
Aku terdiam di dalam kamar tidak bisa keluar dan bi ijah selalu datang ke kamarku untuk mengantar makanan untukku.
"seminggu lagi kamu akan menikah sayang dengan dion !" ucap sang ibu pada sisil yang masih terdiam
"ibu, apa ayah masih marah padaku ?" tanyaku
"ayah sudah tidak marah sayang !" jawab ibu
"sungguh ? ibu sisil sangat menyesal
aku berjanji jika sudah menikah dengan dion aku tidak akan membuat ibu dan ayah sedih lagi !" ucapku pada ibu
"iya sayang, ibu pegang janjimu itu !" ucap ibu lalu pergi dari kamarku
Saat makan malam bi ijah memanggilku untuk turun ke bawah karena ayah sudah menungguku.
"ayah !" ucapku sambil memeluknya di meja makan
"maafkan ayah sayang membuatmu bersedih !" ucapnya
"tidak ayah justru sisil yang seharusnya meminta maaf karena telah membuat ayah kecewa !" ucapku tertunduk
"udah jangan dibahas lagi sekarang kita makan dulu !" ucap ibu
Kami pun hanya tertawa bahagia. Sungguh malam ini aku merasa senang karena ayah sudah memafkanku.
Kesibukkan terlihat saat hari kebahagianku semakin dekat. Ibu sudah membuat aneka kue kering dan menggoreng cemilan. Rumah pun sedang di dekorasi dengan indah dari depan sampai dalam rumah.
Sehari sebelum acara berlangsung dion datang ke rumahku. Dengan sembunyi-sembunyi tengah malam dion masuk ke dalam kamarku.
"astaga dion ? apa yang kamu lakukan di sini ?" tanyaku bangun saat aku mendapatinya dia sedang duduk menatap kearahku yang sedang tertidur
"aku ke sini ingin melihat calon istriku !" jawabnya sambil tersenyum
"pulang sana ! nanti ada yang melihat kita ?" ucapku takut
"sayang ! kamu pulang ya besok kan kita ketemu jangan sekarang " ucapku duduk di pangkuannya dan menggodanya
"baiklah kalau begitu cium bibirku dulu baru aku pergi !" ucapnya sambil menunjuk bibirnya
"mmuaach,,," aku mencium bibir dion lembut
"terimakasih sayangku ! kalau begitu aku pulang yah !" ucapnya mengusap pucuk rambutku lalu meninggalkanku
Ternyata dion naik ke kamarku menggunakan tangga. Aku hanya tertawa melihat kelakuannya yang tidak pernah aku bayangkan.
Setelah kedatangan dion aku menjadi tidak bisa tertidur.
Aku memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi rumah.
"ibu sedang apa di sini ?" tanyaku pada ibu yang sedang duduk di luar melihat pelaminanku.
"sayang kamu belum tidur ?" tanya ibu
"ngg bisa tidur ibu, ibu sedang apa di sini ?" tanyaku duduk di sebelahnya
"ibu hanya bahagia bisa melihatmu akan menikah besok, ibu harap kamu akan menjadi istri yang baik untuk dio dan selalu menuruti apa perkataan dion ?" ucap ibu
"kamu tahu ibu tidak bisa tidur karena tadi ibu mendengat tantemu tante widya sedang mengobrol dengan om wisnu di ruang tv !" tambahnya
"ngobrol apa ibu ?" tanyaku bingung
"kamu tahu saat anji datang ke rumah nenek untuk bertemu denganmu dia bilang pada anji kenapa mau kepadamu yang jelek ? lalu saat kamu berpacaran dengan herdy dia datang kerumahnya dan menghina keluarganya !
karena tidak sebanding dengan keluarga kita" ucap ibu
Aku hanya duduk mendengarkan penjelasan ibu
"itu alasan herdy berbicara seperti itu padaku saat aku menjenguk dia ke rumahnya dan anji yang lebih memilih wanita lebih cantik dan sexy dari pada aku ?" batinku
"tapi, ibu harap kamu tidak memikirkannya lagi karena itu hanya masa lalu dan ibu harap kamu bahagia dengan dion !" ucap ibu.