My Boss, My Boyfriend

My Boss, My Boyfriend
58.



Riuh dan mewah, pesta pernikahan Harold dan Casey di lansungkan di sebuah hotel bintang 5. Tak pernah aku menyaksikan pesta sebesar dan semegah ini sebelumnya, nuansa silver dan baby pink beradu sempurna.


Casey menggunakan gaun model bahu terbuka dengan bawahan mengembang menutupi baby bumb dengan sempurna. Gaun berwarna baby pink itu membuat Casey tampak lebih imut. Rambutnya yang di tata sederhana dengan hiasan permata unik di jepitkan di belahan kiri rambutnya.


Casey tanpak selalu sumringah, sepertinya masalah kehamilan itu tak mengganggunya lagi. Tak kalah dengan Casey Harold pun terlihat sangat tampan, mereka terlihat seperti putri dan pangeran yang bersanding di pelaminan yang sangat indah.


Cup,


Aku membelalaknya mata, dan ternyata Bastian sudah berdiri di sampingku dengan tatapan manis dengan senyum menggoda.


"Bastian, kau tak melihat ramainya tamu?"


"Lalu?" Jawabnya tak perduli.


"Jangan menciumku sembarangan, aku malu. Disini banyak staf kita.."


"Sembarangan bagaimana? Kau adalah pasanganku dan aku adalah kekasihmu?"


"Maksudku.. Ah! Sudahlah." Jawabku kesal.


"Hayolah Emma, aku rasa aku tak pernah menutup nutupi hubungan kita semua orang pasti tau."


"Kau benar, tapi bukan berarti kita harus terang-terangan di muka umumkan?"


"Kalau kau mau aku sangat ingin mengumumkannya."


"Bastian kau mulai lagi.."


"Bastian!!" Aku setengah berteriak saat Bastian menarikku kedalam pelukannya.


"Dari pada mengomeliku, lebih baik kita berdansa."


"Aku tidak bisa menari sama sekali!"


"Aku akan mengajarimu."


"Sekarang?"


"Lusa!!" Wajah Bastian kesal tapi ia tetap menyeretku ke tengah ruangan.


Astaga malunya!!!


Aku mengikuti gerakan Bastian dengan seksama walau aku yakin tubuhku sekaku es dan tak berirama. Dan aku bersyukur bukan hanya kami yang berdansa, banyak tamu lain walau Bastian membuat kami lebih mencolok dari pasangan dansa lainnya.


Setelah selesai menuruti Bastian aku menenggak minuman dan menarik nafas dalam, ternyata menari itu butuh tenaga yang lebih banyak.


"Begitu saja sudah lelah nyonya Bastian." Ejek Bastian dengan senyum usil.


"Kau tidak kesakitan, aku terus menerus menginjak kakimu."


"Sebenarnya sakit tapi aku tidak ingin memperlihatkannya pada orang lain,"


"Kau begitu memaksa!!"


"Kita harus mencobanya, atau lain kali aku harus mengajarimu lebih serius cara berdansa."


"Kau akan menyesali niatmu itu Bastian."


"Aku akan membuatmu mahir Emma!"


"Dasar pemaksa!!"


"Lihatlah! Disana para gadis sedang berbaris menunggu pengantin melempar bunga, kau tidak ingin berada disana?"


"Kau yakin? Jika aku mendapatkan bunga itu maka kau harus siap menikahiku."


"Tidak perlu, kalau kau mau ayo hari ini kita mengurus pernikahan kita."


"Ohh ya? Lamaran mu sangat buruk Tuan Bastian!!"


"Ck... Apakah kau siap menikah denganku?"


"Kalau di pikir-pikir menjadi satu satunya wanita Tuan Bastian Linford tidak buruk, walau aku tidak begitu pintar mengurus rumah dan keras kepala. Apakah Tuan Linford yang sangat tenar ini mau bersabar seumur hidupnya menghadapiku?"


Bastian memasang wajah tak biasa, tidak sumringah seperti menit menit akhir sebelum aku mengiyakan pertanyaan walau dengan ambigu. Curuk matanya menembus kedalam hatiku.


"Kau harusnya berhati-hati, kau lupa perutmu sudah sebesar ini?"


"Tenanglah Emma, ini hanya luka kecil bagaimana aku bisa memprediksi semua hal walau aku sudah sangat berhati-hati sekalipun."


"Lain kali kalau Harold tak bisa mengantarmu kemari kau hubungi aku agar menjemputmu, lihat sekarang kakimu terluka seperti ini."


"Ini hanya tergores..."


"Hari ini tergores, besok apalagi?"


"Astaga Emma, kau dan Harold sama saja. Hobby sekali mengomeliku.. Aku ini orang hamil bukan orang sakit, mengapa aku harus meminta semua orang harus menemaniku kemana-mana?"


"Sekarang duduk, aku akan lihat lukamu."


"Kau harus menyembunyikannya dari Harold oke?"


"Entahlah Casey, aku selalu kehilangan kata-kata saat menghadapimu. Kau tau Harold selalu mengadu padaku kau sangat sulit di atur, lihatlah kau sudah hamil 6 bulan, 3 bulan lagi kau akan punya anak. Tapi kau masih seperti anak-anak."


"Kau pergi ke Mall sendiri tanpa sepengetahuan suamimu atau Ayahmu.. tidak kah kau tau mereka sangat cemas?"


"Aku hanya ingin membeli beberapa pakaian dalam, kau lihai pinggang ku ini sudah 2x lipat membesar. Apakah aku harus merepotkan Harold atau ayahku untuk membeli hal seperti itu?"


"Kau kan bisa memesan online!!"


"Memangnya kau sendiri bisa memesan dengan mudah pakaian dalam dengan online?"


"Ck... Kau selalu menjawabku!!"


"Sudahlah aku bisa mengatasi semuanya, kau tidak perlu cemas.. Aku jadi lebih kasihan melihat Bastian yang kekurangan perhatian darimu karna terlalu meributkan temanmu yang sedang hamil ini."


"Dia sudah dewasa, dia bisa mengurus segalanya sendiri... "


"Kau sangat keras pada Bastian, kau harusnya merasa beruntung karna Bastian begitu sabar menghadapimu."


"Dan kau sendiri bagaimana? Bagaimana dengan Harold?"


"Mengapa kau membahas dia, kau yang paling tau betapa overprotektif nya dia padaku. Hal yang paling menjengkelkan, aku harus melaporkan semua hal padanya. Itu sangat merepotkan."


"Kau jangan mengeluh, itu karna Harold sangat mengkhawatirkanmu."


"Baiklah aku tau.. Bagaimana pekerjaanmu Emma? Bagaimana dengan kantormu?"


"Sebenarnya sedang kacau, Bastian sedang kewalahan dengan bisnis property nya. Ia kehilangan beberapa investor terbesar hanya karna beberapa kesalahan kecil, karna aku sibuk mengurusi produk digital yang akan rilis tak bisa membantunya sama sekali."


"Hah, tampaknya kalian begitu sibuk."


"Makanya hari ini aku luangkan waktu untuk kita bersama, karna aku tidak tau esok aku masih bisa bersantai seperti ini."


"Bersantai apanya, lihatlah berkas berkas yang menumpuk itu."


"Hahaha, aku membawa sedikit pekerjaanku kerumah. Lupakan itu, bukankah kau di larang memakan pedas oleh Harold? Aku sudah menyiapkan beberapa hidangan pedas dan chips untukmu."


"Benarkah?"


"Kau tunggu aku akan segera kembali.."


"Baiklah aku tidak sabar Emma.."


.


.


.


.


.


.


Happy Reading 😉