My Is Love

My Is Love
bab 56



Pagi hari telah menampakkan cahayanya. Karena sekarang ada bi lastri di rumah yang membantuku. Aku tidak perlu repot-repot bangun subuh lagi hanya untuk membereskan rumah.


Pekerjaanku sekarang hanya fokus mengurus dion, datang ke kafe dan kuliah.


Pernikahanku dengan dion sudah memasuki 6 bulan. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat yang kulalui bersamanya.


"sayang ayo bangun " ucapku membangunkan dion yang ada di sebelahku


"sebentar lagi sayang !" jawabnya malah semakin erat melingkarkan tangannya di perutku


Aku berusaha melepaskan tangannya untuk segera ke kamar mandi.


"sayang, nanti kamu terlambat !" ucapku sambil berbalik kepadanya da memencet hidungnya


"ya sudah aku bangun tapi, mandi bareng !" sambil membuka matanya


cupp...


kiss morning


Aku mengecup kilas bibir dion


Selesai mandi kami pun turun ke bawah dan memakan sarapan kami. Dion mengantarku sampai ke kampus. Aku pun turun saat kami sampai.


"Semoga sukses dengan sidangnya ya sayang !


biar cepet lulus !" ucapnya saat aku turun dari mobil


"iya, sayang terima kasih atas dukungannya !" ucapku sambil mencium pipi dion


Dion pun pergi meninggalkanku setelah aku masuk ke dalam kampus.


Sungguh hatiku merasa cemas untuk bertemu para dekan dan dosen yang akan mendengarkan persentasiku hari ini.


Saat namaku di panggil untuk masuk ke dalam ruangan sidang. Tatapan mereka seolah akan memakanku hidup-hidup. Tanpa senyuman mereka fokus melihat ke arahku.


2 Jam kemudian...


Akhirnya, aku berhasil menyelesaikan persentasiku di hadapan mereka. Walau awalnya aku gugup tapi kegugupan itu sirna setelah aku terbiasa dengan tatapan mereka dan fokus pada layar yang ada di depanku tadi. Dan mereka mengatakan jika aku lulus dan mendapat nilai yang bagus.


Segera aku keluar ruangan setelah berjabat dengan mereka dan mengucapkan banyak terima kasih.


Setelah keluar ruangan aku berjalan menuju depan kampus. Tapi, saat aku berjalan di koridor tidak sengaja seseorang menabrak tubuhku.


"aduh,.." ucapku terkejut saat seseorang menabrak tubuhku


"ngg, apa-apa kok !" sambil menunduk


"apa ada yang terluka ?" tanyanya cemas


"beneran ngg apa-apa cuman terkejut aja !" ucapku sambil tersenyum dan tak sengaja mata kami saling bertemu


Dia menatapku dan wajahnya semakin dekat ke wajahku.


"maaf apa bisa kamu melepaskan tanganmu ?" tanyaku canggung


"ah, maafkan aku !" sambil melepaskanku dan mundur menjauhi diriku


"kalau begitu aku permisi !" sambil tersenyum dan meninggalkannya


"maaf, bisakah aku mengetahui namamu ?" tanyanya sambil menarik tanganku


Aku menghentikan langkahku dan berbalik kepadanya.


"namaku willy !" sambil menyodorkan tangannya padaku


"aku sisil " sambil menjabat tangannya



"boleh kah aku meminta nomor teleponmu ?" tanyanya sambil mengeluarkan ponselnya


"maaf aku sedang terburu-buru !


lain kali ya " tolakku secara halus dan pergi meninggalkannya dan melambaikan tanganku


"dadaah....aku duluan !" sambil berlari


willy hanya memandangiku yang sedang berlari menjauh darinya.


Aku segera ke depan kampus karena sam sudah menjemputku di depan. Segera aku masuk kedalam mobilnya yang terparkir di sisi jalan raya. Saat aku masuk kedalamnya sammy langsung menjalankan mobilnya.


"pria tadi sangat ramah dan tampan !


ayolah, sisil kamu sudah punya dion jangan sampai jiwa playgirl mu ini kambuh lagi !" ucapku dalam hati


Sammy hanya memandang aneh melihat ke arahku yang sedang duduk di sebelahnya sambil memijat kepalaku.