My Is Love

My Is Love
bab 42



prov dion


Saat aku membuka mata kulihat sisil sudah tidak ada di sampingku.


"kemana dia ?" tanyaku dalam hati sambil ku turun dari ranjang tempat tidur


Aku pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi untuk berpakaian.


"dion, kamu udah ba....?" ucapnya terpotong saat masuk ke dalam kamar melihatku yang hanya menggunakan boxer


Lalu sisil membalik badannya membelakangiku


"kamu kenapa sayang ?" tanyaku bingung mengahampirinya dari belakang


"ngg, aku ngg kenapa-kenapa !" jawabnya gugup


Entah mengapa ide jahil hinggap di fikiranku. Aku mendekatkan diri dan menarik lengannya untuk menyentuh perutku.


Kulihat sisil begitu gugup terlihat dari wajahnya yang sudah memerah seperti apel.


"ah, sayang !" ucapku dengan sexy ke telinganya


Sisil menarik lengannya dan berusaha pergi dariku. Tapi, aku segera menarik lengannya ke dalam pelukkanku.


"kenapa kamu masih malu sayang ?" tanyaku pada sisil yang menunduk me bawah.


Aku mengangkat wajahnya untuk menatap mataku.


"dion, lepaskan !" ucapnya memohon yang makin membuatku gemas


"kenapa sayang ? apakah kamu malu ?" tanyaku semakin menggodanya dan ku kecup manis bibirnya itu.


Mmmuuach,,,,


Ku usap bibirnya yang sexy itu


"sayang, kamu bagai candu bagiku


entah mengapa aku selalu ingin selalu mencicipinya lagi ..dan lagi....!" ucapku memeluknya erat


Sisil membalas pelukanku.


"sayang junior bangun ?" ucapku berbisik ke telinganya


Sisil melepaskan pelukkannya dan melotot ke arahku.


"hahahah, kamu lucu sekali sayang bila terkejut seperti itu ?" ucapku tertawa dan segera memakai baju


Sisil hanya diam mematung di tempat saat aku menertawakan ekspresinya wajahnya yang lucu itu.


"kamu mempermainkanku ?" tanyanya kesal datang menghampiriku


"aku cuman bercanda sayang !" ucapku tertawa


"hahahah, ampun sayang.....hahah..." teriakku saat sisil terus saja mengelitiku tiada ampun


Dan saat dirinya lengah aku langsung menahan tangannya dan menindih tubuhnya di bawah tubuhku.


"lepaskan aku dion !" pintanya lepas dariku


"siapa yang memulai berarti dia yang harus dihukum !" ucapku sambil mengelitiki tubuh cesa


Dan saat kami sedang bersenda gurau tiba-tiba pintu kamar kami terbuka.


"kak, sam kan udah bilang di sebelah kamar itu ada seorang lelaki yang belum ternodai telinga dan matanya jadi bisa ngg sih kalian menghargai sam ?" ucapnya marah pada kami berdua


Kami lalu tertawa bersama, karena melihat wajah sammy yang marah tapi, terlihat sangat lucu untuk kami.


"apa kamu bilang ?apa kakak ngg salah denger ? bukannya kamu sudah punya pacar ?


Pasti kalian juga sering bercanda seperti ini kan ?" tanya sisil sambil terus tertawa


"ngg penting ! soal itu....itu....


itu.....ribet ! udah sam mau belajar jangan berisik !" ucapnya kesal sambil membanting pintu


"kamu sih, jadi sam marah tuh !" ucapku pada sisil


"justru kamu yang mulai dion !" ucapnya menyalahkanku


"kamu"


"kamu sayang"


"kamu"


"kamu"


"diaaaammmmm...." ucap sammy di belakang pintu


Seketika aku dan sisil terdiam mendengar suara teriakkan sammy.


"dion, sepertinya sam punya masalah deh ?"


ucap sisil


"iya, apa mungkin dia iri karena kita selalu bermesraan ?" tanyaku bingung


"Entah, sepertinya dia ada masalah ma ceweknya


buktinya saat kita menikah dia tidak membawa pacarnya ke sini ?" ucapnya sama bingungnya denganku.


"Nanti aku akan mengajaknya untuk bicara !" ucapku mengelus pucuk kepala sisil


Kami pun turun ke bawah untuk makan. Karena kami belum sarapan sejak tadi.