My Is Love

My Is Love
bab 5



Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Aku dan ibu di jemput kendra anak om wisnu dan tante widya untuk ke rumah nenek.


Tante widya adalah adik dari ayahku. Sedangkan om wisnu adik sepupu ayah. Mereka memang saudara sepupu. Mungkin jodoh walau ditentang oleh keluarga mereka tetap bersikeras untuk menikah. Dan sekarang mereka dikarunia 3 orang anak sekarang kendra, andri dan yang baru lahir shireen.


Kendra berusia 18 tahun berbeda 2 tahun dengan andri yang seumur dengan diriku.


Di perjalanan hening yang kurasakan karena, kendra tidak pernah berbicara.


Saat sampai di rumah nenek aku di sambut hangat oleh keluarga papa.



"hai teteh !" ucap seorang pria


"oh, hai !" jawabku sambil tersenyum


"teteh ini andri apakah teteh ingat ?" tanyanya


"iya ingat kamu sudah dewasa andri !" ucapku


"uwa , apa kabar ?" tanyanya sambil mencium punggung tangan ibu


"baik andri !" jawab ibu


"aduh, sisil kamu udah besar ya ?" ucap om wisnu


"iya om apa kabar ?" ucapku sambil mencium tangannya dan tangan tante widya bergantian


"udah ayo masuk !" ucap tante widya


"teh, sini tasnya biar andri bawa ke kamar andri yang ada di atas !" ucapnya mengambil tas ku


"terima kasih !" ucapku


Setelah itu aku dan ibu datang ke kamar tante. Melihat bayi tante widya.


"tante, nenek kemana ?" tanyaku sambil melihat mengusap pipi shireen yang chubby


"biasa dia sedang berjalan-jalan bersama kakek mengunjungi sanak saudara di dekat sini!" jawabnya sambil menyusui shireen


"om sama yang lain kemana tante kok sepi ?"


Setelah berbincang-bingcang aku dan ibu memutuskan untuk berjalan-jalan sekitar rumah. Karena, tante tertidur.


"ibu kita jalan ke mana ?" tanyaku


"kita ke taman dekat sini saja !" ucapnya


"yuk bu !" ajakku


Di sana aku menghabiskan waktu bersama ibu. Dari berjalan-jalan lalu mencoba segala makanan yang ada di taman itu.


Setelah puas kami pulang ke rumah nenek.


Kakek dan nenek sudah pulang dan menyambut kedatangan kami.


Kakek sudah pikun jadi dia tidak mengenaliku. Sungguh lucu saat melihat nenek dan kakek yang bertengkar karena hal sepele.


"nenek udah bayar kredit panci ?


itu lihat ada yang nagih !" ucap kakek saat melihat kedatangan ku dan ibu


"mungkin kakek belum bayar uang rokok di warung !" jawab nenek


Pantas saja tante dan om tinggal bersama mereka ternyata nenek dan kakek sama-sama sudah pikun.batinku


Akhirnya tante memberitahu jika ibu dan aku adalah menantu dan cucu mereka.


Sialnya aku terjebak dengan kakek dan nenek yang bercerita tentang nostalgia masa muda mereka. Sungguh aku sampai mengantuk dibuatnya.


Akan tetapi kebosanan itu tidak datang lama karena anji mengirimku pesan jika dirinya akan datang ke sini menemuiku.


Sungguh aku bahagia dibuatnya segera aku memberitahu ibu dan tante untuk meminta izin jika pacarku akan datang ke sini.


Saat selesai makan malam anji memberitahu jika dirinya sudah ada di depan rumah nenek.


Sudah 6 bulan kedekatan kami, aku belum pernah melihat wajahnya. Dia berkata agar di pertemuan pertama kami akan berkesan.


Aku keluar rumah dan banyak sekali orang di jalan depan rumah nenek. Aku melewati mereka dan fokus dengan telepon selulerku.