
Anji menelpon ponselku karena tidak dapat menemukanku di jalan depan rumah nenek.
"halo, sayang ? kamu dimana ?" tanyanya di sebrang telepon
"aku di sini kak anji !
di dekat pagar !" jawabku
"berarti kamu yang memakai baju warna ungu itu ?" tanyanya
"iya !" jawabku sambil melihat ke arah depan
Aku melihat seseorang melihat ke arahku dengan tatapan yang membuat jantungku berdegub kencang.
"apakah dia yang bernama anji hermawan ?
sungguh sangat tampan sekali !" ucapku dalam hati
"hai apakah kamu yang bernama sisil ?" tanyanya
"iya kak !" jawabku gugup
"ayo kita ke rumah nenekmu sayang?" ajaknya sambil menarik tanganku
Aku hanya terdiam sambil berjalan ke arah rumah nenek.
Di sana anji di sambut oleh keluarga besarku dan ibu
"halo nak anji kamu sungguh sangat tampan !" ucap ibu dan tante hanya tersenyum ke arah mereka
"halo juga ibu, terima kasih atas punjiannya !" ucapnya sambil tersenyum
Aku mempersilahkannya untuk duduk dan nenek membawa minum dan juga cemilan untuk anji.
Sungguh anji luar biasa dia langsung akrab dengan keluarga papa. Tapi, saat kami tertawa bahagia tante widya bertanya pada anji.
"anji kenapa kamu mau dengan sisil ?" tanyanya membuat ibuku melotot
"tante tahu ini pertemuan pertama kalian ibu sisil sudah bercerita dengan tante, maaf sisil masih polos dan sedikit jelek !" ucapnya lagi
Aku tidak mendengarkan ucapan tante widya karena masih asyik memandangi wajah tampan anji. Dia juga matanya ke arah ibu tante dan nenek tapi jari kakinya nakal mencolek-colek jari kakiku di bawah sana.
Aku tetap fokus memandangi anji. Entah apa yang mereka bicarakan aku tidak begitu mendengarkan mereka. Yang aku tahu anji langsung menarik tanganku dan mengajakku untuk berjalan-jalan di luar.
Aku tetap dengan fikiranku yang terpukau dengan ketampanan anji. Sepanjang jalan aku hanya memandangi wajahnya tanpa bersuara.
Kami pun duduk di kursi taman yang tadi aku kunjungi bersama ibu.
Anji begitu baik dan perhatian padaku dan selalu menatap mataku.
"kamu tahu sayang aku sangat mencintai kamu !" ucapnya sambil menggenggam tanganku
"kamu tahu sayang banyak wanita di tempatku bekerja selalu menggodaku tapi hanya kamu yang membuatku bergetar dan merasakn yang namanya cinta !" tambahnya lagi
Aku hanya menundukkan kepalaku dan anji mengangkat daguku dengan jarinya.
"hey apakah kamu malu ?" tanyanya menatap mataku
Aku hanya diam saat anji menatapku
"kamu terlihat sangat cantik saat tersipu malu seperti itu sisil !" ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku
cupp...
anji mencium bibirku
"manis !" ucapnnya lagi
aku hanya diam mematung dalam fikiranku itu ciuman pertamaku dan ternyata begitu rasanya.
Lalu dia kembali mencium bibirku lagi tapi, saat dia akan memasukkan lidahnya. Aku mendorong tubuh anji dari dekatku
"kak jangan nanti kita kelewat batas !" ucaku
Anji hanya diam mematung dan langsung memeluk tubuhku.
"kakak boleh mencium dan memelukku tapi jangan seperti itu lagi karena itu pengalam pertama bagiku !" ucapku
Anji hanya menganggukkan kepalanya. Setelah malam tiba aku kembali pulang ke rumah diantar anji.
Saat dia pulang aku memberikan gelas mug yang bisa bersuara untuknya.
Saat dia ulang tahun aku berjanji akan memberikannya jika kita bertemu. Dan hari ini kita bertemu aku langsung memberikan kepadanya.