
Prov dion
Saat sampai rumahku aku membawa masuk sisil ke dalam kamar.
Sisil terus saja menggodaku dan terus memintaku untuk menyentuhnya.
Aku mencari tahu di google apa yang tengah terjadi pada sisil. Sungguh aku terkejut ternyata sisil di beri obat peransang dan obatnya aku harus meniduri sisil.
Sisil pun terus menciumiku dan berusaha membuka bajuku. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini pada sisil tapi apa daya melihat sisil seperti ini membuatku tersiksa. Biarlah jika sisil tahu nanti aku akan berusaha menjelaskannya. Sekarang aku membuatnya lebih baik dulu. itu yang aku fikirkan.
Flashback off
"Begitu sisil ceritanya, aku minta maaf karena telah mengambil mahkota berhargamu !" ucapku menggenggam tangannya
"tidak dion seharusnya aku yang berterima kasih karena kamu telah menyelamatkanku !" ucapnya sambil menangis
"sil, aku mohon jangan menangis !
hatiku sakit melihatmu seperti ini !
aku mohon " ucapku memohon
"dion, aku hanya bingung kenapa herdy bisa melakukan keji seperti itu ?" tanyaku
"aku sudah berusaha menjauhinya dan melepaskannya !
tapi, mengapa dia melakukan itu padaku ?" tambahku
"sisil, apakah kamu tidak mencintai herdy lagi ?" tanyaku sambil memegang kedua pipinya
"aku suda tidak mencintainya lagi karena suatu hal dion !aku berterima kasih karena kamu sudah ada untukku
maaf aku tidak bercerita padamu aku takut menambah beban fikiranmu dan aku takut kamu menjauhiku !" ucapnya sambil memelukku
"kenapa kamu berbicara seperti itu kamu tahu sisil aku mencintaimu sangat mencintaimu bagaimana bisa aku menjauhi kamu ?" ucapku mengusap lembut rambut sisil yang ada dipelukkanku
"maksud kamu apa dion ?" tanyanya bingung dan melepas pelukkanku lalu menatap ke arahku
"kamu tahu sisil aku sangat mencintaimu dari awal aku bertemu denganmu !
Aku akan segera meminta orang tuaku melamar kamu dan segera bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu !" ucapku sambil memeluk sisil
Sisil hanya terdiam tidak bicara sepatah kata apapun.
"sisil apakah kamu mau ?
menjadi ibu dari anak-anakku kelak ?" tanyaku
"apa aku pantas dion untuk kamu ?" tanyanya sambil menunduk
"kenapa kamu bertanya seperti itu ?" aku balik bertanya padanya
"kamu tidak merasa jijik padaku ?" ucapnya membuatku terkejut
"heey, aku mencintaimu apa adanya dan aku orang pertama yang menyentuh tubuhmu aku harusnya bangga karena aku yang pertama sayang !" ucapku padanya
"maksud kalian berdua apa ?" tanya ibu yang tiba-tiba datang menghampiri kami
"ibu !" ucap sisil terkejut
"maafkan aku ibu !" ucapnya berlari menghampiri ibu sisil sambil menangis
"ibu dion dan sisil akan menjelaskannya !" ucapku mengajak ibu sisil duduk
Ibu sisil pun duduk di hadapanku.
"ibu maafkan dion telah mengambil harta paling berharga milik sisil tapi dion berjanji akan bertanggung jawab pada sisil !" ucapku sambil memohon pada kakinya
"Baik ibu akan segera membicarakan ini kepada ayah sisil tapi, ibu harap cuman kita bertiga yang tahu akan hal ini !" ucap ibu tenang
"ibu tidak marah ?" tanya sisil
"kenapa marah ? malah ibu senang ternyata jodoh kamu dion bukan orang asing !" ucapnya cuek
Entah, mengapa aku malah tertawa melihat kelakuan ibu sisil yang menurutku ajaib bin aneh. Aku kira aku bakal di maki habis-habisan ternyata aku salah beliau malah mendukung kami walau dia tahu kami berdua salah.
Beban hatiku rasanya sedikit berkurang karena dukungan ibu sisil.