My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
Bab. 9



Keesokan harinya, Rendy sudah bersiap didepan kamar Sheila, Sheila yang baru saja keluar dari dalam kamarnya nampak sangat kaget sekaligus terkejut dengan kedatangan Bodyguardnya tersebut.


" Kamu !!! ", Ucap Sheila spontan kepada Rendy.


" Iya Nona, Saya Rendy ", Sambil menatap Nonanya tersebut.


" Kapan kamu datang, kenapa kamu gak ngabarin aku sama sekali ", Ucap sheila tiba - tiba yang membuat Rendy mengernyitkan dahinya.


" Maaf Nona, saya rasa saya sudah meminta izin kepada Ayah Nona, jadi saya tidak perlu menghubungi Nona lagi ", Ucap Rendy.


" Bukankah anda senang jika saya tidak mengikuti Nona pergi ", Ucap Rendy.


Sheila kemudian terdiam, ia bingung harus berkata apa kepada Rendy, sejujurnya dirinya kini amat sangat senang melihat Rendy sudah kembali.


Sheila kemudian turun dan menuju keruang makan, sama seperti biasanya Rendy juga selalu ikut bergabung bersama keluarga P. Farhan untuk sarapan.


" Bagaimana keadaan Bapakmu Rend?? ", Tanya P. Farhan di sela - sela sarapan mereka.


" Alhamdulillah, Bapak sudah semakin baik Pak", Ucap Rendy.


" Syukurlah kalau begitu Rend, kamu bisa tenang lagi selama bekerja disini ", Ucap P. Farhan.


" Saya harap juga begitu Pak, Ya sudah kalau begitu, saya sudah selesai, kalau Nona sudah selesai saya tunggu diluar ", Ucap Rendy yang sudah permisi hendak pergi keluar.


Sheila pun menyudahi sarapannya, ia segera bergegas untuk berangkat kuliah " Yah, Sheila berangkat dulu ", Ucap Sheila kepada Ayahnya yang kemudian mencium tangannya .


" Iya sayang, hati - hati ", Ucap P. Farhan kepada Putrinya.


Sheila segera mengambil tas dan menuju ke depan untuk berangkat kuliah.


" Ayo kita berangkat ", Ucap Sheila kepada Rendy.


Rendy pun langsung membukakan pintu untuk Sheila dan bergegas untuk berangkat kuliah.


didalam mobil tidak ada yang saling mengeluarkan kata - kata, hanya suara musik yang lirih yang sudah diputar oleh Rendy.


Rendy pun memecahkan keheningan diantara mereka berdua yang berada satu mobil sejak tadi.


" Nona, apa selama saya pulang ada orang yang mengganggu Nona?? ", Tanya Rendy untuk pertama kalinya.


" Buat apa kamu tanya, Bukannya selama kamu libur kamu tidak memperdulikan ku ", Ucap Sheila.


" Maaf Nona jika saya tidak dapat menjaga anda kemarin ", Ucap Rendy.


" Bagus lah kalau kamu sudah menyadari nya ", Ucap Sheila.


Saat mereka sudah sampai di kampus Sheila segera keluar dan pergi begitu saja meninggalkan Rendy.


" Mengapa Nona begitu marah dan kesal kepadaku, Apa salahku?? ", Ucap Rendy yang sedikit heran.


Tanpa berpikir panjang Rendy segera turun untuk menyusul Sheila yang sudah memasuki area kampus.


Saat ditengah perjalanan di halaman kampus, Tiba - tiba Rendy dikagetkan dengan perempuan yang sudah menggandeng tangannya secara tiba - tiba.


" Eh, ada abang ganteng, Kemana aja kemarin bang, kok gak pernah nganterin Sheila ke kampus ", Ucap Risa.


Rendy hanya diam, dia kini sudah berusaha melepaskan tangannya yang sudah digandeng oleh gadis itu.


" Nona, jika tidak ada lagi yang ingin anda katakan, lebih baik anda segera melepaskan tangan anda ", Ucap Rendy dengan pelan.


Sheila yang melihat Risa menggandeng Rendy semakin nampak kesal, tapi dia bisa berbuat apa, marah pun tak mungkin karena Rendy hanya seorang Bodyguardnya, bukan kekasihya.


Kemudian Sheila merubah mimik wajahnya sama seperti biasanya, ia tak ingin terlihat kesal saat ini,


" Hai Ris?? ", Ucap Sheila kepada Risa.


