My Is Love

My Is Love
bab 14



Seperti biasa aku berangkat kuliah diantar sammy. Karena, dion sedang sibuk dengan skripsinya membuat kami jarang bertemu.


Semenjak kuliah aku selalu menyendiri tidak punya teman dekat. Wiwin yang memutuskan untuk menikah muda sedangkan tika dan iis kuliah di universitas lain.


"aah, aku jadi merindukan mereka !" ucapku dalam hati saat melihat fhoto mereka di dalam ponselku


Aku memasukkan ponselku ketika dosen masuk.


Setelah kelas selesai aku memutuskan untuk pergi ke cafeku. Dan saat aku turun dari bis aku melihat sosok yang tak asing sedang bersenda gurau dengan pasangannya di dalam cafeku itu.


"anji !" gumamku pelan


"ternyata ini alasan dia meninggalkanku karena dia sudah punya kekasih dan lihatlah kekasihnya itu begitu cantik, sexy dan modis sekali !" ucapku dalam hati


Kulihat wanita itu meninggalkan anji menuju toilet.


"kebetulan kita bertemu di sini !" ucapku menghampiri anji


"kamu ?" ucapnya terkejut


Dia melihatku dengan tajam seolah-olah matanya berkata jika kedatanganku sangat tidak diharapkan.



Sebenarnya aku takut melihat anji menatapku seperti itu. Tapi, aku ingin tahu dari mulutnya sendiri kenapa dia meninggalkanku tanpa sebab. Karena, saat itu kami masih baik-baik saja.


"akhirnya kita bertemu kembali !


aku hanya ingin bertanya kenapa kamu tidak dapat dihubungi ?" tanyaku


"aku sudah bosan denganmu !" ucapnya dingin


"ouh begitu ?" ucapku berusaha tegar


"sayang kemari ! " ucapnya kepada wanita yang ada di belakangku


"iya sayang, ini siapa ?" tanya wanita itu sambil merangkul manja lengan anji


"dia hanya pelayan di sini ! dia berkata makanan yang kita pesan habis.


lebih baik kita keluar dari cafe ini !" ucapnya sambil berlalu meninggalkanku.


Setelah mereka pergi aku masuk ke dalam ruanganku. Aku menangis di dalam toilet selesai menangis aku mencuci mukaku. Dan sungguh aku terkejut saat kubuka pintu dio ada di sana.


"kamu kenapa ?" tanyanya padaku


emang kenapa ?" ucapku berusaha untuk tersenyum


Dion pun memeluk tubuhku erat.


"kamu jangan menyembunyikan kesedihanmu !" ucapnya sambil menepuk punggungku


"aku ngg apa-apa kok dion !


terima kasih sudah mengkhawatirkanku !" ucapku melepas pelukkannya


"apa ini masalah perjodohan yang kamu alami ?" tanyanya


"apa ?" tanyaku bingung


"sammy udah cerita semuanya, kamu tidak mau dijodohkan kan ?"


"aku bisa mencari pasanganku sendiri tapi ibu ingin aku cepat-cepat menikah


padahal umurku baru 18tahun !" ucapku sedih


"jika memang kamu tidak mau dijodohkan kamu bicara baik-baik dengan ibumu jika kami bisa mencari pasangan sendiri !" ucapnya sambil mengusap pucuk kepalaku


"iya, aku akan berusaha membujuk ibu !" sambil tersenyum padanya


"gitu dong, saat kamu menangis kamu terlihat jelek !" ucapnya meledekku


"emang kamu tampan ?"


"iyalah, banyak cewek yang antri padaku ?" ucapnya bangga


"tapi, kenapa kamu jomblo terus ?"


"itu karena aku sangat pemilih jadi tidak sembarang cewek bisa menjadi kekasihku !"


"bilang aja jones !


jomblo ngenes hahha" ucapku meledeknya


"enak aja !" ucapnya tidak mau kalah


Setelah agak tenang dion mengajakku untuk mengerjakan pekerjaan kami. Agar bisa melupakan sejenak permasalahanku. Dirinya berjanji jika dia akan membantu ku untuk tidak melanjutkan perjodohan itu.


Aku merasa bersalah pada dion, sebenarnya aku tidak begitu mempersalahkan perjodohan ini. Tapi, aku malu padanya jika harus berbicara jujur jika pacar yang aku tunggu selama ini. Pergi begitu saja meninggalkanku demi wanita lain yang lebih segala-galanya dariku.