My Is Love

My Is Love
bab 40



Acara resepsi pun di gelar. Ternyata tidak seperti bayanganku.


Aku terus berdiri dan menyalami para tamu undangan yang tidak ada habis-habisnya datang.


"ternyata lelah sekali jadi pengantin ?"bisikku pada dion


" iya, aku kira setelah akad langsung ke kamar !" ucap dion


Aku hanya melotot mendengarkan ocehan dion.


"sumpah ya ini c dion kenapa jadi mesum begini ? perasaan dulu ngg begini-begini amat !" ucapku dalam hati


Sudah jam 10 malam tamu masih ada yang datang. Sungguh aku lelah dan mengantuk sekali dibuatnya.


"sayang kalo kamu ngantuk ajak suami kamu istirahat di kamar !" ucap ibu menghampiriku


"tapi, bu gimana dengan tamunya ?" tanyaku bingung


"ngg apa-apa biar ibu aja, kamu pasti cape !" ucapnya


Aku pun mengajak dion pergi menuju kamarku. Saat memasuki kamar dion terlihat bingung.


"kamu kenapa ?" tanyaku


"pakaian aku gimana ?" tanyanya


"ini udah aku beliin piyama sekarang mandi terus ganti baju !" titahku


"iya !" jawabnya


Dion pun masuk ke dalam kamar mandi sedangkan aku segera membuka gaun pengantinku.


"duh, kenapa susah yah nurunin resletingnya ?" ucapku kesal meraih resleting di punggungku


"kan ada aku kenapa ngg minta bantuan ?" tanyanya sambil menurunkan resletingku


"dion ?bukannya kamu masuk ke kamar mandi ?" tanyaku


"iya, tapi aku ingin sama kamu sayang !" ucapnya memelukku dari belakang


"hehe, sayang aku gerah aku mandi duluan kalo begitu ?" ucapku sambil nyengir canggung


"biar cepet mending sama-sama !" godanya


"ngg, aku mau mandi duluan weekk !" ucapku berlari masuk ke dalam kamar mandi sambil menjulurkan lidahku


"awas ya kamu sayang !" ucapnya di balik pintu


"hahah, lucu banget dion !" ucapku lalu mandi


selesai mandi aku keluar kamar mandi tapi aku tidak menemukan dion


"kemana dia ?" batinku


Aku bermimpi seorang pria datang dan mencium bibirku, Sungguh begitu terasa nyata sampai aku tidak bisa bernafas.


"ya ampun dioon !" teriakku membuka mata dan mendorong tubuhnya


"kamu kenapa sayang ?" tanyanya


"aku kehabisan nafas tahu !" ucapku kesal


"kalo begitu sini biar aku kasih nafas buatan buat kamu !" ucapnya


"ngg, malah nanti makin sesek nafasnya ! haha" ucapku tertawa


"coba dulu siapa tahu nanti ketagihan ?"


"ngg, makasih dion !" ucapku


"kamu habis dari mana ? kok aku cari kamu ngg ada ?" tanyaku


"dari rumahku, emang kamu ngg cium aku udah wangi begini ?" tanyanya


"eh, iya udah wangi !" ucapku sambil mencium aroma tubuh dion


"eh, iya piyama nya lucu kan ?" tanyaku


"iya lucu sini hape kamu !" pintanya


"buat apa ?" tanyaku bingung


Dion pun mengambil ponselku lalu dia bergaya di depan kamera.



"simpan baik-baik fhoto suami imutmu ini ya sayang ?" ucapnya membuatku geli


"baik sayangku aku akan menimpannya !" ucapku tertawa.


"sil, apa boleh aku minta hak ku ?" tanyanya dengan wajah serius


"kenapa kamu bertanya dion ?


aku kan istri kamu sudah mewajibanku untuk melakukannya kan ?" jawabku sambil menatap ke arahnya


"walau kita sudah pernah melakukannya tapi aku sadar waktu itu kamu terpengaruh obat dan tidak mengingatnya !


aku takut kamu tidak mau melakukannya padaku !" ucanya


"dion, aku istri kamu sekarang sudah kewajibanku untuk melayani suami !" ucapku tulus


"terima kasih sayang !" ucapnya mencium keningku