My Is Love

My Is Love
bab 33



Tak terasa sebulan telah berlalu hari ini aku akan ke rumah herdy untuk pertama kalinya. Dia sedang sakit jadi aku akan menjenguknya. Saat aku datang ke rumah herdy. Dia sudah menungguku di depan rumahnya.


"sayang terima kasih kamu sudah datang !" ucapnya sambil batuk-batuk


"ya ampun kasihan pacarku sakit ?


udah minum obat ?" tanyaku khawatir


"udah kok sayang !" ucapnya


"yuk masuk, tapi maaf rumahku tidak sebesar rumah kamu yang mewah !" ucapnya malu


"kok kamu ngomongnya gitu ?" tanyaku sedih


"iya kan emang aku anak ngg punya rumahku sederhana lalu papaku tidak tahu kemana dan aku pun cuman seorang pelayan di restoran !" ucapnya sedih


"kok kamu ngomongnya gitu ? udah ah mendinga ajak masuk nanti sakit kamu tambah parah gara-gara kelamaan di luar !" ucapku mengalihkan pembicaraan


"Kenapa herdy tiba-tiba berbicara seperti itu ?


tidak seperti biasanya dan dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku ?" batinku


Akun masuk ke dalam rumah herdy dan duduk di sofa. Karena, takut terlalu lama bertamu ke rumah herdy daru 30menit aku duduk. Aku sudah pamit untuk pulang.


"kamu jangan pulang dulu ?" ucapnya menahan tanganku


"aku ngg enak herdy ke rumah cowok lama-lama !" ucapku


Tiba-tiba herdy merasakan pusing di kepalanya. Aku membantu herdy masuk ke dalam kamarnya.


Saat aku sudah membaringkan herdy ke atas ranjang. Mataku melihat fhoto seorang wanita. Aku pun duduk membelakangi herdy


"itu anggit ?" tanyaku sambil meraih bingkai fhoto


"iya, apa kamu marah ?" tanyanya sambil mengubah posisinya menghadapku


"ngg, dia kan pacar asli kamu kenapa aku harus marah sedangkan aku cuman selingkuhan kamu !" ucapku dengan nada sedih


"sstt, walau dia pacar aku tapi aku selalu mencintai kamu sayang !" ucapnya sambil menaruh telunjuk jarinya ke bibirku


Herdy pun memberikan ponselnya padaku dan memelukku dari belakang sambil mengusap pucuk rambutku.


Aku membuka semua pesan dari anggit. Sungguh aku terkejut saat melihat isi pesan itu.


"apa dia sekasar itu dengan kamu ?" ucapku tak percaya


"iya, meurutnya itu bahasa yang sudah biasa !" ucapnya sambil tersenyum


"kok aku serem yah ?


aku ngg pernah nulis kata-kata kasar seperti itu walau dengan teman akrab sekali pun !" ucapku masih tidak percaya


"apa dia emang pacar kamu ?" tambahku


"iya sayang, dan aku tidak pernah berbicara lembut seperti ini dan itu cuman sama kamu aja sayang ?" ucapnya sambil mencium bibirku


"hanya sama kamu aja aku seperti pada pasangan pada umumnya !" tambahnya sambil mencium bibirku lagi dan berusaha melepas jaketku


Aku merasakan herdy suara nafasnya semakin memburu dan dia semakin ganas menciumku.


Kesadaranku mulai kembali dan aku mendorong tubuhnya.


"maaf aku tidak mau !" ucapku menghentikan herdy


"maaf, aku sudah melewati batas !" ucapnya bersalah


"apa kamu sudah melakukannya dengan anggit ?" tanyaku lirih


"ya kami sering melakukannya !" ucapnya tanpa beban


"maaf aku harus pulang !" ucapku


"apa kamu marah ?" tanyanya


"ngg cuman kaget aja !" jawabku


"baiklah, kalau begitu aku antar kamu pulang sampai jalan !" ucapnya lalu dia mengantarkanku


Aku pun meminta herdy menurunkanku di depan komplek rumah. Setelah itu aku pulang tanpa pamit padanya di pun pergi meninggalkanku. Sungguh aku masih terkejut dengan ucapan herdy tadi.


Entah mengapa aku menjadi ilfeel dan merasa jijik padanya.