
Liburan sekolah aku isi dengan pergi mengunjungi cafe. Karena kesibukan dion dia memintaku untuk mengawasi cafe.
Saat aku duduk di ruanganku aku merasa kesepian karena dua orang yang aku sayangi sedang sibuk mengurusi sekolahan.
Biasaanya sammy dan dion selalu menemaniku. Entah itu bermain, jalan-jalan atau pun menonton.
Saat aku seelesai dengan pekerjaanku melibat laporan keuangan cafe. Ponselku berdering nomor tidak ku kenal meneleponku.
"hai sayang !" ucapnya di sebrang telepon
"ini siapa ?" tanyaku bingung
"kamu ini masa sama pacar sendiri lupa ?
aku anji sayang !" ucapnya
"maaf kak, habis nomornya beda !"
"kamu ini masa suara pacar sendiri ngg bisa bedain sih ?" ucapnya meraju
"maaf kak, aku kira orang iseng !" ucapku bersalah
"ini nomor kakak yang baru, nomor yang lama hapenya ilang !" ucapnya
"ouh, iya kak nanti aku simpan !"
Kami pun mengobrol sampai jam makan siang tiba. Anji pun menutup teleponnya karena dia akan bertemu clientnya.
Aku pun keluar dari ruangan membantu pegawai melayani tamu.
Saat aku menuju keluar ruangan, aku seperti melihat seseorang mirip dengan anji bergandengan dengan seorang wanita dan pergi meninggalkan kafe.
Tapi, tidak begitu jelas wajah orang itu mungkin hanya mirip. B**atinku
Dari pada aku memikirkan hal yang tidak mungkin. Aku segera mengambil apron dan membantu pelayan di cafe.
Saat aku mencatat pesanan tamu, seseorang memanggilku.
"teteh sisil !" panggilnya
Aku pun menoleh ke arah suara yang memanggilku
"andri kamu ngapain ke sini ?" tanyaku
"habis main aja teh terus andri laper jadi masuk ke sini !" ucapnya
"ya udah sini duduk !
kamu mau pesan apa ?" tanyaku
Suara perutku berbunyi
"teteh duduk aja di sini temenin andri makan !" ucapnya
"tapi, teteh lagi kerja !" ucapku
"nanti andri yang bilang sama pemiliknya jika andri mau makan di sini asal ditemenin teteh !" ucapnya
"emang kamu kenal pemiliknya ?" tanyaku
"yah cari tahu aja sama pelayan yang lain !" ucapnya enteng
Andri pun memanggil pelayan dan minta bertemu dengan pemilik kafe ini. Aku memberi kode pada pegawaiku jika pemiliknya sedang tidak ada di tempat.
"ya udah aku temenin kamu nanti biar aku telepon atasanku !" ucapku
Andri mengangguk mengiyakan
Saat makanan tiba andri begitu lahap memakan makanannya.
"sumpah, teh makanan di sini enak banget !" ucapnya sambil mengunyak makanan
"iya dong harus itu !"
"Teteh sejak kapan bekerja di sini ?" tanyanya
"baru 6 bulan sepulang sekolah !" jawabku
"apa uwa kekurangan uang sampai teteh bekerja seperti ini ?" ucapnya sambil menggenggam tanganku
"ngg, cuman mau mandiri aja " ucapku sambil menarik tanganku dari genggamannya
"jika teteh butuh sesuatu cari saja andri ya teh !
pasti andri akan selalu ada untuk teteh !" ucapnya sambil mengusap pipiku
Entah, mengapa aku menjadi takut jika berdekatan dengan andri. Bukannya aku kepedean atau ke ge'eran tatapan dan perhatian andri seperti bukan layaknya perhatian terhadap saudara. Tapi, seperti ke seorang wanita atau ke pasangannya.
Setiap hari dia selalu menelepon dan menanyakan kabarku dan secara terang-terangan dia selalu bilang jika dia menyayangiku.
Aku tidak mau kejadian orang tuanya yang menikah dengan saudara sepupu sendiri terjadi lagi.
Saat rencana perjodohan ayah dengan sepupunya gagal. Aku takut aku yang selanjutnya menjadi tumbal.
Entah mengapa membayangkannya saja aku tidak bisa.
Jangan sampai kejadian tuhan. Batinku