
Dia sudah keterlaluan. Ini hal yang ku benci dari orang yang berkuasa suka seenaknya dan semena-mena.
"Anda tau Tuan Linford?" Tanyaku.
Pria itu terpancing, mendapati wajahnya ingin mendengar kalimatku yang seterusnya.
"Walau anda punya uang dan kekuasaan, dan bisa melakukan hal apapun dengan itu. Anda sama sekali tak boleh mencampuri kehidupan orang lain sama sekali, apalagi sampai mencari-cari informasi kehidupan orang lain dengan ilegal seperti itu."
"Saya sama sekali tak tau tujuan anda, saya hanya wanita biasa yang tidak sengaja bertemu orang hebat seperti anda. Tapi saya sudah jelaskan saya tidak menguping pembicaraan anda dengan sengaja."
"Saya juga tidak ingin mempergunakan apa yang saya dengar untuk hal-hal yang tidak pantas, saya bukan orang yang seperti itu."
"Entah apa maksud anda sampai mencari informasi peribadi saya, tolong hentikan sampai disini. Dan ya! Jangan permainkan saya lagi, kembalikan tas saya. Biarkan saya pergi."
Suasana menjadi lebih tegang, lagi.. Aku tak bisa menahan emosi dengan baik.
"Kau salah paham Nona Emma.. tenangkan dulu dirimu."
Tenang katamu setelah kau mengorek-ngorek informasi tentang kehidupan ku tanpa izin.
"Baiklah, aku memang melakukan itu.Hanya kebetulan untuk memastikan kau bukanlah orang suruhan perusahaan saingan kami, tapi..."
"KAN SUDAH KU JELASKAN BUKAN TUAN LINFORD!!" Pekik ku.
Astaga, emosiku naik level.
Pria itu tampak panik, matanya memeriksa sekeliling dan syukurnya restorant ini belum ramai orang yang datang.
"Tenangkan dirimu Nona Emma, pelankan suaramu.. Orang kira aku sedang melakukan hal yang buruk kepada mu."
"Kau memang sudah melakukannya..!"
"Baiklah, itu salah. Aku sedang berusaha menjelaskannya Nona Edelsteen!!"
Astaga, intonasi suara Pria itu berubah tegas sepertinya dia mulai marah. Ntah mengapa nyaliku menciut dan tak berani membantahnya.
"Kau tau? walau kau berbeda.. Ribuan wanita berusaha mendekati saya dengan berbagai motif."
"Tidak ada cara lain menjaga informasi yang kami miliki dengan mencari informasi orang lain."
"Pasti kau pun bertanya-tanya apa hubungan anda dengan semua ini kan Nona Emma? ini hanya kebetulan. Kalau kau mendengar pembicaraan kami, jelas saya sedang mencari seorang sekretaris. Hubungan dari saya mengajak anda makan disini alih-alih memperpanjang masalah hinaan yang anda lakukan tadi malam adalah.."
"Meminta anda menjadi sekretaris pribadi untuk saya, dan saya tidak akan memperpanjang masalah hinaan yang anda ucapkan tadi malam Nona Emma."
Aaaa... Begitu ternyata? Tapi di bandingkan permintaan, ini lebih seperti sebuah kesepakatan yang berlandaskan paksaan.
"Saya tidak mau, saya bukanlah orang yang kompeten." Dalihku.
"Kompeten tidaknya diri anda, saya yang menilai Nona Emma."
"Tapi, saya tidak punya pengalaman sama sekali menjadi sekretaris."
"Andakan tinggal belajar, mengamati.. dan yang paling saya butuhkan itu bukan pegawai yang terlalu pintar. Tapi yang tahan banting!"
"Hah? Tahan banting...?"
"Bukan, bukan maksud yang sebernarnya. melihat anda bisa bertahan dengan perkerjaan fisik yang berat dengan intensitas waktu yang tidak menentu. Pasti anda mampu menjadi sekretaris untuk saya Nona Emma."
"Saya harus punya sekretaris dalam waktu 2 hari kedepan, tolong anda fikirkan baik-baik. Kalau anda menolak maka saya tidak punya pilihan selain memaksa."
Aku hanya terperangah, beginikah rasanya berurusan dengan pengusaha nomor satu di negara ini. Ucapannya sangat teratur, penuh strategi dan ancaman secara halus. Sekarang aku tau mengapa dia sukses menjadi pembisnis sejati.
"Itu sama halnya dengan anda tidak memberi pilihan kepada saya Tuan Linford."
"Anda semakin bijaksana memahami maksud saya Nona Emma."
Seringai kepuasan terpanjang di senyum smirknya.
Sial, aku terjebak.