
Saat kami selesai berbelanja dion segera menarikku ke dalam mobil. Setelah memasukkan belanjaan kami ke dalam bagasi mobil.
Lalu segera menyalakan mesin dan segera pergi dari supermarket. Sungguh dion membuatku takut terlihat dari wajahnya yang sedang cemberut.
Flashback on
Saat kami sedang dalam supermarket dion di sapa oleh teman SMA nya. Dia adalah hana kakak kelasku sekaligus teman sekelas dion yang pernah menyatakan cinta padanya.
Aku sengaja meninggalkan mereka berdua di sana. Karena, aku tahu pasti mereka akan mengobrol lama mengenang masa lalu mereka.
Tapi, saat aku meninggalkan mereka dan fokus dengan belanjaanku tak sengaja aku bertemu dengan tante yuni.
"eh, sisil kamu apa kabar ?" tanyanya saat aku sedang mengambil sayuran di etalase rak
"siang, tante ! sisil baik, tante sendiri gimana ?" tanyaku padanya ramah
"tante baik, kamu tahu randy sekarang sudah berubah !" ucapnya
"maksudnya gimana ya tante ?" tanyaku bingung
"randy sekarang sudah bisa mengendarai mobil dan bisa chat line dan aplikasi lainnya dan kamu tahu kemarin dia punya pacar namanya sama dengan kamu sisil !" ucapnya dengan bangga
Aku hanya diam mendengarkan tante yuni berbicara.
"mau gimana juga bodo amat apa urusannya denganku !" Batinku
Setelah puas berbicara tante yuni pamit untuk pergi sedangkan aku kembali membeli barang belanjaanku.
Flashback off
Saat kami sampai dion langsung memasukkan mobil ke garasi dan menutup pagar rumah dan pintu garasi dengan cepat. Aku segera menurunkan barang belanjaan dan menaruhnya di dapur.
Dan saat aku kembali ke garasi untuk mengambil belanjaan yang masih tertinggal di dalam bagasi dion nenarikku tanganku paksa sampai aku terkejut dibuatnya.
"kamu kenapa dion ?" tanyaku bingung
"aku yang harus bertanya kepadamu kenapa kamu meninggalkanku dengan hana tadi di supermarket ?" tanyanya marah
"aku sangat membencinya ! kamu tahu !" ucapnya dengan emosi
"dia kan baik, dulu sewaktu kita sekolah juga dia kakak kelasku jadi kenapa kakak membencinya ?" tanyaku bingung
"kamu tahu dia pernah mengejar-ngejarku, saat kamu meninggalkan kami berdua dia terus saja bertingkah memuakkan di hadapanku !" ucapnya ketus
"aku kira kalian berteman baik, sudahlah sayang jangan di bahas lagi aku cape mau istirahat !" ucapku meninggalkan dion sendiri di garasi
"salahku dimana coba ?
membiarkan suaminya mengobrol dengan teman semasa SMA !" fikirku
Selesai membereskan belanjaan ke dalam lemari aku memutuskan memasak makan siang. Satu jam aku berkutat di dapur dan menatanya di atas meja makan.
Segera aku mencari dion yang sedang berada di ruang kerjanya di dekat dapur untuk menyuruhnya makan siang.
"dion, ayo makan siang !" ajakku sambil masuk ke dalam ruang kerjanya
"hmmm!" jawabnya dengan tatapannya yang masih di depan layar komputer
Aku mendekat menghampirinya.
"ayo, pasti kamu laper kan ?" ajakku sambil menarik tangannya
"pergilah sisil kamu menggangguku !
nanti aku makan" ucapnya ketus
"ya udah terserah !" ucapku tak peduli dan meninggalkannya di ruang kerja.
Aku segera ke meja makan dan memakan makan siangku. Saat aku tengah makan siang tiba-tiba ponselku berdering. Kulihat notifikasi pesan dari ibu yang menyuruhku untuk ke rumahnya.
Tanpa meminta izin pada dion segera aku menyelesaikan makananku dan langsung pergi ke rumah ibu.
"aku tahu dion sedang marah jadi aku membiarkannya mendinginkan kepalanya !" ucqpku dalam hati