My Is Love

My Is Love
bab 23



Setelah dion tertidur lelap kurasakan pahaku kesemutan. Aku pun memindahkan kepala dion ke bantal dengan hati-hati.


Sungguh dion sangatlah manja jika sedang sakit begini. Mungkin karena dia jarang sakit dan orang tuanya yang selalu sibuk dengan urusan di luar ditambah dia anak tunggal membuatnya kesepian.


Flashback on


Saat aku baru memasuki sekolah menengah pertema atau SMP. Seseorang baru saja pindah ke sebelah rumahku yang baru selesai di bangun.


Orang itu bernama dion dia pindahan dari jakarta. Karena orang tuanya yang pindah kerja di sini. Dan tak lama kemudian papa dion membuat perusahaannya sendiri dan ingin menetap di sini. Karena, sudah jatuh cinta dengan kota bandung.


Dion adalah sosok anak yang pendiam, jutek dan dingin terhadap semua orang. Entah mengapa itu semua tidak berlaku padaku.


Pertama bertemu dia memang jutek dan dingin tapi mungkin karena sifat ceriaku membuatnya menjadi terbiasa dan bisa berteman denganku.


Setiap hari aku selalu mengajaknya pergi bersama ke sekolah. Dia selalu bilang bahwa perempuan itu merepotkan tidak bisa bersikap anggun dan selalu bersikap centil dan heboh saat melihat pria tampan. Dia tidak suka dengan itu semua.


Tapi, berbeda denganku yang sepertinya acuh melihat pria. Dan membuatnya nyaman bila bersamaku.


Sebenarnya aku tidak mengerti apa yang dia ucapkan waktu itu. Tapi, saat aku masuk SMA mengerti akan cinta. Aku baru mengerti.


Dion adalah anak populer yang digilai wanita. Semua wanita mengemis cinta padanya sedangkan aku selalu bersikap biasa saja padanya.


Dan membuatnya nyaman bila berada di dekatku.


Tapi, yang aku bingung aku sudah berkali-kali gonta-ganti pasangan sedangkan dion.


Aku belum pernah melihatnya membawa pasangan.


Apa dia homo ? fikirku


Flashback off


Karena hari semakin gelap aku pun pulang dan meminta bi minah memberi dion obat tepat waktu.


Aku masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri. Lalu makan malam dan setelah makan seperti kebiasaanku langsung masuk kamar.


Dan seperti biasa hendry mengirimku pesan dia selalu saja begini. Menceritakan semua yang dialaminya setiap menit setiap jam padaku. Sampai membantu mantannya saja dia akan melapor padaku.


"kenapa ?" tanyaku


"dia bercerai dengan suaminya dan kembali bekerja di pabrik tempat kerja ku !"


"terus ?"


"kasihan aja dia tidak di beri uang sama suaminya padahal dia butuh untuk membeli susu anaknya !" ucapnya


"terus gimana ?"


"yah, aku beli.in aja anaknya susu formula !"


"ouh, "


"kamu marah ya ?"


"ngg, aku ngg marah malah aku bangga kamu punya sifat dermawan !" ucapku malas


"iya, habis itu aku beliin dia barang-barang pokok untuk dia makan !" ucapnya lagi


"iya,," jawabku


Aku hanya mendengarkan ocehan hendry tentang mantannya yang dulu begini dan yang sekarang begitu. Sungguh aku malas sebenarnya mendengar itu semua. Bukannya aku cemburu tapi, aku mengantuk mendengar dia yang sepertinya ingin kembali dengan mantannya itu.


Terus kenapa dia masih menghubungiku jika dia ingin kembali pada mantanya. Aku akan senang hati jika dia tidak akan menghubungiku lagi dan aku tidak perlu repot-repot memikirkan cara untuk menjauhinya.


"begitu sil !" ucapnya


"iya, kasihan ya dia !" ucapku sambil menguap


"kamu udah ngantuk ya ?


ya udah kamu tidur gih " titahnya


"iya, kamu juga segera istirahat ya !" ucapku sambil mematikan telepon