My Is Love

My Is Love
bab 19



Selesai masak dan membersihkan diri aku membawa rantang makanan untukku dan dion.


"dion aku sudah di depan rumah" ucapku saat di depan rumahnya di sambungan telepon


"kamu langsung masuk, kayak tamu aja pake bilang-bilang segala !" ucapnya disebrang telepon sambil tertawa


"emang pintunya ngg di kunci ?" tanyaku


"ngg, aku mau mandi dulu kamu tunggu aja ya di ruang tv " ucapnya


"siap tuan raja !" ucapku


Aku pun mematikan sambungan teleponku.


Saat aku masuk ke dalam, rumah itu terlihat sepi. Ibu memberitahu jika mama dan papa dion pulang kampung sambil membawa pemabntu mereka. Akhirnya aku memutuskan masuk ke dapur mengambil piring dan air minum di atas meja makan lalu menata makanan yang aku bawa.


"hei, sisil ! kamu bawa apa ?" ucapnya sambil mengahampiri di belakang tubuhku


"aku bawa....."


bruggh..


Aku mengusap keningku


"dion kamu kok ngg bilang sih ada di belakangku ?" ucapku kesal sambil menunduk dan mengusap-usap keningku


Dion menyentuh tanganku yang sedang mengusap kening.


"aduh, maaf sisil aku tidak tahu kamu akan berbalik menghadapku !" ucapnya sambil mengusap tanganku


Dan mata kami saling beradu


"dion kok kamu bengong ?" tanyaku


"ha'h ngg kok " ucapnya sambil menarik tangannya dan memalingkan wajahnya dariku


"kamu kenapa ?maaf deh aku yang salah !" ucapku meminta maaf


"ya udah kita makan aja yuk !" ucapku lagi


Aku menarik dion untuk duduk di kursi makan lalu mengambilkan nasi dan lauk pauk ke dalam piringnya.


"aku mah tetangga yang pengertian !" ucapku sambil tertawa


"andai aku bisa masak jadi ngg ngerepotin kamu !" ucapnya sedih


"kamu kok gitu sih ngomongnya ! aku ngg merasa direpotin kok justru aku senang ada yang suka dengan masakkanku " ucapku sambil mengusap lengan dion


"terima kasih ya sil " ucapnya sambil tersenyum padaku


"sama-sama dion !" ucapku sambil membalas senyumnya


Setelah makan malam selesai aku dan dion mengerjakan pekerjaan kami. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku diantar dion pulang ke rumah.


"padahal aku bisa pulang sendiri ion !" ucapku sambil berjalan


"aku ngg tega biarin kamu pulang sendirian " ucapnya


"kan rumahnya juga sebelahan dion masa harus dianterin sih ?" ucapku cemberut


"udah masuk sana !udah malem ngg baik anak gadis lama-lama di luar" titahnya sambil mengusap pucuk rambutku


"ya udah kamu hati-hati ya di jalan ya ?" ucapku


"tinggal lompat aja dari sini pake bilang hati-hati di jalan segala " ucapnya sambil tertawa


"hahah, up to you aja !" ucapku sambil melambaikan tanganku padanya


Saat aku akan memejamkan mataku layar ponselku menyala menandakan ada 2 pesan masuk dari nomor yang berbeda.


Aku pun membalas pesan ke dua nomor tersebut. Mereka pun membalas pesanku lagi.


Ternyata yang satu bernama hendry dan yang satu lagi bernama herdy.


Lumayan buat hiburan aja jadi aku membalas chat mereka berdua.


Walau yang bernama hendry agak kaku tapi aku suka karena dia selalu membalas dengan cepat.


Sedangkan herdy dia sangat menyenangkan dia mempunyai topik pembicaraan yang membuat aku tidak bosan bertukar pesan dengannya.


Karena, waktu semakin larut aku pun memutuskan untuk mengakhiri acara tukar menukar pesan itu. Lalu aku pun memejamkan mataku untuk pergi ke alam mimpi.