My Is Love

My Is Love
Bab 44



Setelah bertemu dan mengantar keluarga dion sampai ke depan. Aku dan dion pun masuk ke dalam kamar.


"dion !" panggilku


"hmm ?" jawabnya sambil fokus pada laptopnya


"setelah menikah apa boleh aku kuliah seperti biasa dan bekerja di cafe ?" tanyaku cemas


Dion pun menutup laptopnya dan duduk menghadapku.


"sayang, jika aku meminta kamu tetap di rumah saja bagaimana ?" tanyanya


"baiklah aku menurut !" ucapku kecewa


"hahha, sayang kamu terlihat lucu sekali jika seperti itu !" dion tertawa melihat aku yang cemberut


"sayang, dengar ! aku ngg akan ngelarang kamu asal kamu tidak lupa dengan kewajiban kamu sebagai istri !" ucapnya sambil mengusap pipiku


"aku mencintaimu sayang !" ucapku sambil memeluk dan mencium dion


Dion hanya diam membisu.


"maaf sayang, aku kelepasan !" ucapku malu dan melepas pelukkanku


"sayang kamu kenapa ?" tanyaku cemas melihat dion menangis


"aku ngg apa-apa sayang, aku cuman bahagia ternyata kamu mencintaiku !" ucapnya sambil menangis dan aku mengusap air matanya


"maaf aku pernah menyakiti hatimu bahkan bukan sekali tapi berulang-ulang kali !" sesalku


"kenapa kamu berbicara seperti itu ?"


"aku tahu apa yang kamu ucapkan pada sammy !"


"lalu ?"


"aku mencintaimu suamiku sayang !" ucapku berbisik pada telinganya


"aku juga mencintaimu istriku sayang !" balasnya dan memelukku erat


"jadi sekarang kita ke ranjang ?" ajaknya


"apa ?" aku membulatkan mataku


Seminggu berlalu...


Tidak ada yang berubah dalam hidup kami setelah menikah. Dion tetap menjadi sahabat, dan kakakku ditambah sekarang dia menjadi teman. Teman hidup, teman tidur dan teman bermain dalam tanda kutip.hehe


Setelah seminggu kami tinggal bersama orang tuaku dion mengajakku pindah ke rumahnya. Karena, orang tua dion kembali menetap di jakarta rumahnya menjadi kosong. Bi minah pun ikut dibawa ke jakarta.


Sebenarnya, lucu sekali kehidupanku. Aku pindah rumah tepat di sebelah rumahku. Membuatku merasa aku tak pernah sama sekali berpindah rumah.


Dion sekarang telah bekerja di perusahaan menggantikan ayahnya. Dan sesekali membantuku di cafe milik kami berdua. Setiap hari aku pergi kuliah dan bekerja di cafe. Dan dion yang selalu mengantar jemputku.


"sayang, nanti malam temani aku ke pesta pernikahan temanku ya ?" ajaknya menghampiriku di dapur


"siapa ?" tanyaku bingung sambil tanganku masih sibuk dengan masakkanku


"temen waktu SMA, waktu kita nikah dia juga datang !" ucapnya sambil memelukku dari belakang


"iya gitu ?kok aku ngg tahu !" ucapku bingung sambil mendongakkan wajahku ke arahnya


"kamu lucu sayang, ntar juga ketemu !" ucapnya sambil mencium keningku


"iya, gimana kamu aja !


sekarang kamu lepasin aku dulu kamu mandi nanti aku siappin baju kerja kamu !" ucapku mengusirnya


"aku mau di sini nemenin kamu !" ucapnya


"ayolah sayang, kamu ngg cape drama di setiap pagi ! apa aku harus memandikanmu juga ?" tanyaku kesal


"boleh juga ayo sayang ?" ajaknya menarik tanganku


"eeh, sayang aku hanya bercanda !" ucapku berusaha kabur darinya


"kenapa jadi seperti film india ? malah main kejar-kejaran begini ?" tanyanya sambil tertawa dan mengejarku


"aduh, sayang udah sana mandi !" sambil ku berlari


"ya udah ah, cape olahraga pagi kamu siapkan baju ku sayang !" titahnya


"hahah, asiap sayang !" ucapku mengekorinya dari belakang ke dalam kamar untuk menyiapkan baju dion.