My Is Love

My Is Love
bab 35



Aku akhirnya membuka mataku dan melihat sekeliling. Entah mengapa ruangan ini sepertu tidak asing bagiku. Sepertinya aku pernah ke sini. batinku


Betapa aku terkejut melihat tubuhku yang hanya berbalut selimut dan seseorang memelukku.


"dion ?" ucapku tidak percaya


Ini kamar dion dan kenapa aku bisa tidur di kamarnya dan kenapa dion tidak memakai pakaian dan kenapa area sensitive ku terasa sakit.


"Kamu udah bangun ?" ucapnya bangun dan mengucek matanya


"dion kenapa aku bisa di sini ?" tanyaku bingung


"Lebih baik kamu mandi dulu !" ucapnya


Aku hanya terdiam di atas ranjang


"kamu kenapa ?" tanyanya


Aku masih terdiam


"aku akan menjelaskan semuanya tapi setelah kamu mandi dan sarapan !" ucapnya


Aku mengangguk dan saat aku akan turun dari ranjang tidur. Aku terjatuh ke lantai


"kamu ngg apa-apa ?" tanyanya menghampiriku


"sakit dion !" ucapku meringis kesakitan


"sini aku bantu kamu ke dalam kamar mandi !" ucapnya lalu menggendongku dan menurunkanku ke dalam bathub


Di dalam kamar mandi aku berusaha mengingat apa yang terjadi semalam dan saat kesadarannku mulai hilang aku merasa sedang bersama herdy kenapa aku malah melihat dion.


"udah mandinya ?" tanya dion lembut


"udah, kamu mandi dimana kenapa kamu sudah rapih ?" tanyaku


"aku mandi di kamar mama dan ini aku bawakan kamu baju kamu yang ada di dalam mobil !" ucapnya


Dion meninggalkanku di kamarnya untuk memakai pakaian. Selesai memakai pakaian aku pun keluar kamar dion dan melihat dion sedang dudum di ruang tv.


"sini kamu pasti bingung ya sil ?" ucapnya mengajakku duduk di sebelahnya


"Aku akan ceritaiin semuanya."


Flashback on


Aku mendapat telepon dari sammy jika sisil pacaran dengan herdy temanku sekelasku saat SMA. Kami bersahabat tapi, semenjak aku fokus kuliah kami jarang bertemu.


Kata teman seangkatanku herdy memang bertampang polos dan seperti lelaki baik yang tidak pernah menyakiti wanita tapi sebenarnya dia lelaki yang lihai gaya pacarannya terkenal dengan sex bebas. Jika dia sudah bosan makan dirinya akan meninggalkannya.


Aku takut itu akan terjadi kepada sisil apalagi sammy bercerita jika herdy sampai menginap pada pergantian malam tahun baru. Lalu aku meminta izin pada orang tuaku untuk pulang ke bandung karena khawatir dengan cafe dan juga aku sangat merindukan sisil.


Setelah orang tuaku mengijinkanku untuk pulang ke bandung. Malam hari aku sudah sampai ke rumah dan langsung ke rumah sisil untuk bertemu dengannya. Tapi, orang tua sisil berkata jika kafe sedang ramai dan sisil sedang membantu pegawainya di sana.


Sungguh, aku merindukan sisil dua bulan aku tidak bertemu dengannya. Saat aku akan menghampirinya sisil di ajak herdy untuk minum di coffe shop di sana. Aku mengikuti sisil dan herdy menggunakan motor bersama pegawaiku dan menyimpan mobilku di cafe.


Dan ternyata benar herdy telah menjebak sisil untuk bisa menidurinya dia membawa sisil ke jalanan sepi. Saat mereka berhenti di tepi jalan aku menyuruh pegawaiku pulang dan aku segera menghampiri mobil sisil


Dan saat herdy akan membuka baju sisil aku membuka pintu mobilnya dan langsung menarik herdy keluar mobil lalu menghajarnya dan meninggalkannya di jalanan. Karena sisil terus merasa kepanasan akhirnya aku memutuskan untuk membawa sisil ke rumahku.