My Is Love

My Is Love
bab 9



Saat tengah malam aku terbangun dari mimpiku. Aku pun memutuskan untuk memainkan ponselku. Betapa terkejutnya aku saat melihat banyak panggilan tidak terjawab dan pesan di layar ponselku.


Aku membuka semua pesan itu yang berasal dari anji. Dan saat aku akan meneleponnya anji sudah meneleponku terlebih dahulu.


"halo sayang ?" ucapnya dari sebrang sana


"halo, kak !" jawabku sambil mengubah posisiku yang asalnya berbaring menjadi duduk tegap.


"kamu kemana saja sayang ?


aku mencemaskanmu !" ucapnya dengan nada frustasi


"maaf aku ketiduran, dan ponselku sengaja aku mode senyapkan !" ucapku bersalah


"astaga, aku kira kamu marah sayang karena tidak mengijinkan kakak untuk bermain fustal !"


"maaf kak, aku membuatmu khawatir"


"kamu tahu saat kakak sedang bertanding kakak sampai tidak fokus karena memikirkanmu sayang !"


"apa, sampai segitunya dia mencemaskanku !" batinku kegirangan


"maafkan aku kak ! sungguh aku minta maaf " ucapku sungguh-sungguh


"ya sudah aku maafkan tapi, ada syaratnya !"


"apa ?" tanyaku


"cium dulu !" ucapnya sambil tertawa


"malu kak, nanti kalo ada yang denger gimana ?" ucapku ragu


"berarti kamu tidak sungguh-sungguh meminta maaf dong ?" ucapnya menjadi serius


Karena takut dia marah aku pun menuruti permintaannya


"mmuaach, itu untuk pipi kakak !" ucapku malu


"buat pipi sebelah lagi mana ?


pasti dia iri dong !"


"mmuaach, buat pipi sebelahnya lagi !"


"dan mmmmuuuaach, itu buat bibir kamu yang manis sayang !" ucapnya


"ya udah kamu tidur ya sayang, aku juga cape udah main futsal tadi " ucapnya menyuruhku untuk kembali tidur


"iya kak, selamat istirahat !"


"mimpiin aku yah sayang, aku sayang kamu !"


"iya, aku juga !" ucapku sambil mematikan telepon


Setelah mematikan ponselku aku pun kembali tidur dengan hati yang berbunga-bunga.


Pagi-pagi aku sudah bangun dan membantu ibu di dapur.


"ibu apa biar aku bantu !" ucapku memeluk ibu dari belakang


"anak ibu udah bangun ?" tanyanya sambil melihat ke arahku


"apakah ibu sudah baikkan ?" tanyaku penasaran


"memang ibu kenapa sayang ?" tanyanya bingung


"aku tahu perlakuan nenek dan tante widya pada ibu saat kita menginap !" ucapku menatap ibu


"kamu tahu ?


ibu mohon jangan beritahukan ini pada ayahmu ya sayang !" ucapnya dengan mata berkaca-kaca


"kakak tidak akan beritahu ayah bu, tapi kalau boleh aku tahu apa setiap ibu pergi ke sana ibu selalu diperlakukan seperti itu oleh mereka ?" tanyaku penasaran


"iyah, sayang ibu sudah terbiasa !" ucapnya sambil meneteskan air mata


"ibu jangan bersedih, aku berjanji akan membahagiakan ibu dan aku berjanji pada ibu jika ayah mengajak menginap lagi di sana aku akan membuat ayah tidak akan melakukan semua itu !" ucapku sambil mengusap air mata ibu


"bagaimana pun nenek ibu mertua ibu sayang !" ucapnya


"aku janji akan selalu ada di dekat ibu jika mereka melakukan itu lagi pada ibu aku akan memberi mereka pelajaran!" ucapku


"ibu menyayangimu sayang !" ucapnya sambil memelukku erat


"aku juga sayang ibu !" ucapku sambil membalas pelukkanku.


Kami pun membuat sarapan bersama-sama. Selesai membuat sarapan aku pergi ke atas untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi melihat kafe milikku dan dion.


Kerja keras kami membuahkan hasil aku dan dion berhasil membuat cafe yang tersebar di cimahi dan lembang. Tapi, aku mennyembunyikannya dari semua orang kecuali orang tuaku dan dion.