Mereka kemudiab berjalan menuju kelas mereka, Rendy juga saat ini tengah mengikuti keduanya.


Nampak Adrian yang sudah menunggu kedatangan Sheila dari tadi.


" Hai sayang?? ", Ucap Adrian yang mekihat Sheila nemasuki kelas.


Sheila yang saat ini sedang malas berbicara dengannya berlalu begitu saja.


Sheila kini sudah duduk di meja nya, ia juga sudah terlihat fokus mendengarkan dosennya yang tengah menerangkan mata kuliahnya.


Dosen nya pun sekarang sudah terbiasa akan kehadirab Rendy yang selalu mengikuti Sheila di ruang kelasnya.


" Sayang, kamu masih marah sama aku ", Ucap Adrian yang berbisik tepat di belakang bangku Sheila.


Sheila hanya diam saja tidak menanggapi Adrian, Rendy yang melihat nya pun nampak aneh, " Biasanya Nona selalu bersemangat jika Adrian mengajaknya berbicara, kenapa sekarang Nona nampak cuek sekali ", Gumam Rendy dalam hatinya.


" Seperti nya aku sangat ketinggalan jauh perihal hubungan Nona Sheila dengan Adrian ", Lanjut Rendy yang masih bergumam.


Adrian masih saja berbisik kepada Sheila sehingga membuat Dosennya tak nyaman dan langsung menegurnya.


" Adrian bisakah kamu diam, Bapak lihat dari tadi kamu mengganggu Sheila terus ", Ucap Dosen tersebut.


Adrian langsung terdiam saat Dosennya tengah menegurnya.


" Maaf pak ", Ucap Adrian yang langsung saja menjadi pusat perhatian satu kelas.


" Jika kamu tidak dapat diam, Bapak tidak akan segan - segan menghukum mu ", Ucap Dosen tersebut yang masih menatap Adrian dengan tajam.


Sheila yang melihat Adrian ditegur oleh sang Dosen hanya melirik Adrian sekilas,


" Untung saja aku tidak merespon ucapan Adrian dari tadi ", Gumam Sheila.


Setelah mendapat teguran Adrian langsung diam seribu bahasa, ia mengunci mulutnya rapat - rapat karena tidak ingin mendapat hukuman dari Dosennya yang akan membuatnya semakin tambah malu.


Rendy yang melihat insiden tadi hanya pura - pura terdiam, sejujur nya saat ini Rendy sudah ingin menertawakan Adrian.


Tak lama berselang, jam kuliah pun sudah habis, Sheila yang masih memasukkan beberapa bukunya didalam tas langsung saja di hampiri oleh Adrian yang sedari tadi mulut nya sudah gatal ingin berbicara dengannya.


" Sayang, kenapa kamu marah dengan ku??", Tanya Adrian yang sudah berpibdah tempat ke depan Sheila.


" Adrian...!! ", Ucap Sheila setelah sekian lama berdiam.


" Sudahlah, kamu jangan banyak ngomong, aku dari tadu sudah pusing debgerin kamu ngomong terus, "


" Aku gak marah sama kamu okey, dan tolong untuk saat ini biarkan aku sendiri dulu ", Ucap Sheila.


Sheila masih saja duduk di ruang kelasnya, Risa yang sedari tadi hanya memeperhatikan Sheila juga nampak bingung,


" She, kamu kenapa??? Lagi gak enak badan??? ", Tanya Risa.


" Aku gak apa-apa Ris?? ", Ucap Sheila.


" Atau mungkin kamu lagi dapet?? ", Ucap Risa menerka - nerka.


" Aku gak apa-apa kok, beneran ", Ucap Sheila yang sudah menyunggingkan senyuman paksanya.


Sebenarnya kini Sheila masih memikirkan gadis yang sedang bersama Rendy kemarin waktu di mall, Sheila masih nampak begitu kesal, tak tahu apa yang saat ini ia rasakan, tapi begitu mengingat Rendy yang sedang berjalan dengan seorang gadis membuat ia menjadi sangat marah saat ini.


Apalagi Rendy juga sangat menikmati dan nampak begitu senang ketika bersama wanita itu, " Gadis itu masih terlalu kecil, dia sangat jauh berbeda dari ku, apa bagusnya dia dibanding aku, Bahkan dia masih terlalu kecil ", Gumam Sheila dari dalam hatinya.


Sheila masih tidak tahu jika gadis itu adalah Feli, adik dari Rendy.