My Is Love

My Is Love
bab 12



"kakak ! ayah mau bicara duduk sebentar !" ucapnya


"ada apa ayah ?" tanyaku sambil duduk di sebelahnya


"kenapa kamu mau sama reza ?" tanyanya


"maksud ayah apa ?"


"udah rambutnya berwarna merah penampilannya juga tidak kayak anak baik-baik


ayah ngg suka !" ucapnya berbicara serius


"jadi apa yang ayah ingin ?"


"jauhi dia, entah mengapa ayah merasa tidak nyaman dengannya !


kamu tahu sayang hati orang tua tidak bisa dibohongi.


jika ayah merasa tidak enak pasti ada sesuatu !" ucapnya sambil memelukku


"iya, ayah..aku akan mencoba untuk menjauhinya pelan-pelan !" ucapku sambil membalas pelukkan ayah


Setelah mengobrol ayah menawariku martabak yang di bawa reza. Tapi, entah mengapa aku menjadi tidak bernafsu dan memilih pergi ke kamarku. Aku menjadi kefikiran dengan omongan ayah.


Flashback on


Saat bertemu yang kesekian kalinya dengan reza dia membawa temannya yang bernama firman. Dan kebetulan aku waktu itu pergi sendiri karena sammy sedang bermain game bersama dion.


"hai sisil ?" ucapnya menyapa


"hai reza, hai firman...


maaf aku telat datang !!" ucapku sambil duduk di hadapan mereka berdua


"ngg apa-apa kok, kamu sendiri ?" tanyanya


"iya adikku tidak bisa ikut !"


Kami pun mengobrol tentang keseharian kami masing-masing.


Saat tengah makan reza ijin ke toilet dan aku ditinggal berdua dengan firman.


"sil ?" panggil firman


"apa fir !" jawabku


"kok kamu serius begitu ?


emang mau ngomong apa ?" ucapku menatapnya


"sebenarnya reza itu sedang di kejar-kejar seorang wanita yang sedang hamil !" ucapnya


Aku hanya diam.


"dia meminta pertanggung jawaban reza saat kami ke klub malam !" tambahnya menjelaskan


"aku harap kamu tidak seperti wanita itu, dia suka mengobral janji jika dia akan menikahi wanita yang dia incar !" ucapnya lagi


"benarkah itu ?" tanyaku terkejut


"iyah, aku harap kamu tidak termakan rayuannya yah !


aku berbicara begini karena aku tahu kamu wanita yang masih polos dan belum mengerti yang namanya cinta !


kamu mengerti kan ?" ucapnya lagi


dan aku hanya mengangguk


Tak lama kemudian reza datang dari toilet. Setelah itu aku pergi meninggalkan mereka karena aku mendapat telepon dari ibu untuk segera pulang.


Flashback off


Aku berfikir di dalam kamar tentang ucapan firman dan ayah. Masa sih reza seperti itu fikirku. Sambil menatap fhoto reza di ponselku



"apa benar reza kamu seperti yang di ucapkan firman dan ayah ?" ucapku memandangi fhoto reza


Memang, reza waktu itu pernah bilang jika dia sedang di kejar-kejar wanita yang menyukainya. Tapi dia menolak karena dia lebih memilihku karena dia sudah bilang kepada ibunya jika dia sudah memiliki calon menantu. Dan tinggal sedikit lagi untuk mendapatkannya.


Tapi, jika wanita yang mengejarnya wanita hamil. Aku juga tidak mau dengan reza. Dia brengsek ternyata dia suka ke klub malam juga.


Aku pun mencoba menjauhinya dan aku meminta maaf karena pacarku sudah datang dari perantauannya dan kami akan segera menikah.


Dia terkejut dengan pernyataanku. Padahal dirinya mencintaiku tapi, ternyata tak menyangka aku berbohong jika sudah memiliki pacar lalu dekat dengannya.


Padahal itu cuman alasan saja, aku malas berhubungan dengan orang yang tidak jujur sepertinya.


Apalagi ayah sangat tidak setuju dengannya. Semenjak kejadian itu aku tidak pernah curhat lagi dengan ibu. Aku malu dengan ibu.