
Saat aku sedang melihat dokumen tentang pengeluaran dan pemasukkan kafe. Seseorang datang ke ruanganku. Tanpa kusadari dia berada di sebelahku melihat ke arahku .
"astaga dion, kamu mengejutkanku !" ucapku sambil melepas earphone di telingaku dan melihat ke arahnya
"kenapa kamu meninggalkanku ?" tanyanya dingin
"aku tidak tega membangunkanmu jadi aku langsung ke sini !" ucapku jujur
"kenapa ?" tanyanya lagi
"aku bosan di rumah ! dan aku sedang mengecek pengeluaran dan pendapatan kafe kita bulan ini !" ucapku lagi
"lalu ?"
"lalu apa ?"
"apa aku membuat kesalahan ?
aku tahu kamu kamu kesal padaku !" tanyanya terlihat putus asa
"Lebih baik kita duduk di sofa sepertinya kamu sedang ngelantur !" jawabku menariknya ke sofa ruangan kami
Saat dion sudah duduk aku menelpon pelayan untuk membawa susu coklat hangat untuk kami berdua.
"aku tahu kamu marah padaku ?" ucapnya dengan nada sedih
"marah kenapa ?" tanyaku pura-pura bingung
"ya, karena semalam aku tidak menemanimu dan malah mengobrol dengan linda !
apalagi dia memelukku dengan erat di hadapanmu !" ucapnya menjelaskan
"kamu itu terlalu berlebihan dion !
aku tidak marah padamu aku hanya bosan di rumah dan datang ke sini karena teringat pekerjaanku yang belum selesai !" ucapku mengelak
tok...tok...tok...
pelayan pun datang membawa minuman untuk kami
"ini minumannya pak, bu !" ucapnya sambil meletakkan minuman di atas meja
"iya, terima kasih !" ucapku pada pelayan dan dianggukinya
Lalu pelayan itu pun pergi meninggalkan kami.
"ayo diminum !" ucapku sambil meminum susu itu
"aku lebih suka kamu memarahiku dari pada menghindar seperti ini sisil !" ucapnya sedih melihat ke arahku
"kamu ini kenapa dion ? apakah kamu lapar ?" tanyaku
"dion, sepertinya kamu benar-benar lapar ya !
apa kamu tidak memakan sarapanmu di rumah ?" tanyaku sambil tertawa
Dion langsung menindih tubuhku.
"dion lepaskan, nanti ada yang liat !" ucapku sambil berusaha bangun dari tindihan dion
"aku tidak peduli, mereka juga tahu jika kamu istriku !" ucapnya ketus
cupp...dion mencium bibirku
"dion lepas !
aku mohon !" ucapku memohon
Dion malah semakin liar menghujaniku dengan ciumannya. Dan menahan tanganku untuk diam.
"sayang mmmh....hhmmmm...mmh..." ucapanku terpotong karena dion terus ******* bibirku
Setelah menciumku dion menatapku.
"dion, lepaskan aku !" dion pun menarikku ke dalam pelukkannya.
Dan mengusap punggungku.
Aku hanya diam tanpa berkata apa pun.
"apa kamu lebih suka pekerjaanmu dari pada aku ?
kamu tahu dari semalam aku menahanmya untuk tidak menyentuhmu !
maafkan aku sayang jika aku melakukan kesalahan,
aku mencintaimu sungguh !" ucapnya
"maafkan aku sayang aku yang salah ?" ucapku melepaskan pelukkan dion
Aku dan dion pun memutuskan pulang ke rumah. Saat perjalanan pulang tidak ada pembicaraan di dalam mobil.
Dion yang sedari fokus menyetir sedangkan aku fokus melihat keluar jendela.
Saat kami sampai di depan rumah, aku langsung masuk kedalam dan di ekori dion. Lalu duduk di sofa ruang tv.
Sungguh, aku baru pertama kali melihat dion seperti ini membuatku jadi takut untuk berbicara.
Biasanya dia akan bersikap konyol dan selalu menbuatku tertawa melihat diam seperti itu membuatku merasa sedih bercampur takut juga.
Aku hanya diam dan melihat acara tv di layar yang ada di depanku. Aku bingung memulai pembicaraan dari mana dengan dion.