
Saat aku sedang duduk di sofa sammy masuk ke kamarku.
"kakak kenapa ?
tadi sam denger suara jatuh kencang dari arah kakak " tanyanya melihatku sedang memijit pergelangan kakiku
"kakak jatuh di kamar mandi sam !" ucapku meringis
"sini sam liat ?" ucapnya sambil melihat pergelangan kakiku
"kak ini bengkak loh, sebentar sam panggil ibu dulu !" ucapnya panik dan meninggalkanku
Sesaat kemudian ibu datang dengan wajah panik dan melihat pergelangan kakiku.
"astaga kakak ini bengkak harus ke tukang urut !" ucap ibu
"iyah, bu sakit banget !" jawabku
Aku pun dibantu ibu dan sam berjalan ke bawah.
"anak ayah kenapa ?" tanya ayah terkejut
"jatuh dari kamar mandi yah !" ucap ibu
sambil menuntunku duduk di ruang tv
Ayah pun menyuruh supir untuk membawaku ke tukang urut yang dekat dari rumah.
"aawww....saki...iiii....iittt !" ucapku menjerit saat tukang urut memijat kakiku
"tahan ya sayang !" ucap ibu
Selesai di urut aku pulang ke rumah. Dan di sana aya sedang memarahi bi ijah dan bi lastri karena tidak menyikat kamar mandi dengan benar sehingga membuatku terjatuh.
"ayah, sudah..itu semua salah aku karena berlari !" ucapku bersalah
ayah pun menyuruh bi ijah dan bi lastri masuk ke kamar mereka.
"kamu sudah baikan sayang ?" tanya ayah
"sudah mendingan ayah !
tapi yah, gimana dengan sekolahku besok ?" tanyaku bingung
"kamu tidak usah sekolah saja !" ucap ayah
"nanti biar ibu yang menelpon wali kelasmu untuk meminta izin !" tambahnya lagi
Aku pun hanya mengangguk
"mmh, yah aku boleh minta sesuatu ngg ?"
tanyaku ragu
"anak ayah mau apa ?" tanyanya
"kalo aku buka cafe sama dion boleh ngg yah ?
"hebat anak ayah sudah mau belajar mandiri !
boleh sayang ayah akan mendukungmu " ucap ayah
"ibu bangga sama kamu sayang !" ucap ibu memelukku
Aku pun di di bantu ibu pergi ke kamarku.
Sebelum tidur aku membuka ponselku dan melihat siapa yang menelponku sampai aku terjatuh.
Ternyata nomor yang tidak di kenal masuk ke dalam ponselku.
"haah,, aku kira siapa yang menelpon ternyata tidak ada namanya !" ucapku kesal
Tapi, saat aku akan menyimpan ponselku. Tiba-tiba suara telponku berbunyi. Kulihat di layar ponsel nomor tadi yang menelponku.
"haloo...ini siapa ?" ucapku menjawab telepon
"halo ...ini siapa ?" jawabnya balik bertanya
"kok suara lelaki ya ?
terus kenapa suaranya bikin aku deg-deg.an yah !" batinku
"haloo, aku boleh kenalan dengan kamu ?" tanyanya
"emang ini siapa ?" tanyaku bingung
"aku anji hermawan !" ucapnya di sebrang sana
"aku sisilia wicaksono " jawabku
"loh kok kamu tahu nomorku ?" tanyaku sambil membenarkan dudukku
"ngg tahu juga, nomor kamu sudah ada di buku kontakku ?" jawabnya sambil tertawa
"ya tuhan suara tertawanya membuat jantungku tidak sinkron seperti ini ?" batinku sambil memegangi jantungku yang berdetak tidak beraturan.
Tak terasa sudah jam 10 aku dan anji mengobrol. Kami pun mengakhiri obrolan kami karena malam yang semakin larut.
"ya udah kamu istirahat yaah !
have a nice dream " ucapnya mengakhiri telepon
"iya, kamu juga !" jawabku
Sungguh anji sangat pintar mencari topik pembicaraan. Membuatku tidak bosan untuk mengobrol dengannya.
Aku jadi ingin bertemu dengannya.
Kenapa tadi aku tidak meminta video call dengannya yah. bodoh sekali
aku merutuki kebodohanku.