
Setelah kejadian kemarin ibu mendiamkanku. Dia kelihatannya masih marah, aku pun memutuskan untuk pergi menginap di rumah tika. Aku sengaja tidak memberitahunya untuk menenangkan hati ibu dulu.
Pagi-pagi sekali aku sudah mengeluarkan mobilku dan pergi dari rumah.
"tikaa..." panggilku saat aku sampai di tempat kost dia
"eh, sisil kamu ke sini ?
kenapa ngg ngasih kabar dulu ?" tanyanya
"sengaja biar jadi kejutan !" ucapku sambil memeluknya
"aku kangeen !" ucapku sambil mencium pipinya
"aku juga kangen !
yuk masuk..." ucapnya mengajakku masuk ke dalam kost tika.
Kost tika sangat nyaman dan luas. Membuatku betah untuk berlama-lama di sana.
"tik, boleh ngg aku menginap di sini 3 hari aja !" ucapku
"ya boleh lah, gimana kuliah kamu ?" tanyanya
"baik kok, oh ya aku harus kuliah kamu bareng sama aku ngg ?" tanyaku
"aku sama pacar aku sil, kamu simpen aja baju kamu terus ini bawa kunci cadangan takutnya aku pulang malam !" ucapnya
"baiklah kalau begitu !aku pergi dulu ya !
dadah..." ucapku pamit padanya dan bergegas pergi
Aku pun membawa mobilku ke kampus. Setelah selesai mengikuti kelas lalu aku pergi ke cafe yang ada di lembang.
"selamat siang " ucap pelayan
"siang, bagaimana keadaan cafe ?" tanyaku sambil masuk ke dalam
"baik nona, tadi ayah anda datang ke sini untuk mengirim susu sekalian melihat keadaan kafe !" ucapnya
"lalu sekarang ayah kemana ?" tanyaku
"beliau langsung pergi nona !" jawabnya
Pelayan pun pergi meninggalkanku sendiri di dalam ruanganku. Sungguh bosan sekali ternyata di sini.
Tidak punya teman tidak ada yang ku kenal.
"teteh !" ucap seseorang yang aku hindari
"andri kamu ngapain di sini ?" tanyaku
"aku habis berjalan-jalan di lembang dan karena lapar aku ke sini !
pantas saja aku tidak pernah bertemu teteh di cimahi ternyata teteh pindah kerja menjadi kasir di sini ?" ucapnya
Aku hanya tersenyum padanya dengan memaksakan bibirku untuk membuat lengkungan ke atas.
"teh, ada yang mau aku bicarakan !" ucapnya lagi
"okey, tapi hanya sebentar !" ucapku memanggil pelayan untuk menggantikanku
Saat di luar kafe.
" jadi apa yang mau kamu bicarakan ?" ucapku ketus
"andri minta maaf jika perasaan ku ini membuat kita menjadi menjauh, seharusnya aku tidak mengejarmu dan mendekati kamu teh. Harusnya aku sadar jika memang kita ini saudara dan tidak bisa bersatu !" ucapnya dengan nada sedih
"syukurlah jika kamu sudah sadar, aku tidak mau jika kita seperti ibu dan ayahmu ndri.
Menikah sesama saudara !" ucapku
"tapi, teh bolehkah kita kembali bersaudara ?
aku janji ngg akan ganggu teteh lagi, rasanya sakit teh kita bersaudara tapi kamu berusaha menghindariku !" ucapnya
Aku hanya tersenyum canggung padanya
"aku akan melupakan perasaanku padamu teh, dan kita kembali seperti dulu.
gimana ?" tanyanya
"baiklah, janji ?" jawabku sambil mengulurkan tanganku padanya
"janji !" ucapnya sambil menjabat tanganku
Setelah itu andri pamit pergi dariku sedangkan aku masuk ke dalam cafe. Baru saja aku selesai berbaikan dengan andri tak sengaja mataku melihat sosok rizky di depanku.
Oh, tuhan kenapa orang-orang yang ada di masa laluku datang kembali secara bersamaan.batinku
Aku pun segera berlari masuk ke dalam dapur. Dan berusaha pergi dari cafe lewat pintu belakang. Sungguh hari ini begitu sialnya.