
Malam semakin larut aku memutuskan masuk ke dalam kamar.
"loh, andri ngapain di sini ?" tanyaku pada andri yang sedang ada di dalam kamar
"ngambil hp andri teh !" jawabnya
"ouh, ketemu ?" tanyaku sambil menghampirinya duduk di sofa
"iyah, udah !" jawabnya memandangiku
"mmmh, teh andri boleh tanya sesuatu ngg ?" tanyanya seperti mau membicarakan sesuatu yang penting.
Aku pun mengubah posisiku menjadi menghadapnya
"tanya apa ?"
"apa yang tadi datang itu pacar teteh ?"
"iya, kenapa gitu ?"
"ngg tahu kenapa kok andri ngg suka yah liat teteh ama dia ?"
"maksud kamu gimana andri ?"
"kurang srek aja, kayaknya dia bukan cowok baik-baik deh teh !" ucapnya membuatku terkejut aku pun diam memikirkan omongan andri
"btw, andri boleh pinjem hape teteh ngg ?"
"ini !" sambil ku menyodorkan ponselku padanya
"simpan fhoto andri di ponsel teteh, andri juga bakal nyimpen fhoto teteh di ponsel andri.
Jika nanti andri nelpon teteh, teteh harus angkat ya !
soalnya andri suka dan iningin deket sama saudara cewek kayak teteh !" ucapnya membuat aku bingung
Andri pun mengembalikan ponselku kepadaku dan keluar dari kamarnya. Tak lama kemudian ibu datang dan mengajakku untuk tidur
"ibu !" ucapku saat berbaring di atas ranjang
"kenapa kak ?" tanyanya bingung
"menurut ibu anji gimana ?" tanyaku
"ibu, tadi anji kiss kakak !" ucapku pelan takut ibu marah
"gimana rasanya kak ?" tanya ibu penasaran
Sungguh reaksi ibu berbeda dengan bayangku. Aku kira ibu bakal marah
"kok ibu ngg marah ?" tanyaku bingung
"kak, ibu percaya sama kakak asal jangan melewati batas aja !
ibu ngijinin kakak ciuman tapi jangan sampai kebablasan yah sayang,
apalagi dengan sex bebas, ibu mohon kakak bisa menjaga mahkota kakak !" ucapnya sambil memelukku
"terima kasih ibu, kakak janji ngg akan ngecewain ibu !" ucapku sambil menangis
Setelah aku curhat dengan ibu, kami pun segera tidur menuju alam mimpi.
Saat pagi tiba aku turun ke bawah untuk mandi kulihat ibu sedang membantu nenek memasak.
Selesai mandi dan berganti pakaian ibu memberiku semangkuk bubur. Katanya sengaja di beliin andri buat aku.
Aku pun segera menghabiskan makananku dan duduk di sofa kamar. Tak lama kemudian ibu datang kembali membawa cemilan katanya dari andri lagi.
Itu anak kesambet apa kok aku disodorin banyak makanan begini ya batinku
Aku pun menerimanya dan meletakkan ke dalam tasku.
Karena, hari ini acara syukuran kelahiran baby shireen. Keluarga besar papa sangat sibuk dibuatnya.
Sedangkan aku hanya diam tidak membantu. Aku pun duduk di kursi taman belakang menemani kakek.
Seperti biasa dia akan bercerita tentang ayahnya yang seorang jendral dan semua kakak dan adiknya di paksa untuk sekolah militer. Dan saat dewasa mereka menjadi panglima angkatan perang lalu satu-persatu mereka gugur.
Dan yang tersisa tinggal 3 orang. Aku tidak begitu tertarik dengan cerita kakek. Saat dirinya bercerita keluarga besar ayah aku asyik bertukar pesan dengan anji.
Setelah pertemuanku dengannya kemarin anji dengan bangganya memperkenalkanku dengan teman-temannya di tempat dia bekerja lewat telepon.
Anji adalah pemilik restoran yang ada di daerah bandung. Tapi, aku tidak tahu apa nama restorannya. Yang aku tahu restoran itu mengusung makanan sunda.
Sungguh aku bahagia dengan anji yang selalu meminta izin kepadaku saat dia akan pergi ke mana pun.