
Saat pagi tiba aku sudah membereskan rumah dan memasak sarapan untuk dion. Aku pergi ke kamar untuk membersihkan diri dan berendam sejenak. Selesai mandi aku mengeringkan badan dengan menggunakan handuk.
Tiba-tiba seseorang menyentuh bokongku.
"aarghht,,,,," teriakku terkejut
"hahahha " dion malah tertawa lalu berlari ke luar kamar mandi
"sungguh menyebalkan !" teriakku dari kamar mandi
Saat aku keluar kamar mandi dion hanya tersenyum padaku.
Aku marah padanya dan mengacuhkannya.
Lalu aku segera ke ruang pakaian dan segera memakai pakaianku yang di ekori oleh dion.
"sampai kapan kamu akan terus menatapku seperti itu ?" tanyaku saat aku selesai memakai baju
"sampai aku puas !" jawabnya tanpa beban
"terserah !" ucapku sambil meninggalkannya dan segera membereskan tempat tidur
"sayang kamu terlihat sexy saat posisimu seperti ini !" ucapnya di belakang telingaku memelukku dari belakang
"sayang lepaskan aku mau membereskan tempat tidur !" ucapku sambil menggoyangkan pinggulku
"sayang jangan seperti itu !
nanti kamu membangunkannya !" ucapnya dengan suara sexy
Tiba-tiba ide jahil terlintas di fikiranku.
Aku berbalik dan mennyentuh junior dion dan memainkannya.
"bangun seperti ini sayang ?" tanyaku sambil memainkannya
"aah, sayang !" desahnya
Saat dion akan mencium bibirku aku berlari menuju pintu kamar.
"dadah sayang ! cepet mandi sana !" ucapku sambil berlari
"si......ssiiill.....!" teriaknya di dalam kamar
Aku hanya tertawa karena telah berhasil menjahili dion.
"untung saja aku selalu menyimpan tas make up di dalam lemari di ruang tv jadi aku tidak perlu repot-repot masuk ke dalam kamar untuk mengambil make upku !" gumamku sambil memakai make up
Dion sudah turun ke bawah untuk sarapan. Terlihat dari pakaiannya yang sudah berganti dan aroma parfumnya yang sudah tercium dari kejauhan. Fixs, dion pasti sudah mandi.
Aku hanya diam di sofa sambil menonton tv. Dan dion menghampiriku lalu duduk dihadapanku.
"apa ?" tanyaku padanya yang terus menatapku
"apa kamu tidak mau meminta maaf padaku sayang ?" tanyanya dengan mata tajam
"hahah, kenapa aku yang harus meminta maaf kamu juga salah mengejutkanku di dalam kamar mandi tadi !" jawabku sambil tertawa
"apa ?" ucapnya tidak bersalah
"tadi siapa yang mer*mas bokongku di kamar mandi ?
membuatku terkejut sampai jantungku ini mau copot tau ngg ?" ucapku kesal sambil memegang jantungku
"itu, salahmu sendiri kenapa tidak pernah menutup pintu kamar mandi jika ke dalamnya ?" tanyanya sambil mengusap dadaku
"kamu ini, dari aku kecil sampai sekarang aku tidak pernah menutupnya !
dan tanganmu jangan nakal !" ucapku sambil menahan tangannya yang sudah nakal memaksa masuk ke dalam bajuku
"heheh !" cengirnya sambil menurunkan tangannya dan menggenggam tanganku
"kenapa ?" tanyanya
"Entahlah, mungkin karena sering melihat film horor membuatku takut jika di dalam kamar mandi sendirian !" ucapku jujur
"berarti sebelum menikah denganku kamu seperti itu ?" tanyanya terkejut dan aku hanya menganggukkan kepalaku
"bagimana jika ada yang masuk sisil ?" tanyanya lagi
"pintu kamar kan di kunci sayang !" ucapku sambil tertawa
"aku kira kamu masih tertidur, setiap hari juga aku begitu mandi tanpa menutup pintunya kamu saja yang seperti orang mati jadi tidak mengetahuinya !" tambahku
"apa kamu bilang ?" ucapnya sambil mengelitiki tubuhku
"hahah,dioo...nn.....hahha..." teriakku merasa kegelian
"sudah ah, jangan bercanda terus aku mau sarapan laper !" ucapnya tanpa bersalah meninggalkanku sendiri di ruang tv.