My Is Love

My Is Love
bab 26



Setelah pulang dari subang aku langsung membersihkan diri. Baru saja aku mau istirahat sammy sudah masuk ke dalam kamarku.


"kak, mana oleh-oleh ?" tanyanya sambil duduk di sisi ranjang


"tanya bi lastri dan bi ijah tadi kakak udah ngasih semua ke mereka buat di simpan " ucapku sambil duduk di sofa kamarku


"kak, banyak ngg ?" tanyanya membuatku curiga


"awas yah kamu, kakak tau kamu mau ngasih pacar kamu kan ?" ucapku memarahinya


"ih, kakak minta dikit aja buat oleh-oleh ke camer !" ucapnya memohon


"ya udah minta sama bi asih nanas aja kalo bolu sama ketan buat ayah, ibu dan bibi !" ucapku mengalah


"terima kasih kakakku yang cantik !" ucapnya sambil memeluk dan mencium pipiku lalu pergi meningvalkan kamarku


"sammy, jijik tahu !" teriakku sambil mengusap pipiku bekas ciuman dari sammy


drrttt ...drrttt...


ponselku berbunyi


"apa ?" jawabku kesal


"kamu kenapa sayang ?


kamu marah sama aku ?" tanyanya di sebrang telepon


"****** ini herdy ternyata yang menelpon aku kira siapa ?" batinku saat aku melihat nama yang tertera di layar ponsel


"maaf sayang aku lagi kesal sama sammy tadi !" ucapku bersalah


"emang dia ngapain sayang ?"


"dia cium pipi aku !"


"apa ? sini aku cium pipi kamu ! mmuaach, mmuaach " ucapnya


"aku jadi pengen ketemu kamu deh sayang !" ucapnya


"gimana kalo malam minggu nanti kita ketemu ?


aku akan datang ke rumah kamu ?" tambahnya


"kebetulan hendry akan datang ke sini, sekalian aja aku ajak herdy ke sini dan ngenalin dia ke orang tuaku !" fikirku


"halo sayang, kamu di sana ?" tanyanya


"eh, iya..kamu ke sini aja sayang aku ingin sekali bertemu dengan kamu !" ucapku manja


"baiklah, kalau begitu aku tutup ya sayang teleponnya soalnya anggit mau ke sini !" ucapnya


"iya sayang !" jawabku


"beginilah kalo jadi yang ke-2 selalu saja di nomor duakan !" batinku.


Sebenarnya herdy sudah memiliki kekasih dan mereka sudah menjalin hubungan selama setahun. Tapi, dasar cowok playboy sudah punya kekasih masih saja mencari mangsa.


Dia selalu berkata jika dirinya tertekan bersama anggit karena sifat kekanakan dan egoisnya yang sangat berlebihan. Serta sifatnya yang selalu mengekang kebebasan dia.


Oleh sebab itu dia lebih memilih selingkuh denganku. Karena aku menurutnya selalu membebaskan dirinya jika sedang bermain game online, tidak egois dan sabar.


Aku ingat saat dirinya tidak mengabariku selama 2 hari karena sibuk dengan anggit. Dia berfikir aku marah padanya dan tidak mau menghubunginya lagi.


Tapi, aku malah bertanya dengan keadaannya takut dia sakit atau kenapa-napa. Perhatianku yang membuatnya jatuh hati padaku.


Padahal dalam hati aku tidak peduli padanya. Mau mati juga bodo amat yang penting hendry membatalkan perjodohan kami itu niatku dekat dengan herdy.


Dan masalah ini hanya aku yang tahu. Semenjak anji meninggalkanku aku tidak pernah curhat lagi dengan siapa pun tak terkecuali dengan ibu.


Apalagi dengan dion, dia tidak pernah tahu jika aku pernah pacaran. Yang dia tahu banyak lelaki yang suka padaku lalu melamarku tapi, aku yang selalu menolak mereka. Dan jika dia tahu sekarang aku selingkuhan orang. Pasti dia akan memarahiku atau mungkin menjauhiku.


Itu yang ada di fikiranku. Aku takut dion menjauhiku dan tidak mau bersahabat denganku lagi karena kecewa padaku.