My Is Love

My Is Love
bab 27



Hari ini dion wisuda tapi, aku sengaja tidak datang ke acara wisudanya dan akan memberikan pesta kejutan untuknya di rumah. Aku sudah miminta bantuan mama lyra untuk sekongkol memberikan kejutan untuk dion.


Dari kemarin aku sudah memesan kue tart dan karangan bunga untuknya dan sebuah hadiah special yang akan kuberikan untuk dion.


Hari semakin siang aku dengan setia menunggu kedatangan dion di rumahnya. Suara mesin mobil pun terdengar dari depan rumah. Dan saat dion membuka pintu.


"suprisse....!" ucapku sambil menarik pintu


bruuugghh...


Suara orang terjatuh


Karena aku tidak tahu dion mendorong pintu dan aku menariknya. Akhirnya dion jatuh di atas dan menindih tubuhku.


Kami berdua saling menatap dan saat aku melirik ke bawah, bibirku terasa perih.


"aawh,,," ucapku sambil mendorong dion yang diam di atas tubuhku


"kamu ngg kenapa-kenapa sayang ?" tanya mama lyra sambil membantuku bangun


Dion masih diam mematung dan langsung bangkit dari posisinya. Tanpa membantuku


"ngg apa-apa mama lyra !" ucapku sambil menyentuh bibir bawahku


"tunggu sebentar !" ucap mama lyra masuk ke dalam


"ya ampun sisil maafkan aku !" ucapnya bersalah sambil memegang kedua bahuku saat kesadarannya kembali


"kamu itu yah, malah bengong !


lihat bibir aku berdarah " ocehku melihat wajahnya


"maafkan aku sisil aku tidak tahu jika kamu akan membuka pintu, aku kehilangan keseimbangan saat kamu menarik pintu dengan kencang !


membuatku terbawa pintu jadi aku jatuh diatas kamu !" jelasnya


Aku hanya diam sambil meraba bibirku


"masih sakit ?" tanyanya sambil mengusap bibirku


"dikit, ngg apa-apa kok nanti juga mendingan !" ucapku sambil melepas tangan dion yang sedang menyentuh bibirku


"ini kompres pake es batu sisil !" ucap mama lyra datang dengan es batu di dalam handuk kecil di mangkuk


"makasih mama lyra !" ucapku sambil mengambil mangkuk itu


"ngg usah !" jawabku ketus


"jangan marah dong sil aku kan ngg sengaja !" ucapnya memohon


"iya, ngg apa-apa cuman masih kesel aja dikit !" ucapku sambil mengompres bibirku


Selesai mengompres bibirku yang dirasa telah mendingan aku memberikan kue dan bunga untuk dion.


Dirinya sedikit kecewa karena aku tidak datang saat dia wisuda tapi, dia bahagia ternyata aku membuat pesta kejutan untuknya.


"terima kasih ya sil !" ucapnya memelukku


"sama-sama dion !" ucapku membalas pelukkannya da melepasnya


"aku pasti merindukanmu sil !" dengan nada sedih


"aku juga ! kamu janji ya cepet pulang !" ucapku


"udah kalian jangan sedih cuman 2 bulan aja kok !" ucap mama lyra sambil memeluk kami berdua


"iya ma !" ucapku


Aku pun mengantarkan dion dan mama lyra ke mobil.


"hati-hati ya mama lyra, dion !" ucapku saat mereka akan masuk ke mobil


"iya sayang, jaga dirimu baik-baik ya ?" ucap mama lyra


"sil !" ucap dion sambil menarik tanganku menjauh dari mama lyra


"aku pasti merindukanmu !" ucapnya sambil memeluk dan mencium keningku


"aku juga dion, kamu cepet pulang ya ?" ucapku sambil meneteskan air mata


"iya kamu tunggu aku ya !


bye..." ucapnya sambil mengusap pucuk rambutku dan pergi meninggalkanku


"bye ..." sambil melambaikan tanganku


Dion pun pergi meninggalkanku menuju jakarta. Walau dua bulan aku pasti akan merindukannya karena kesepian tidak punya teman di sini. Semoga urusan dion di sana cepet selesai jadi dia bisa cepat pulang. batinku