
Saat aku menuju rumah untuk pulang. Aku masih terfikir dengan ucapan sammy.
Sepanjang jalan aku melamun dan memikirkan ucapannya itu.
"aku kira ibu hanya terobsesi denganku yang menikah muda ternyata pada sammy pun sama saja dan aku kira hanya aku yang selalu ditawari seperti itu ternyata sammy pun mengalami hal yang sama padaku !" ucapku dalam hati
Saat sore tiba aku masuk ke dalam rumah dan segera menghangatkan kembali makanan yang tadi kubuat saat siang.
Selesai menghangatkan makanan aku pergi ke kamar atas dan segera membersihkan diri. Dan saat aku selesai membersihkan diri dan memakai piyama tidur aku baru teringat. Jika semenjak tadi aku tidak melihat dion di dalam rumah.
Dan saat kudengar suara mesin motor datang dari arah depan. Segera aku turun ke bawah untuk melihatnya.
"dari mana dia ?" tanyaku dalam hati mengintip dari jendela
Setelah dion memasukkan motornya ke dalam garasi dan masuk ke dalam sedangkan aku duduk di sofa ruang tv.
"kamu dari mana dion ?" tanyaku penasaran
Dion melewatiku begitu saja tanpa menjawab pertanyaanku. Aku pun mengikutinya masuk ke dalam kamar
"dion ?" panggilku menghampirinya di dalam kamar
Dion hanya diam mengacuhkanku.
"dion apa kamu masih marah ?" tanyaku sambil memeluknya dari belakang
"lepas sisil aku mau mandi gerah !" ucapnya sambil berusaha melepas tanganku yang melingkar di perutnya
"ngg mau, kamu kenapa seperti ini mendiamkanku !" ucapku sambil terisak
"aku sebel sama kamu !" ucapnya ketus
"dion, salah aku apa ?" tanyaku sambil menangis dan membalikkan tubuhnya menghadapku
Dion menatapku tidak percaya.
Flashback on
Saat aku pulang kuliah dan mampir ke minimarket tidak sengaja aku bertemu dengan seorang wanita dan dia menatapku dari atas sampai bawah dengan tatapan tidak suka.
Kebetulan di sana aku juga bertemu dengan novi teman masa SMA ku. Kami sempat mengobrol dan novi juga melihat tatapan tidak suka vini terhadapku dan langsung membuang mukanya kepada kami.
"kamu tahu dia bernama vini dia adik kelas kita dan dia menaruh rasa dengan suamimu kak dion !" ucapnya menjelaskan
"tapi, kenapa dia bersikap seperti itu ?" tanyaku bingung
"mungkin dia benci kepadamu karena kamu merebut kak dion dari sisinya !" jawabnya enteng
Setelah itu aku pamit pada novi untuk pulang selesai membeli sesuatu di dalam minimarket tersebut.
Flashback off
"aku tidak mau seperti itu di mata temanmu membuatmu malu jika aku berada di sampingmu jadi aku meninggalkan kamu sama kak hana di sana !
karena aku tahu dia orang yang baik pasti dia ingin mengbrol berdua denga mu tanpa gangguan dariku" ucapku menjelaskan sambil menatapnya
Dion menarikku ke dalam pelukkanya dan membawaku duduk di tepi ranjang. Dan mengusap rambutku lembut.
Lalu mencium keningku berkali-kali sambil teru membelai rambutku. Seketika kehangatannya membuatku tenang. Dan meredakan emosiku yang membludak tadi.
Sebenarnya, aku merasa takut akan kehilangan dion karena satu-persatu orang yang ada di masa lalunya kembali hadir saat kamu sudah menikah seperti ini.
Memang dion selalu bilang jika dirinya selalu dekat dengan beberapa wanita tapi, tidak ada satu pun yang bisa menggetarkan hatinya seperti diriku.
Tapi, tetap saja aku takut dion memilih wanita lain ketimbang diriku