
"Wah kau bekerja di tempat yang luar biasa Emma.."
Casey tampak terpukau dengan interior Linford luxury restorant, sama seperti saat pertama kali aku datang bersama Bastian waktu itu. Ahh.. Lagi-lagi Bastian! Padahal hari ini aku cukup senang karna Bastian sedang mengurus sesuatu sendiri ke kota Embriz. Tetap saja aku malah memikirnya, istirahatkan pikiranmu tentang Bastian Emma.
"Akan ku pesankan menu terbaik, aku akan mentraktir mu sepuasnya hari ini."
"Wahh... Bekerja sebagai sekretaris Boss besar memang beda ya? Baiklah-baiklah! Aku akan makan sepuasnya dengan cantik kali ini, karna sekarang sahabatku ini sudah banyak uang sesekali aku akan membuatnya bangkrut."
"Tentu saja sesekali kau boleh melakukan itu Caseyku sayang, dulu kau selalu mentraktirku sampai belum pernah sekalipun aku melakukan hal yang sama. Sekarang kau pun boleh meminta apapun selama tidak melebihi limit credit cardku."
"Hahhaa... Kau sudah belajar sombong sekarang."
"Tentu, aku punya sahabat yang mengajari itu dengan sangat baik."
Lalu aku dan Casey tertawa bersama, astaga rasanya tidak ada yang lebih bahagia dari pada hari ini. Tanpa gangguan Bastian dan Casey bersamaku, aku rasa sangat baha..
"Emma!"
Suara ini..?
"Harold?"
"Maaf Emma, mengganggu jam makan siangmu. Tapi, ini penting.. Bastian meninggalkan filenya di apartement. Ia meminta mu mengambilnya, hanya dari tadi kau tak menjawab panggilan dariku."
"Maaf Harold aku meninggalkan handphone ku di kantor."
"Bastian sudah mengirimu pesan, dan dia memintamu secara pribadi karna apartement itu area pribadinya. Kalau tidak keberatan bisakah kau mengurusnya karna file itu sangat penting dan sangat di butuhkan Bastian saat ini."
"Baiklah, Harold. Aku akan mengambil handphone ku dulu dan segera ke Apartement. Em.. Harold, perkenalkan ini Casey sahabat baikku. Bisakah kau temani dia sementara aku menyelesaikan masalah ini?"
Mata Harold tertuju ke arah Casey dan terlihat ia enggan, please Harold aku tak mau meninggalkan Casey sendiri saat ini. Ini akan menjadi moment terburuk jika aku membiarkannya makan sendirian.
"Tenanglah Emma, aku mengerti. Pergilah aku akan makan sendiri, itu tidak masalah."
"Tidak, tidak bisa.. Kau baru pertama kali kesini, aku tak enak meninggalkan mu begitu saja."
"Tidak apa-apa, cepatlah lah pergi sepertinya itu penting."
"Baiklah aku akan temani dia, kau cepatlah pergi." Ucap Harold tiba-tiba.
"Tentu Emma, tentu.."
Aku merasa tak enak pada Casey, tapi kalau file itu sangat penting aku juga tak ingin mengecewakan Bastian.
****
sesampainya aku di apartemen milik Bastian, aku membuka pesan yang sudah Bastian kirimkan tadi. Tapi, sandi pintu ini..
benarkah? sandi ini adalah tanggal ulang tahunku.
Bastian ini, apa maksudnya menggunakan tanggal ulang tahunku sebagai sandi pintu apartemennya?
Ah sudahlah, kenapa aku harus memikirkan itu di saat yang penting seperti ini. Aku harus cepat mencari file itu mengirimkannya ke Bastian. dia pasti sedang gelisah disana menunggu file penting itu.
Astaga! Apartemen ini sangat indah. Bastian punya selera yang bagus, interior yang simple dan elegan. lni pasti sangat nyaman.
Di dalam pesan yang Bastian kirimkan tadi ia bilang ruang kerjanya adalah kamar nomor 3 lantai bawah, kamar dengan pintu yang di sampingnya ada Vas besar berwarna putih.
Aku menemukan,
Dan setelah membuka pintu ruangan ini membuat ku sedikit takjub, ini lebih sederhana dibandingkan interior ruangan lainnya. Hanya ada meja dan kursi kerja, dan beberapa rak buku yang tersusun rapi.
Takk butuh waktu lama aku menemukan flash disk itu di atas meja dan tak butuh waktu lama juga aku sudah mengirimkan file itu kepada Bastian.
Baiklah misi selesai, sejenak aku ingin istirahat di living room. saya dari tadi aku sudah terpikat oleh sofanya yang terlihat sangat nyaman, aku ingin duduk sebentar saja karena tadi aku datang dengan terburu-buru kakiku terasa agak pegal.
Nyeri karena belajar menyetir mobil juga masih terasa, sudah seminggu aku belajar mengemudi tapi tubuhku tetap belum bisa diajak bekerjasama walau aku sudah mulai berani melawan rasa takutku tapi tetap saja, badanku sakit semua.
Tadi malam juga aku kurang tidur karena harus menyelesaikan beberapa file yang akan dibawa oleh Bastian, sejenak saja aku ingin memejamkan mata. setelah bangun aku akan segera apartemenku dan istirahat karena aku tidak punya kegiatan lain di kantor.
Ah... harusnya hari ini aku punya waktu yang agak senggang, tapi tenagaku keluar lebih ekstra karena berlari lari dengan terburu-buru kesana-kemari.
5 menit, aku hanya butuh 5 menit untuk tidur.
****