
Malam pun tiba aku dan dion segera bersiap-siap untuk pergi ke pesta pernikahan teman dion.
"sayang ayo, kita berangkat !" ajaknya
"iya sayang, ini aku sedang memakai dress !" teriakku dari dalam kamar.
Saat aku turun ke bawah tak sengaja mataku dan mata dion bertemu. Dia juga melihat ke arahku yang sedang menungguku duduk di sofa.
"astaga, perasaan apa ini ? kenapa dion nampak tampan sekali tidak seperti biasanya apalagi di tambah jas membuatnya semakin mempesona saja !" ucapku dalam hati
"kamu kenapa sayang ? kenapa melamun ?" tanyanya membuyarkan lamunanku
"ah, tidak apa-apa ! ayo kita berangkat !" ucapku mengalihkan pembicaraan
Padahal dalam hati aku merutuki jantungku yang semenjak tadi berdetak dengan cepat karena melihat dion yang begitu tampan.
Kami pun sampai di depan gedung resepsi. Mungkin kami datang terlalu larut karena sibuk di cafe membuat kami telat datang.
Saat kami mencari pengantin untuk memberi selamat. Tak pernah aku bayangkan seorang wanita yang masih memakai gaun pengantin melompat ke arah dion dan memeluknya dengan erat. Entah, apa yang ada di fikiran wanita itu. Dia mengabaikanku istri dion yang ada di sampingnya yaitu aku. Aku cuman terdiam saat mereka berdua mengobrol dengan dekatnya.
Sungguh, hatiku merasakan cemburu yang begitu panas. Bagaimana perasaan istri saat dia melihat suaminya di peluk mesra oleh wanita lain. Dari pada hatiku sakit melihatnya aku meminta izin pada dion untuk mengambil makanan.
"Sayang kamu mau ke mana ?" tanyanya padaku saat aku melangkahkan kakiku menjauh darinya
"aku mau mengambil makanan, kamu silahkan aja mengobrol dengannya !" ucapku sambil tersenyum lebar padahal dalam hati aku mencaci maki dion
"oh, ya sudah aku menunggu di sini !" ucapnya dan aku menganggukinya
Aku pun mengambil makanan dan minuman yang di sediakan di sana. Dan saat aku mencari tempat duduk aku menemukan meja kosong di pojok dan langsung duduk di sana.
Tapi, saat aku menikmati makananku seseorang datang menghampiriku.
"boleh saya ikut duduk di sini ?" ucapnya sambil menunjuk kursi di depanku
"silahkan !" ucapku ramah mempersilahkannya duduk
"iya, namaku sisil !" ucapku memperkenalkan diri
"namaku lucas aku teman dion dan linda saat masih SMA" ucapnya sambil memakan makanannya
"oh, iya senang berkenalan dengan anda !" ucapku sopan
"saat kalian menikah aku datang ke pernikahanmu jadi aku masih mengingat wajahmu !"
"maaf, kau tidak mengenalimu !" ucapku menyesal dia hanya tersenyum
"kamu tahu linda itu menyukai dion sampai pernah menyatakan cintanya pada dion tapi, dion menolaknya mentah-mentah !" ucapnya
Aku hanya terdiam.
"Pantas saja dia meninggalkan suaminya dan malah mengobrol dengan dion !
tapi, kenapa dion tidak menerimanya padahal di bandingkan diriku linda sungguh sangatlah cantik dan menarik !" batinku
"kamu tahu sisil, dion itu adalah lelaki populer di sekolah.
banyak wanita yang mengejarnya dan tanpa malu-malu menyatakan cintanya pada dion hana, vinie dan linda !" ucapnya lagi
"ouh, gitu ya ?
aku tidak pernah tahu karena waktu SMA aku hanya fokus pada pelajaran !" ucapku jujur
"tapi, kamu jangan khawatir dion pasti setia padamu dan mereka hanya masa lalu !" memberiku semangat
"kalau begitu aku pamit ya sil !
aku harus pulang !" lucas pun bangun dari duduknya dan pamit padaku.
Aku menganggukkan kepalaku padanya sambil tersenyum dan dia pun melambaikan tangannya padaku.