
Ibu sisil membawa sisil pulang ke rumahnya. Sedangkan dion akan pulang lagi ke jakarta untuk meminta keluarganya segera melamar sisil.
Saat sisil pulang ayah sisil dan sammy sudah ada di rumah menunggu kedatangan sisil.
"dari mana saja kamu ?" ucap ayah marah
"ayah sisil bisa jelaskan !" ucapku takut sambil menangis
"ayah, sudah jangan marah !" ucap ibu menenangkan ayah
"bagaimana aku tidak marah melihat anak perempuannya emalamam tidak pulang ke rumah ha'h ?" emosi sang ayah
"apa ayah mengajarkanmu seperti itu ?" tanyanya dengan emosi tinggi
Aku hanya terdiam dan menangis.
Sungguh baru pertama kali aku dimarahi dan dibentak ayah seperti ini.
Sammy dan ibu hanya diam menyaksikan aku dan ayah.
"jangan menangis, cepat katakan dari mana kamu semalam ?" tanya ayah sambil mendekat ke arahku
"aku dari rumah dion yah !" ucapku takut
"apa kamu tidak punya rumah ? ha'h sampai menginap ke rumahnya dan apa ini ?" tanyanya sambil menunjuk tanda merah di leherku
"apa dion sudah menidurimu sisil ?" tanya ayah emosi
Aku hanya mengangguk
"udah ayah, dion sudah berjanji untuk bertanggung jawab dengan sisil !" ucap ibu menenangkan ayah
"astaga sisil, ayah sungguh kecewa padamu !" ucapnya sambil terduduk dan menangis
"ayah maafkan sisil, aku mohon !" ucapku pada kaki ayah sambil menangis
"kamu sudah membuat keluarga kita malu sisil !" ucapnya
"sekarang dion kemana ?" tambahnya
"dion pergi ke jakarta untuk bicara pada orang tuanya !" ucap ibu
"Sekarang juga kita ke jakarta menyusul keluarga dion !" ucap ayah kepada ibu
"sekarang kamu masuk kamar sisil jangan harap kamu bisa keluar rumah sebelum kamu menikah dengan dion !" ucap ayah
"ayo kak, sammy bantu kakak masuk ke kamar !" ucap sammy mengangkat tubuhku dan membantuku masuk ke kamar.
Di dalam kamar aku masih terdiam termenung masih mencerna apa yang terjadi.
Di sisi lain..
Orang tua sisil pergi menuju jakarta untuk menyusul dion dan akan bertemu dengan keluarga dion.
Perjalanan bandung jakarta menempuh waktu 4 jam sampai ke kediaman papa dion.
Ternyata dion sudah berada di sana. Mereka di sambut oleh mama lyra karena papa frans sedang bekerja di perusahaannya.
"maaf kedatangan kami mendadak tanpa memberitahu terlebih dahulu " ucap ayah bagus
"tidak apa-apa pak bagus justru saya senang pak bagus dan bu lilis datang mengunjungi kami !" ucap mama lyra senang
"maaf sebelumnya saya tidak akan berbasa-basi kami ke sini untuk membicarakan sesatu yang penting kepada anda dan pak frans !" ucap ayah bagus lagi
"ada apa ya ?" tanya mama lyra bingung sedangkan dion hanya menunduk
"saya ke sini untuk meminta pertanggung jawaban dion untuk segera menikahi sisil anak saya !" ucap ayah dingin
"memang dion kamu melakukan apa pada sisil ?" tanya mama lyra pada dion
"dion udah nidurin sisil ma !" ucapnya gugup
"astaga dion, apa kamu tidak punya akal ha'h ?
mama kecewa sama kamu dion !" ucap mama lyra emosi
"lebih baik anda bersama suami membicarakan hal ini !
kami akan menunggu kedatangan kalian di bandung untuk membicarakan tanggal pernikahan anak-anak kita !" ucap ayah sisil beranjak pergi dari kediaman keluarga dion
"saya permisi mama bu lyra !" ucap ibu sisil.
Mereka pun pergi dari kediaman keluarga dion dan kembali pulang ke bandung.