
Setelah berhasil kabur dari cafe aku bergegas masuk ke dalam mobil.
"uh, untung rizky tidak melihatku !" ucapku dalam hati sambil mengusap dadaku.
Saat aku masih duduk di bangku SMA aku menyukai kakak kelasku. Dia begitu tampan dan baik sekali. Karenanyalah aku sampai masuk ke club beladiri. Namun sayang 2 tahun aku menyukainya dan dekat dengannya. Ternyata dia sengaja mendekatiku hanya sebagai alat untuk dekat dengan teman sekelasku tia.
Sungguh aku malu setiap bertemu dengannya. Aku kira dia selalu datang ke kelasku dan selalu memperhatikanku ternyata dia datang untuk melihat tia dan memperhatikan tia yang memang duduk di depanku.
Perhatian dia hanya untuk menutupi perasaannya pada tia. Semenjak kejadian itu aku mencoba menghindarinya dan keluar dari club agar aku tidak bertemu dengannya lagi.
Setelah aku lulus sekolah, Tak sengaja aku melihat instagram tia yang banyak sekali terdapat fhotonya dengan rizky.
Memang rizky dan tia tidak tahu jika aku pernah menaruh rasa dengan rizky. Tapi, tetap saja aku malu bila bertemu dengan mereka
Aku pun bergegas pergi meninggalkan cafeku menuju tempat kost tika. Tapi, saat aku akan masuk ke dalam aku mendengar desahan tika. Aku mengintip sedikit ke celah lubang udara. Sungguh aku terkejut melihat pemandang tika sedang ditindih oleh seorang lelaki.
Takut ketahuan aku kembali masuk ke dalam mobil dan menunggu mereka selesai dengan aktivitasnya.
Setelah lama menunggu akhirnya lelaki itu pergi dari kamar kost tika. Aku segera datang menghampiri tika.
"hai tika..." ucapku menghampirinya sambil mataku menangkap tanda merah di leher tika
"eh, sisil kamu udah pulang ?
jadi kan menginap ?" tanyanya gugup
"aku minta maaf tika, sepertinya aku tidak menjadi menginap nenekku sakit jadi aku harus segera ke bandung !" ucapku berbohong padahal dalam hati nenek aku minta maaf mendoakanmu sakit
"aku minta maaf ya tika mungkin lain kali, aku hanya mau mengambil tasku saja tika !" ucapku merasa bersalah
Tika pun mengambilkan tasku dan aku pamit kepada tika untuk pulang.
Sepanjang perjalanan aku berfikir tika sekarang telah berubah.
Aku memutuskan untuk pulang saja. Dan berdoa semoga ibu sudah tidak marah lagi denganku.
Saat aku sampai di rumah, ternyata ibu sudah ada di depan pintu menungguku pulang.
Aku memasukkan mobil ke garasi setelah itu menghampiri dan mencium tangan ibu.
"ibu aku pulang !" ucapku mencium tangannya
"selamat datang sayang, maaf ibu mendiamkanmu karena masalah kemarin !" ucapnya sambil memelukku
"maafkan ibu karena memaksamu menerima perjodohan itu tanpa tahu bagaimana perasaanmu !" ucapnya lagi
Aku hanya menangis di pelukkan ibu.
"ibu janji jika ada yang memintamu untuk menjadi jodoh mereka ibu akan menanyakannya terlebih dahulu kepadamu !"
"sekarang ayo masuk, kamu pasti lapar belum makan !" ucapnya sambil membawaku masuk ke dalam rumah.
Ternyata itu semua karena ayah, dia memberi pengertian pada ibu agar tidak marah lagi padaku. Jika sampai aku menikah dan aku tidak benar dalam pernikahannya itu. Apa ibu siap bila anaknya menjadi janda. Dan siap dengan hinaan para tetangga yang lebih menusuk. Ibu pun akhirnya sadar dan dari tadi siang dia menungguku untuk meminta maaf. Aku pun meminta maaf pada ibu karena belum bisa menjadi anak yang bisa patuh dan membanggakannya.