My Is Love

My Is Love
bab 25



Seminggu kemudian..


Karena besok sehabis wisuda dion akan pergi ke jakarta selama 2 bulan. Hari ini aku berjanji padanya untuk pergi ke subang.


"gimana udah siap ?" tanyanya di atas sepeda motor


"udah dong, aku bawa uang banyak takut ntar ngg bisa pulang lagi kalo motornya mogok !" ucapku tertawa sambil memakai helm


Dion menatapku tajam


"apa ? aku salah ngomong ?" ucapku takut melihat mata dion


"ngg liat nona, motor yang aku pake keluaran terbaru ?


mana mungkin mogok ?" ucapnya sambil mengusap motornya menggunakan jacket


"hahaa, jaga-jaga aja ion !


siapa tahu coba ?" sambilku tertawa dan naik ke motornya


"ya udah, kita berangkat !" ucapnya bersemangat


Sungguh dion tidak seperti biasanya dia membawa motor sangat kencang membuatku takut. Aku memeluknya erat


"dion , jangan kencang-kencang atuh aku takut !" ucapku


Dion hanya tertawa dan menambah kecepatannya. Dan secara reflek aku menambah erak pelukkanku.


Dan sampai di kebun teh aku memarahinya


"ih, kamu jahat banget !" ucapku menangis turun dari motor


"kamu kenapa ?" ucapnya panik tapi dengan tertawa


"aku takut, kamu bawa motornya kenceng banget iih " ucapku sebal sambil masih menangis


"udah cup...cup....maaffin aku habisnya kamu dari tadi kek meluknya malah waktu aku ngebut baru meluk !


kamu tahu ngg aku kedinginan dari tadi !" ucapnya sambil memelukku


"kenapa ngg bilang ?" tanyaku sambil berhenti menangis


"takut disangka modus !" ucapnya sambil melepas pelukkannya


"hahah, apaan sih kamu !" ucapku


"udah jangan drama gitu mendingan kita main di kebun teh aja yuk !" ajaknya sambil menarik lenganku ke arah kebun teh


Kami mengahabiskan waktu untuk bermain-main di sana. Aku kadang berlari mengejar dion dan sebaliknya.


"mmh, mataharinya terik ya sil ?


tapi, udaranya dingin begini !" ucapnya sambil mengusap kedua tangan


"kamu masih kedinginan ?" tanyaku khawatir


"dikit kok !" ucapnya sambil tersenyum


Aku pun mengeluarkan termos minum dari tas ku.


"cobain aku buat bandrek di rumah !" sambil menyodorkan tutup termos yang di isi bandrek


"mmh, anget dan manis !" ucapnya sambil meminum bandrek


"dion, aku laper beli sate kelinci yuk sama jagung bakar di sana ?" ajakku menunjuk tempat makan di sebrang sana


"bentar aku abisin ini dulu !" ucapnya


Setelah itu kami makan di warung itu. Sungguh ramai sekali di sana mungkin karena weekend dan banyak pengunjung yang sengaja melakukan touring ke sini.


Selesai makan aku dan dion kembali ke rumah. Sambil membawa oleh-oleh khas subang dan lembang. Kami membeli nanas, ketan bakar dan bolu susu lembang.


"ion, ini buat kamu !" ucapku saat di tempat oleh-oleh


"ini apa ?" tanyanya


"itu jam dinding !" ucapku


"iya aku tahu itu jam dinding tapi kenapa kamu ngasih aku itu ?" tanyanya bingung


"biar kalo kamu liat waktu kamu inget aku !" ucapku polos


"astaga dragon sisil, kenapa ngg sekalian jam gadang aja ?" ucapnya


"orang lain biasanya ngasih jam tangan ini jam dinding !" tambahnya kesal


"lah salah aku dimana dion ?" tanyaku bingung


"kamu ngg salah, aku yang salah..


udah ah, terima kasih udah ngasih ini !


nanti aku pajang di ruang tamu ! puas !" ucapnya kesal.


Semenjak pulang dari sana dion cemberut kepadaku salah aku dimana coba ?. fikirku