My Is Love

My Is Love
bab 43



Selesai sarapan di meja makan dion pergi ke kamar sammy untuk berbicara sedangkan aku mengobrol dengan mama di taman belakang.


"sammy boleh kakak masuk ?" tanya dion pada adik iparnya


"masuk saja kak !" ucap sammy


"kamu kenapa ? tidak seperti biasanya kamu terlihat murung begitu ?" tanya dion


"aku cuman sedang tidak bersemangat saja kak !" ucapnya lesu


"kamu tahu sam, dari pertama aku melihat kakak mu sisil aku sudah jatuh cinta padanya !" ucap dion sambil duduk di sisi ranjang sammy


"benarkah ? selama itu ?" tanyanya tidak percaya dan langsung melompat duduk di sebelah dion


"kamu tahu, dia adalah wanita pertama yang tidak terpesona oleh ketampanan kakak !" ucap dion narsis sambil tertawa bersama sammy


" kakak tahu, sisil cuman menganggap kakak sebagai sahabatnya tidak lebih !


tapi kakak yakin suatu saat dia akan mengerti akan cinta kakak terhadapnya !" ucap dion sedih


"Dan kakak tahu jika kak sisil itu sering bergonta-ganti pacar ?" tanya sammy penasaran


"iya, kakak tahu tapi kakak pura-pura tidak tahu.


Bagi kakak melihat orang yang kita cintai bahagia membuat kakak lebih bahagia walau hati kakak harus menerima sedikit rasa perih asal sisil bisa tersenyum itu sudah cukup buat kakak !" ucap dion sambil tersenyum


"aku tidak pernah tahu jika perasaan kakak sedalam itu pada kak sisil !" ucap sammy polos


"setelah kamu dewasa kamu akan mengerti jika cinta itu tidak harus memiliki !


dan jika kita berjodoh dengan seseorang pasti orang itu akan bisa bersama kita bagaimana pun caranya !" ucap dion


Sammy hanya mencerna semua ucapan kakak iparnya itu.


Di sisi lain sisil di suruh sang ibu untuk memanggil dion. Karena keluarganya akan pamit pulang ke jakarta.


Saat sampai pintu kamar sammy sisil mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut dion suaminya dari balik pintu kamar sammy.


"ya tuhan ternyata selama ini secara tidak sengaja aku telah menyakiti hati dion !


Aku tidak tahu jika dia mencintaiku sejak dulu !


tok...tok...tok...


aku mengetuk pintu


"sam, bolek kakak masuk ?" tanyaku pada mereka yang sedang mengobrol


"sini, kak maaf tadi sam marah sama kakak " jawabnya sambil berlari ke arahku dan memelukku erat


"kamu ini kenapa jadi manja begini sam ?


hahha, ingat kakak udah jadi istri orang jadi jangan sembarangan meluk !" ucapku sambil tertawa dan melepaskan pelukan sammy


"iya sam, kak sisil kan udah jadi milik kakak jadi kamu harus minta izin dahulu !" ucap dion menghampiri kami


"Sungguh kalian berdua menyebalkan !" ucapnya kesal


"sudah kita bercanda kok sam, bagaimana nanti kita main ke mall bareng-bareng ?" ajakku


"ogah, jadi kamcong entar !" ucapnya marah


"ngg, nanti kakak bawa temen gimana ?


mau ngg ?" tanyaku


"siapa ? kalo tua sama kakak mah ngg ah !"


"dasar ya kamu sama kakak gitu ?


ada namanya dewi ! liat aja di medsos dewi ranjani calon suster tuh dia !


siapa tahu punya obat buat luka di hati kamu sam...!" godaku sambil mencilek dagunya


"boleh di coba kak !" ucapnya dengan mata genit


Dion hanya menggelengkan kepalanya ke arah kami berdua.


Setelah itu kami pun turun ke bawah untuk bertemu keluarga dion.