My Is Love

My Is Love
bab 51



Aku hanya terdiam di ruang tv melihat dion yang sedang duduk di atas meja.


"sayang cepet ke sini aku udah laper !" ucapnya manja sambil menepuk-nepuk pahanya


"ini orang sumpah, ya ngeselin banget !" ucapku dalam hati


Aku pun nenghampiri dion dan duduk di pangkuannya.


"kenapa ngg bikin nasi goreng ?" tanyanya sambil mengunyah sandwich


"lagi males, tadi bi asih ngg ke sini jadi aku ngg keburu masak !" ucapku sambil menggigit sandwich yang di sodori dion


"jadi kamu yang bersihin rumah sendiri ?" tanyanya tidak percaya


"iya, kata mama bi asih anaknya sakit di kampung jadi aku yang beresin rumah, nyuci baju dan lainnya !" ucapku sambil menghela nafas


"sayang kenapa kamu ngg bilang ?


kan aku bisa bantu !" sambil menatap ke arahku


"emang kalo aku bilang kamu mau bantu ?"


"ya, ngg juga !" ucapnya datar


"ih, kamu mah nyebelin tau ngg !" ucapku pura-pura cemberut


"hahah, emmmuch !" tawanya sambil mencium bibirku lalu memelukku dengan erat


Aku hanya diam di pangkuan dion


"jika kamu bilang aku kan bisa nyari bibi yang baru !


kan kasihan bi asih di suruh bantuin kamu di sini juga !" ucapnya sambil melepas pelukkannya dan mengusap pipiku


"mmmh !" jawabku sambil mengunyah makananku


Selesai sarapan aku mengajak dion untuk pergi menggunakan mobil. Karena, bahan-bahan di dapur telah habis aku berfikir untuk belanja mumpung hari libur juga.



"jadi kita ke mana ?" tanyanya saat selesai memasangkan seat belt padaku dan dirinya


"ke supermarket aja yang agak jauh biar sekalian jalan-jalan !" jawabku bersemangat


"kamu ini sayang orang lain mintanya belanja baju atau jalan-jalan ke mall.


kamu mah malah pengen beli sembako !" ucapnya sambil tertawa lalu menjalankan mobilnya


mending uangnya di tabung !" jawabku sambil melihat ke depan


"kamu menggemaskan sayang !" sambil mengusap pucuk rambutku


Di perjalanan aku mulai bosan dan dion fokus dengan setirnya. Tiba-tiba sebelah tangan dion mengusap paha mulusku.


Karena, saat itu aku memakai rok dion sengaja menaikkan rokku sedikit ke atas.


Aku mendiamkannya dan fokus ke layar ponselku. Tapi, semakin ke sini tangannya semakin ke atas dan membelainya dengan lembut.


Saat kulihat dirinya dion masih fokus memandang ke arah depan.


Sedangkan diriku semakin gelisah dibuatnya.


"aah,......" desahku lolos begitu saja dari mulutku


Dion menepikan mobilnya saat di tempat sepi. Lalu mematikan mesin mobilnya dan menciumi leherku sambil tanganya menyelusup ke dalam rokku.


"mmmh....." desahku saat dion menyesap keras leherku


Saat tangannya akan masuk ke lebih dalam rokku. Kesadaranku mulai kembali


"sayang, nanti di rumah yah !" ucapku memohon sambil menahan tangan dion dan dion pun berhenti


"kenapa ngg di sini aja sayang ?" tanyanya sambil menatapku


"nanti ada yang liat sayang !"


"ngg ada sayang !" sambil celingukkan


"sayang, di rumah aja yah nanti aku janji bakal pasrah deh !" ucapku dengan suara menggoda


"di sini aja sayang, aku udah ngg kuat !" ucapnya memelas


"sayang, plisss.....!" ucapku memohon


Akhirnya, dion menurut dengan ucapanku. Aku segera merapihkan kembali pakaianku dan kembali membenarkan lipstikku.


Setelah itu kami, pergi ke dalam supermarket.


Sungguh dion sangatlah lucu sepanjang aku memilih bahan pokok makanan dirinya terus saja menekuk wajah imutnya.


Aku sengaja berlama-lama di sana dan membeli perlengkapan dapur dengan komplit.