
Dion pagi-pagi sudah datang kerumahku.
Dia mengajakku pergi jalan-jalan untuk melihat kebun teh di subang.
"emang kamu udah sembuh ?" tanyaku sambil memegang dahi dion
"udah kok, kan udah minum obat !" ucapnya sambil tersenyum
"ntar sakit lagi, mending diem aja di rumah " ucapku
"bosen 4 hari berbaring terus di kasur " rengeknya
"idih, jijay tau ngg masa udah gede ngerengek begitu ?" ucapku meledeknya
"udah, lain kali aja ! hari ini diem di rumah dulu " ucapku sambil menarik lengannya ke arah rumahku
"kamu mah nggseru sil !"
"diem, susah amat !
temenin aku nonton film aja mau ya ?" ucapku membujuknya
"ogah, nanti nontonnya drama korea yang bikin aku ngantuk !"
"gegabah dikau....
kita nonton film horor !
sengaja ngajak kamu soalnya aku takut sendiri hehe !" cengirku
"sudah kuduga ani kau hanya memanggilku jika ada perlunya sungguh terlaluuu .." ucapnya meniru suara rhoma irama
"hahah, aku mohon rhoma !" ucapku seperti ani
"baiklah, aku akan menemanimu asal nanti jika aku ke subang kamu harus ikut ?" ucapnya
"asyiiaappp !" ucapku sambil hormat padanya
Aku pun membawa laptopku ke ruang tv di atas dan membawa banyak makanan untuk menemani kita nonton.
"btw, sepi amat sil pada kemana ?" tanyanya sambil celingukkan
"pada ngumpul di rumah saudara ibu !" ucapku sambil memakan cemilan
"kenapa ngg ikut ?" tanyanya sambil mengambil makanan yang aku pegang
"males aja, pasti ditanya gini !
udah punya pacar, udah punya calon suami dan bla bla bla
Dia kan sensitive karena aku belum nikah juga !" ucapku kesal
"hahah, lagian ibu kamu aneh terobsesi banget liat anaknya nikah muda !"
"iya, bikin kepalaku sakit aja !"
"mmh, sil...." ucapnya
"kamu kenapa dion ?" tanyaku
"minggu depan aku wisuda terus aku mau pulang ke jakarta 2bulan !" ucapnya
Aku terdiam sesaat saat dion berucap seperti itu.
"kenapa ?" tanyaku sedih
"kamu jangan sedih gitu dong, aku mau nengok dan temen-temen aku di sana dan papa menyuruhku melihat perusahaan cabang di sana !" ucapnya
"tapi, kamu balik lagi kan ?" tanyaku memastikan
"ya iyalah, kafe aku kan di sini sama kamu juga !" ucapnya sambil mengusap pucuk kepalaku
"janji, kamu bakal balik ke sini !" ucapku memeluknya
"iya janji sisil sayaang !
udah jangan nangis gitu, kayaknya takut banget kehilangan aku " ucapnya sambil membalas pelukanku dan mengusap punggungku
"iyalah, sedih hanya kamu yang mengerti aku tahu ngg !
punya adik kerjanya pacaran terus udah bucin dia sama pacarnya sampe aku di lupaiin " ucapku melepas pelukkan dion
"hahah, mangkannya cari pacar sana jangan jomblo terus !" ucapnya meledekku
"kamu juga..." ucapku tak mau kalah
Kami hanya tertawa dengan dion selesai mengobrol aku dan dion fokus menonton film horor.
Sungguh dia sangat jahil selalu mengagetkanku saat hantunya keluar. Udah tahu aku penakut dia terus saja menakuti-nakutiku.
Sampai dion pulang ke rumahnya aku masih ketakutan aku meminta sammy untuk menemaniku tidur. Tapi dia menolak karena merasa risih tidur denganku.
Padahal dulu juga dia yang selalu memintaku tidur dengannya.
Dengan bujuk dan rayuanku akhirnya dia mengizinkanku untuk tidur bersamanya dengan syarat aku tidur di lantai bawah.
Aku pun mengambil bed cover untuk alasku tidur. Sungguh kalo bukan karena ketakutanku ini aku sih ogah tidur di lantai. Tapi apa daya ketakutanku mengalahkan semuanya.