaku yang telah ia tahan sedari siang tadi.
Ciumannya perlahan-lahan turun kebawah dan saat tangannya menyelusup ke dalan kaos milikku.
kuruuuyuuuk....
Suara perutnya ingin segera di isi
"apa kamu lapar sayang ?" tanyaku menghentikan tangan dion di dalam baju kaosku
"aku bisa menahannya sayang ! kita selesaikan dulu permainan kita " ucapnya dengan penuh harap
tapi....
Kuruyuuk....
suara perut dion semakin terdengar nyaring di telingaku.
"hahah, sayang mending kita isi dulu perut kamu itu !" ucapku sambil membenarkan bajuku dan menarik dion ke bawah untuk makan malam
"tapi, janji kita melanjutkan permainannya ya sayang !" ucapnya menatapku
"janji sayangku !" ucapku sambil mencium pipi dion
Setelah itu aku dan dion turun ke bawah dan kami duduk di meja makan. Ternyata dari siang tadi dion belum terisi makanan. Pantas saja perutnya meminta untuk di isi sekarang.
Aku pun menasehatinya semarah apa pun dion terhadapku atau sebaliknya. Untuk tidak sampai melupakan kesehatannya tidak makan sama sekali seperti itu.
Aku tahu aku dan dion masih muda dan labil jadi ego kami masih sama-sama tinggi.