
Entah mengapa herdy belum datang juga ke sini. Aku sudah mencoba mengirimnya pesan untuk segera datang ke sini.
"hendry terima kasih telah membawa banyak makanan untuk kami !" ucap ayah dan ibu bersamaan
Aku hanya fokus makan martabak telur yang hendy bawa.
"ngg apa-apa om tante, hendry seneng kok apalagi liat sisil yang menikmati makanannya !" ucap hendy sambil tersenyum ke arahku
aku hanya terus mengunyah makananku saja. Yang mendapat pelototan dari ibu.
Hendry pun terus mengobrol dengan orang tuaku. Sampai malam semakin larut jam 9 hendry pamit untuk pulang.
Aku mengantarkannya sampai ke mobil hendry ditemani ibu. Lalu hendry pun pamit pulang.
Saat hendry pergi aku masih diam di luar. Sedangkan ibu masuk ke dalam rumah. Seseorang menghampiriku saat aku sedang melamun.
"ngg baik anak gadis malem-malem di luar !" ucapnya
Aku pun mendongakkan kepalaku ke atas dan kulihat siapa yang ada di sana.
"herdy !" ucapku tidak percaya
"maaf sayang aku telat, tadi aku ada urusan sebentar !" ucapnya sambil memelukku
Sungguh aku terkejut ternyata dia benar-benar datang ke sini. Dan aroma tubuhnya mengingatkanku pada sosok anji.
"aku kira kamu ngg akan dateng !" ucapku sedih
"maaf sayang tadi hape ku lowbet !" ucapnya sambil tersenyum
Aku pun mengajak herdy masuk ke dalam rumah.
" ibu, ayah kenalin ini pacar sisil !" ucapku pada orang tuaku
"halo, om tante saya herdy pacarnya sisil !" ucap herdy
Orang tuaku hanya diam mematung. Aku pun memgajak herdy ke ruang tamu karena tidak mungkin di ruang tv karena meluhat ekspresi orang tuaku yang seperti melihat hantu.
Aku mengajak herdy duduk di sofa ruang tamu. Saat aku duduk di sampingnya herdy menatapku tajam.
"Kamu kenapa menatapku seperti itu ?" tanyaku bingung
Entah mengapa saat melihat herdy aku seperti melihat anji, Sikapnya aroma tubuhnya seperti anji. Sungguh aku merindukan semua yang ada dalam dirinya.
Herdy terus saja menatapku dan tanpa aba-aba dia mencium bibirku. Aku hanya pasrah saat herdy mencium bibirku. Sungguh aku merindukan ciuman itu sama seperti anji. Dia sungguh lihai mencium bibirku.
Herdy pun melepaskan ciuman kami saat aku kehabisan nafas dibuatnya.
"haha, apa ini ciuman pertamamu sayang ?" tanyanya sambil mengusap bibirku
Aku hanya menggeleng
Herdy pun kembali mencium bibirku lagi.
"aku bahagia akhirnya, aku bisa bertemu denganmu sayang. Tapi, maaf sepertinya aku harus pulang !" ucapnya sambil beranjak dariku
"kenapa ?" tanyaku sambil menahan lengannya
"ini udah malem sayang, lusa aku pasti ke sini lagi dan datangnya di saat siang hari agar bisa lebih lama bersamamu !" ucapnya sambil mengusap pucuk rambutku
Herdy pun pamit kepada orang tuaku untuk pulang karena memang sudah larut malam. Saat di luar herdy berpapasan dengan sammy yang baru pulang malam mingguan bersama pacarnya.
"kak itu siapa ?" tanya sammy di depan pintu
"pacar kakak !" jawabku
"kok sam seperti pernah melihatnya yah ?
tapi dimana gitu sammy lupa !" ucapnya sambil menggaruk kepala
"kalo ngg inget kenapa bilang ?
dasar kamu sammy !" ucapku sambil mengacak rambutnya
"yuk masuk ada banyak martabak di dalem !" ucapku
"dari pacar kakak ?" tanyanya sambil masuk ke dalam rumah
"bukan tapi dari hendy yang mau dijodohin sama kakak !" ucapku mengekorinya dari belakang.
Sammy hanya diam sepertinya dia bingung terlihat dari wajahnya.