My Is Love

My Is Love
bab 32



Hari adalah hari dimana pergantian tahun baru akan dimulai. Karena, nanti malam keluarga ayah akan ke sini. Dari tadi pagi aku sudah sibuk membantu ibu dan bibi memasak di dapur.


Sore pun datang keluarga dari ayah sudah datang ke sini untuk menginap.


"tante widya om wisnu apa kabar ?" ucapku memberi salam pada mereka


"baik ponakan om !" ucap om wisnu sambil tersenyum


"baik sil !" ucap tante widya yang sedang menggendong shireen


"wuah, shireen udah besar ya ?" tanyaku sambil mengusap pipinya lembut


"iya, umul silen udah 3 tahun teteh !" ucapnya dengan suara cadel khas balita yang membuatku gemas


Bi ijah mengantarkan om dan tante ke kamar tamu sedangkan aku bermain dengan shireen.


Malam pun tiba bi asih menghampiriku dan membawa tamu kehadapanku.


"non, ada den herdy datang !" ucapnya di ekori herdy di belakang


"sayang ?kamu kok ngg bilang mau ke sini sih ?" tanyaku terkejut sambil memeluknya


"hape kamu mana ?


aku udah ngasih kabar tahu !" ucapnya sambil melepaskan pelukkanku


"hehe, di kamarku !


maaf,,,mending kita kumpul dengan keluargaku yuk ?" ajakku sambil menarik tangan herdy


Aku pun membawa herdy ke keluarga besarku yang di sambut ramah oleh orang tuaku. Tapi tidak dengan tante widya.


Kami pun duduk bersama mereka dan ikut mengobrol.


"jadi kamu anaknya wiwin ?" ucap tante


"iya tante, apakah tante mengenal mama saya ?" tanya herdy sopan


"iya, dulu kami satu sekolah apakah rumahmu masih yang dulu ?


"iya tante masih di komplek sebelah !" ucapnya


Setelah mengobrol lama akhirnya, tahun baru pun datang. Keluargaku sedang ada di dalam sedangkan aku dan herdy berada di luar menyaksikan kembang api.


"selamat tahun baru sayang !" ucapku sambil mencium pipinya


"selamat tahun baru juga sayangku !" ucapnya sambil memelukku dan mencium bibirku dan memasukkan l*dahnya ke mulutku.


Sungguh herdy sangat jago berciuman aku sampai kewalahan mengimbanginya.


Karena udara sangat dingin di luar aku mengajak herdy masuk ke dalam.


Kami menghabiskan malam dengan menonton acara di tv. Sampai herdy tidur di atas pahaku. Karena mengantuk aku memindahkan kepala herdy ke bantal dan menyelimutinya. Sedangkan aku masuk ke kamarku.


Saat jam 6 pagi, belum ada yang bangun. Aku pun langsung membangunkan herdy untuk pindah ke kamar tidur tamu.


Aku membuat sarapan untuk keluargaku dan ibu juga sammy datang saat makanan sudah siap.


"semalam pacar kakak pulang jam berapa ?" tanya sammy


"dia nginep sekarang dia sedang tidur di kamar tamu !" ucapku


"Astaga kakak, kenapa ngg di suruh pulang ?


ngg baik anak gadis pacarnya nginep di sini !" ucap sammy marah


"masa kakak harus ngusir dia ?" tanyaku


Ibu dan ayah hanya diam mendengar ocehan sammy padaku. Entah apa yang orang tuaku fikirkan. Mereka tidak marah jika herdy menginap di sini.


Selesai mandi aku membangunkan herdy. Dia tidak pernah mau makan di rumahku. Aku tidak tahu kenapa saat aku mengajaknya untuk sarapan dia tidak mau malah memintaku mengantarnya sampai keluar komplek rumah.


Aku pun mengantarnya sampai keluar komplek dengan berjalan kaki. herdy sengaja jalan kaki dan tidak membawa motornya malam itu. Dia bilang ingin menghabiskan waktu berjalan-jalan denganku. Saat di jalanan sepi herdy mencium bibirku. Lalu pamit untuk pulang.


Aku pun berjalan pulang setelah herdy tidak terlihat lagi oleh mataku.