My Is Love

My Is Love
bab 49



Setelah membuat martabak manis selesai akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Kami membawa makanan itu di ruang tv untuk mencicipinya.


"potongan pertama kamu dulu sayang !" ucapnya menyodorkan sepotong martabak buatan kami ke mulutku


Aku membuka mulutku dan menggigitnya lalu mengunyahnya


"mmh, terlalu manis sayang !" ucapku sambil mengunyahnya


"iya kah ?" ucapnya sambil mencicipinya juga


"mmh, menurutku sudah pas !


kamu saja yang tidak suka manis " ucapnya sambil mengunyah makanan itu


Benar-benar dion itu suka sekali dengan martabak itu sampai habis tidak tersisa di makannya.


"dion, kamu itu laper apa doyan ?" tanyaku padanya dengan tatapan tidak percaya


"kata kamu terlalu manis jadi aku habiskan saja !


apa kamu mau lagi sayang ? ayo kita buat lagi ?" ajaknya bersemangat


"tidak, aku hanya bingung saja ternyata nafsu makan kamu banyak juga ya sayang ? hehe!" ucapku sambil mengusap perutnya


"entahlah sayang, apa yang kamu buat untukku aku selalu bernafsu dibuatnya apalagi yang lain !" ucapnya menggodaku


"yang mana sayang ? " tanyaku sambil menggodanya dengan tatapan genit dan mengusap dada dan perutnya dengan jari lentikku


"sayang, kamu yang memulainya jadi kamu harus bertanggung jawab !" ucapnya memegang tanganku dan mencium bibirku


"week, ngg kena !" aku melepas tangan dion dan mendorong tubuhnya lalu aku berlari


"awas ya kamu sayang !" ucapnya sambil mengejarku


Saat aku berlari ke sana kemari akhirnya dion berhasil menangkapku.


"kamu ini sayang senang sekali bermain kejar-kejaran bersamaku !" ucapnya ngos-ngossan sambil memelukku dari belakang


"hahah, aku juga tidak tahu kenapa aku senang sekali saat kamu mengejarku !" ucapku sambil tertawa


"sayang aku tidak mau saat-saat kita seperti ini berakhir !" ucapnya menatapku


Kami pun saling menatap dan dion mengecup mesra bibirku lalu ciumannya turun ke leher dan meninggalkan jejak kepemilikkan di sana. Dion mengajakku masuk ke dalam kamar dan segera membuka seluruh pakaian kami. Lalu dion menindih tubuhku dengan tubuhnya.


Dan saat dia akan mengarahkan juniornya padaku aku menghentikannya.


"boleh aku yang menguasai permainannya sayang ?" tanyaku pada dion


Dion pun hanya mengangguk dan aku merubah posisiku dengan dion di bawahnya. Kami bermain sampai petang tiba.


Karena kelelahan kami tertidur dengan lelap.


Sampai saat bangun tiba perutku terasa lapar meminta di isi.


Ternyata jam menunjukkan jam 10 malam. Aku segera turun ke bawah menyalakan lampu dan menutup semua gorden.


Lalu aku mulai memasak untuk makan malam.


Saat aku sedang memasak seseorang datang memelukku dari belakang.


"sayang kamu sedang apa ?" tanyanya sambil menutup mata dan menaruh kepalanya di pundakku


"kamu fikir apa yang sedang aku lakukan di dapur ?


menyetrika baju ?" jawabku ketus


"hehhe, kenapa tidak delivery aja ?" tanyanya sambil tertawa


"aku bikin pasta aja kok yang simple dan cepet !" ucapku sambil tersenyum


"kamu ngg cape sayang ?"


"ngg kok sayang !" jawabku sambil mencium pipinya


Dion pun membalas senyumanku dan selesai memasak kami pun makan malam sepiring berdua. Dirinya berkata makanan bekas gigitanku lebih terasa enak jadi dia meminta untuk tidak membawa 2 piring tapi satu piring untuk kami berdua.


"sepertinya aku tidak akan bisa tidur lagi setelah makan sayang !" ucapku pada dion


"apakah kamu akan melanjutkan permainan kita seperti sore tadi sampai kamu mengantuk sayang ?" tanyanya menggodaku


"kamu ini !" ucapku sambil tertawa dan dion pun juga tertawa.