
Setelah kejadian itu hari-hari kulewati dengan tenang. Kuliah dan bekerja menjadi rutinitas sehari-hariku saat ini.
Tak terasa sebulan berlalu, tante linda adik kandung ibu datang ke rumah mengunjungi kami.
"ya ampun sisil kamu udah besar ?" sapanya saat datang ke rumah
"iya tante apa kabar ?" tanyaku
"baik, kenapa tidak pernah main ke rumah ?" tanyanya
"aku sibuk kuliah tan !" ucapku
"tante apa kabar ?" ucap sammy memeluk tante
"ah, tante bosan bertemu denganmu !" ucapnya bergurau
"haha, tante masa ngg kangen sama aku sih ?" ucap sammy sambil tertawa
"kamu setiap hari selalu datang bermain dengan faris ngg pernah mengajak main tante !" ucapnya dengan nada dibuat-buat cemberut
"ih, ogah tan...masa aku maen sama tante-tante sih ?" ucap sammy sambil berlari
"awas ya kamuu....hahah !" ucapnya sambil tertawa
Tante linda adalah adik dari ibu dia tinggal di cihanjuang dan memiliki 4 orang anak. Dan yang seumuran denganku faris anak keduanya, yang pertama teh uli berbeda 3 tahun lalu adik faris, oci dan yang terakhir ilham.
Dan suaminya bernama syamsudin pane beliau orang batak. Tapi, sangat baik walau memang kadang serem juga jika mengobrol dengannya.
Setelah aku bercengkrama dengan tante linda aku pamit masuk kamar untuk mengerjakan tugas kampusku.
Di sisi lain..
Setelah kepergian sisil ke kamarnya, ibu dan tante linda mengobrol serius di ruang tamu.
"jadi apa yang ingin kamu bicarakan linda ?" tanya ibu
"begini kakak, aku mempunyai anak angkat namanya hendry umurnya 28 tahun
"lihat ini fhotonya " tambahnya sambil menunjukkan fhoto hendry
"gimana ? tampankan ?
Dia sedang mencari calon istri yang baik seperti sisil dan jika mereka menikah hendry bisa mengajak sisil mengelola pabrik minuman itu !"
"dan impianmu untuk menikahkan sisil akan segera tercapai kak " ucap tante
"tapi gimana ya lin, aku takut sisil tidak mau
apa kau tahu sisil menangis histeris saat dirinya tahu akan di jodohkan kemarin dengan tetangga sekaligus sahabatku yuni !" ucap ibu
"bahkan waktu itu keluarga mereka sampai datang ke sini untuk melamar sisil " ucap ibu lagi
"bagaimana kita menyuruh hendry untuk mendekati sisil ya pura-pura nomor salah sambung gitu ?" ucap tante linda bersemangat
"apa tidak apa-apa ?" tanya ibu
"asal tidak ketahuan saja, hahah !" ucap tante linda sambil tertawa
"kamu tahu kak, aku sayang dengan anak angkatku itu dan aku juga sayang dengan sisil
Jika mereka jadi menikah sisil akan tinggal di cihanjuan dekat denganku " tambanya lagi
"semoga saja rencana kita berhasil ya lin !" ucap ibu
Setelah menyusun rencana dan mendapat persetujuan ibu. Tante linda pun pamit untuk pulang karena sang suami sudah menjemput di depan. Sebenarnya ibu sudah menyuruh om sam untuk masuk. Tapi, karena takut anak-anak menunggu. Mereka pun langsung pamit pulang.
Aku pun turun ke bawah membantu ibu untuk menyiapkan makan malam. Akan tetapi tak seperti biasanya ibu terlihat sebahagia itu.
Apa saking rindunya dengan tante linda membuat ibu senang bertemu dengannya. Fikirku
Selesai memasak aku pun pamit ke rumah dion untuk mengerjakan pekerjaanku di rumahnya. Dan sekalian membawa makanan untuknya karena orang tua dion sedang pulang kampung 2 hari.